Apa yang dimaksud dengan Literature Review?

Literature Review

Literature review adalah analisa berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature review merupakan cerita ilmiah terhadap suatu permasalahan tertentu.

Literatur review berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literatur review diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan pada perumusan masalah. Penelusuran pustaka merupakan langkah pertama untuk mengumpulkan informasi yang relevan bagi penelitian. Penelusuran pustaka berguna untuk menghindarkan duplikasi dari pelaksanaan penelitian. Penelusuran pustaka untuk mengetahui penelitian yang pernah dilakukan.

Literatur review dilakukan dengan cara membaca, memahami, mengkritik, dan mereview literatur dari berbagai macam sumber. Tinjauan literatur sangat penting peranannya dalam membuat suatu tulisan ataupun karangan ilmiah. Tinjauan literatur memberikan ide dan tujuan tentang topik penelitian yang akan kita lakukan. Literatur review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka tentang topik yang dibahas.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dapat juga dimasukkan sebagai pembanding dari hasil penelitian. Semua pernyataan dan/atau hasil penelitian yang bukan berasal dari penulis harus disebutkan sumbernya, dan tatacara mengacu sumber pustaka mengikuti kaidah yang ditetapkan. Suatu literatur review yang baik haruslah bersifat relevan, mutakhir (tiga tahun terakhir), dan memadai. Landasan teori, tinjauan teori, tinjauan pustaka semuanya merupakan cara untuk melakukan tinjauan literatur.

Tujuan Literatur Review

  1. Untuk mendapatkan landasan teori yang bisa mendukung pemecahan masalah yang sedang diteliti.

  2. Teori yang didapatkan merupakan langkah awal agar peneliti dapat lebih memahami permasalahan yang sedang diteliti dengan benar sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

  3. Untuk mendapatkan gambaran yang berkenaan dengan apa yang sudah pernah dikerjakan orang lain sebelumnya.

Aspek Utama dalam melakukan Literatur Review

  1. Survei artikel yang terkait dengan isu yang diminati

  2. Berikan evaluasi, ringkasan gambaran-gambaran yang ada

  3. Mendapatkan masukan yang terkait dengan isu dari publikasi yang terbaru hingga publikasi terlama sehingga bisa mendapatkan gambarannya secara jelas.

Langkah-langkah dari Literatur Review

  1. Formulasi permasalahan

  2. Cari literature

  3. Evaluasi data

  4. Analisis dan interpretasikan

Cara Melakukan Literatur Review

  1. Mencari kesamaan ( Compare )

  2. Mencari ketidaksamaan ( Contrast )

  3. Memberikan pandangan ( Criticize )

  4. Membandingkan ( Synthesize )

  5. Meringkas ( Summarize )

Literature review atau tinjauan pustaka adalah istilah yang sering dikerjakan oleh mahasiswa ketika sedang mengerjakan skripsi, tesis atau disertasi. Dosen dan peneliti juga fasih menggunakan istilah ini karena kehidupan akademisi sangat dekat dengan perilaku literature review. Literature review atau tinjauan pustaka pasti akan kita lakukan misalnya ketika kita memulai memahami suatu topik penelitian baru, mengikuti trend penelitian baru dan memahami state-of-the-art dari suatu topik penelitian. Sayangnya literature review sering dimaknai sederhana yaitu hanya membaca literatur ilmiah, padahal sebenarnya prosesnya tidak sesederhana itu.
Literature review tidak hanya bermakna membaca literatur, tapi lebih ke arah evaluasi yang mendalam dan kritis tentang penelitian sebelumnya pada suatu topik.

Literature Review is a critical and in depth evaluation of previous research (Shuttleworth, 2009).

