Apa yang dimaksud dengan Model V dalam pengembangan perangkat lunak ?

rekayasa_perangkat_lunak

(Denta Kalla Nayyira) #1

Model V adalah model pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada hubungan antara setiap fase pengembangan siklus hidup yang tercantum dalam model Watterfall yang merupakan pengembangan perangkat lunak dan fase yang terkait pengujian.

Apa yang dimaksud dengan Model V dalam pengembangan perangkat lunak ?


(Ishak Robin Simorangkir) #2

Model V biasa disebut Model Verifikasi dan Validasi. Setiap proses untuk menguji sebuah perangkat lunak harus mengikuti berbagai tahap dan Model V adalah salah satu metode pengembangan yang sangat tepat untuk digunakan dalam pengujian sebuah piranti lunak. Didalam metode ini ada beberapa tahap yang spesifik dimana harus diikuti saat menguji performa sebuah piranti lunak. Setelah sebuah tahap telah selesai dilaksanakan, maka akan berlanjut ke tahap berikutnya sampai tahap yang ada berakhir. Rangkaian uji ini berbentuk seperti huruf V. Dalam sikus pengembangan piranti lunak, pengujian dengan Model V dimulai dari awal proyek dilaksanakan dimana syarat dan kebutuhan telah ditentukan.[1][3]

Fase Verifikasi


Fase verifikasi lebih mengacu pada usaha penyesuaian spesifikasi piranti lunak dengan kebutuhan pengguna, tahapan ini meliputi :

  • Requirements analysis – Menganalisa dan mengumpulkan semua syarat dan kebutuhan pengguna

  • System design – Pengembang menganalisa untuk memastikan persyaratan dan kebutuhan telah layak untuk membangun sistem yang diminta

  • Architecture Design – Dapat juga disebut “high-level design” dimana arsitektur sistem ditentukan selama fase ini.

  • Module Design – Dapat juga disebut “low-level design” dimana sistem dipecah menjadi beberapa bagian agar mempermudah para pengembang untuk menulis kode.[4][5]

Fase Validasi


Fase Validasi lebih mengacu pada penyesuaian dari seluruh proses tahapan verifikasi dengan spesifikasi dan persyaratan yang sudah ditetapkan dengan tahapan sebagai berikut :

  • Unit testing – Menguji setiap bagian system secara terpisah.

  • Integration testing – Menguji beberapa bagian system secara bersamaan untuk memastikan system dapat berfungsi san bekerja secara bersama-sama.

  • System testing – Menguji keseluruhan system yang telah dibangun.

  • User acceptance testing – Penentuan apakah system yang dibangun telah memenuhi permintaan dan memuaskan pengguna atau tidak.

  • Release testing – Menguji system untuk memastikan bahwa piranti lunak dapat di implemetasikan di lingkungan yang akan di terapkan.[4][5]

Kelebihan


Dibawah berikut adalah beberapa kelebihan dalam memakai V-Model :

  • Setiap tahap memiliki penyampaian yang lebih spesifik.

  • Peluang sukses lebih tinggi dibanding dengan model waterfall karena metode pengembangan lebih matang dipersiapkan sejak awal rangkaian uji dimulai.

  • Waktu yang dibutuhkan dibandingkan model waterfall lebih sedikit bahkan waktu yang diperlukan bisa sampai 50% lebih sedikit.

  • Berfungsi dengan baik untuk proyek-proyek kecil dimana syarat dan kebutuhan mudah dipahami dan dimengerti.

  • Kegunaan sumber daya yang tinggi (efisien).[2]

Kekurangan


Dibawah berikut adalah beberapa kekurangan dalam memakai V-Model :

  • Terlalu kaku (kurangnya fleksibilitas).

  • Ruang lingkup yang dibutuhkan untuk penyesuaian model sulit dan mahal.

  • Piranti lunak dikembangkan selama tahap implementasi, sehingga tidak ada prototipe awal dari perangkat lunak yang dihasilkan.

  • Tidak memberikan jalan yang jelas untuk masalah yang ditemukan selama tahap pengujian.[2]

Referensi

[1] http://www.testingfreak.com/v-model-software-testing-advantages-disadvantages-v-model/
[2] http://www.testingexcellence.com/v-model-in-software-testing/
[3] http://www.onestoptesting.com/sdlc-models/v-model.asp
[4] https://psa-software.com/V-model.php
[5] https://www.tutorialspoint.com/sdlc/sdlc_v_model.htm