© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan minat beli?

Minat beli

Minat adalah suatu pencetus dari awal dari keputusan konsumen untuk membeli atau tidaknya suatu produk setelah sadar dan mengetahui adanya suatu produk tersebut di pasar. Minat beli (purchase intensions) adalah tahap setelah adanya niat atau keinginan membeli; namun keputusan pembelian adalah tidak sama dengan pembelian yang sebenarnya (actual purchase).

Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap mengkonsumsi. Dalam three component model sikap, minat beli terbentuk pada tingkat kognitif dan afektif. Namun, apabila dilihat dengan menggunakan model hierarki tanggapan AIDA, minat beli termasuk pada tahapan Interest (Ketertarikan) dan pada tahapan Desire (Keinginan), dimana sebelumnya terdapat tahapan Attention (Perhatian) dan tahapan akhirnya adalah Action (Tindakan).

Model hierarki tanggapan AIDA dapat digambarkan sebagai berikut:

AIDA

Minat beli diartikan sebagai tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Pembelian aktual pada dasarnya tidak sama dengan minat beli. Bila pembelian aktual adalah pembelian yang benar-benar dilakukan oleh konsumen, maka minat pembelian adalah niat untuk melakukan pembelian pada kesempatan mendatang. Meskipun merupakan pembelian yang belum tentu akan dilakukan pada masa mendatang namun pengukuran terhadap minat pembelian umumnya dilakukan guna memaksimalkan prediksi terhadap pembelian aktual itu sendiri.

Seperti yang didefinisikan oleh Kinnear dan Taylor, minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.33 Jadi, sebelum terjadinya suatu tindakan pembelian, proses yang harus dilalui responden adalah dengan melewati tahap kenal, kemudian minat untuk membeli lalu pada akhirnya barulah terjadi pembelian yang sesungguhnya.

Produk yang telah diputuskan untuk dibeli oleh konsumen maka dapat dikatan bahwa produk tersebut telah dikonsumsi. Keputusan untuk membeli suatu produk tak lepas dari pengaruh nilai produk yang dievaluasi. Bila manfaat yang dirasakan lebih besar dibanding pengorbanan untuk mendapatkannya, maka dorongan untuk membelinya semakin tinggi. Sebaliknya, apabila manfaatnya lebih kecil dibanding pengorbanannya maka biasanya pembeli akan menolak untuk membeli dan umumnya beralih mengevaluasi produk lain yang sejenis.

Bagi kebanyakan orang, perilaku pembelian seringkali dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan (stimuli) yang berasal dari luar dirinya, baik berupa rangsangan pemasaran maupun rangsangan dari lingkungannya. Rangsangan tersebut kemudian diproses dalam diri sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian. Karakteristik pribadi konsumen yang dipergunakan untuk memproses rangsangan tersebut sangat kompleks dan salah satunya adalah berupa motivasi konsumen untuk membeli.

Seperti yang dinyatakan Howard bahwa Intention to buy atau minat pembelian didefinisikan sebagai pernyataan yang berkaitan dengan batin yang mencerminkan rencana dari pembeli untuk membeli suatu merek tertentu dalam suatu periode waktu tertentu.

Minat beli menurut Henry Assael merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek, atau juga merupakan minat pembelian ulang yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian ulang. Ia juga menambahkan bahwa minat membeli merupakan tahap terakhir dari suatu proses keputusan pembelian yang kompleks.

Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu merek (Need Arousal) dilanjutkan dengan pemrosesan informasi oleh konsumen (Consumer Information Processing). Selanjutnya konsumen akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Hasil evaluasi ini yang akhirnya memunculkan niat atau intensi untuk membeli sebelum akhirnya konsumen benar-benar melakukan pembelian. Henry Assael juga mengemukakan bahwa pemasar akan selalu menguji elemen-elemen dari bauran pemasaran yang mungkin mempengaruhi minat beli.

Indikator-indikator dari minat beli dijelaskan oleh komponen dari Schiffman dan Kanuk. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Tertarik untuk mencari informasi mengenai produk

  • Mempertimbangkan untuk membeli

  • Tertarik untuk mencoba

  • Ingin mengetahui produk

  • Ingin memiliki produk

Referensi :

  • Kinnear, Thomas C dan James R Taylor. 1996. “Marketing research: An Applied Approach. 5th edition. USA.
  • Howard, John A., Robert P Shay dan Christopher A Green. 1988. “Measuring The Effect Of Marketing Information On Buying Intensions” . The Journal of Service Marketing . Vol. 2 No.4.
  • Henry Assael. 1998. Costumer Behaviour and Marketing Action, 6th Edition (Wadsworth Inc. Boston).