Literature review yang baik adalah yang melakukan evaluasi terhadap kualitas dan temuan baru dari suatu paper ilmiah. Perlu dipahami bahwa yang disebut dengan literatur ilmiah dapat berupa:

  • Paper dari Journal Ilmiah
  • Paper dari Conference (Proceedings)
  • Thesis dan Disertasi
  • Report (Laporan) dari Organisasi yang Terpercaya
  • Buku Textbook

Sebaiknya dipahami bahwa untuk menghindari tsunami literatur ketika kita memulai suatu topik penelitian, usahakan mengutamakan journal ilmiah yang terindeks oleh Web of Science (ISI) dan SCOPUS. Keduanya saat ini terpercaya sebagai organisasi pengindeks dan perangking journal dan proceedings di dunia penelitian. Web of Science atau dulu bernama ISI sebelum akhirnya diakuisisi oleh Thomson Reuters, mengindeks sekitar 12 ribu journal ilmiah di dunia ini, dan termasuk pengindeks journal yang paling terpercaya. Sedangkan SCOPUS mengindeks kurang lebih 20 ribu journal ilmiah, dan biasanya menjadi standard publikasi ilmiah dan syarat kelulusan bagi mahasiswa di luar negeri yang mengambil program S2 dan S3. Untuk mengecek apakah suatu journal dan proceedings terindeks SCOPUS, bisa menggunakan situs ScimagoJR.Com.

Manfaat dari literature review yang kita lakukan diantaranya adalah sebagai berikut. Tanda dalam kurung untuk memberi clue tentang jenis literatur jenis apa yang kita gunakan.

  • Memperdalam pengetahuan tentang bidang yang diteliti (Buku Textbook)

  • Mengetahui hasil penelitian yang berhubungan dan yang sudah pernah dilaksanakan (related research)

  • Mengetahui perkembangan ilmu pada bidang yang kita pilih (state-of-the-art research)

  • Memperjelas masalah penelitian (research problems)

  • Mengetahui metode-metode terkini yang diusulkan para peneliti untuk menyelesaikan masalah penelitian (state-of-the-art methods) (Paper)

Setelah melakukan literature review, peneliti tidak berhenti sampai hanya membaca literatur, tetapi juga merangkumkan, membuat analisis dan melakukan sintesis secara kritis dan mendalam dari paper-paper yang direview atau ditinjau. Hasil dari rangkuman, analisis dan sintesis ini kemudian dituliskan dalam bentuk paper ilmiah yang sering kita kategorikan ke dalam paper survei (survey paper). Perlu dipahami bahwa paper secara umum terbagi menjadi dua: technical paper dan survey paper.

  • Technical paper berisi hasil eksperimen dan penelitian kita yang biasanya dituntut adanya temuan-temuan baru yang arahnya ke contribution to knowledge di dalamnya.

  • Survey paper berisi, hasil literature review, dalam hal ini adalah berupa rangkuman, analisis, dan sintesis dari ratusan atau bahkan ribuan paper pada satu topik penelitian.

Jenis dan metode yang digunakan para peneliti untuk melakukan literature review atau tinjauan pustaka dan kemudian merangkumkannya ke dalam suatu paper, secara umum terbagi menjadi empat:

  1. Traditional Review
  2. Systematic Mapping Study (Scoping Study)
  3. Systematic Literature Review atau Systematic Review
  4. Tertiary Study

Traditional review adalah metode tinjauan pustaka yang selama ini umum dilakukan oleh para peneliti, dan hasilnya banyak kita temukan pada survey paper yang ada. Paper-paper ilmiah yang direview dipilih sendiri oleh para peneliti pada satu topik penelitian, dan dipilih berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang peneliti. Kelemahan dari traditional reviewadalah tergantung kepada pengetahuan dan pengalaman peneliti, sehingga memungkinkan terjadinya bias pada saat memilih paper-paper yang direview, yang akhirnya berpengaruh pada kualitas survey paper yang dihasilkan. Contoh dari traditional review adalah sebagai berikut:

  • Liao et al., Intrusion Detection System: A Comprehensive Review, Journal of Network and Computer Applications, 36(2013)
  • Cagatay Catal, Software fault prediction: A literature review and current trends, Expert Systems with Applications 38 (2011)*

Systematic mapping study adalah metode literature review yang sistematis dengan menggunakan tahapan-tahapan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pemilihan paper juga tidak dilakukan secara subyektif oleh peneliti, akan tetapi menggunakan protokol dan filter yang telah ditetapkan di depan. Systematic mapping study biasanya dilakukan untuk topik penelitian yang lebih luas daripada traditional review. Biasanya hasilnya berupa klaster dan klasifikasi dari temuan-temuan yang didapatkan pada suatu topik penelitian. Kadang dilakukan untuk mengidentifikasi tren penelitian ke depan suatu topik penelitian. Beberapa contoh systematic mapping studyadalah sebagai berikut:

  • Neto et al., A systematic mapping study of software product lines testing, Information and Software Technology Vol. 53, Issue 5, May 2011
  • Elberzhager et al., Reducing test effort: A systematic mapping study on existing approaches, Information and Software Technology 54 (2012)*

Systematic literature review atau sering disingkat SLR atau dalam bahasa indonesia disebut tinjauan pustaka sistematis adalah metode literature review yang mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi seluruh temuan-temuan pada suatu topik penelitian, untuk menjawab pertanyaan penelitian (research question) yang telah ditetapkan sebelumnya (Kitchenham & Charters, 2007). Metode SLR dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan dan protokol yang memungkinkan proses literature review terhindar dari bias dan pemahaman yang bersifat subyektif dari penelitinya. SLR adalah metode literature review yang biasa dilakukan peneliti di bidang farmasi dan kedokteran, meskipun boleh dikatakan baru mulai dibawa ke dunia computing pada tahun 2007 oleh Barbara Kitchenham lewat papernya berjudul Guidelines in performing Systematic Literature Reviews in Software Engineering. Setelah itu mulai booming karena banyak journal terindeks SCOPUS dan ISI mulai merekomendasikan para penulis survey paper untuk menggunakan metode SLR ini. Beberapa contoh dari SLR adalah sebagai berikut:

  • Hall et al., A Systematic Literature Review on Fault Prediction Performance in Software Engineering, IEEE Transaction on Software Engineering, Vol. 38, No. 6, 2012

  • Romi Satria Wahono, A Systematic Literature Review of Software Defect Prediction: Research Trends, Datasets, Methods and Frameworks, Journal of Software Engineering, Vol. 1, No. 1, April 2015*

Tertiary Study adalah SLR dari SLR. Menggunakan metode yang sama dengan SLR, perbedaanya adalah apabila SLR membahas satu topik penelitian, tertiary study lebih luas, karena membahas satu bidang penelitian. Contoh dari tertiary study adalah sebagai berikut:

  • Kitchenham et al., Systematic literature reviews in software engineering A tertiary study, Information and Software Technology 52 (2010)
  • Cruzes et al., Research synthesis in software engineering: A tertiary study, Information and Software Technology 53 (2011)*

Literature review merupakan ringkasan dari penelitian sebelumnya tentang suatu topik yang dilakukan secara komprehensif. Literatur review biasanya dilakukan dengan cara melakukan peninjauan secara teliti terkait dengan artikel ilmiah, buku, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan bidang penelitian tertentu.

Dalam melakukan review, peneliti harus menyebutkan, menjelaskan, merangkum, mengevaluasi secara objektif, dan memperjelas penelitian sebelumnya. Proses tersebut harus dapat memberikan dasar teoritis untuk penelitian dan membantu Anda (penulis) menentukan sifat penelitian Anda.

Literature review merupakan sebuah pengakuan terhadap karya-karya para peneliti sebelumnya, dan dengan demikian, disaat yang sama, dapat meyakinkan pembaca bahwa dalam pembuatan karya penelitian, Anda telah memahami topik penelitian tersebut dengan baik. Asumsinya adalah, dengan menyebutkan karya-karya penelitian sebelumnya pada topik studi tertentu, penulis (Anda) telah membaca, mengevaluasi, dan mengasimiliasikan penelitian-penelitian tersebut ke dalam penelitian yang anda lakukan.

Literature review dapat menciptakan sebuah “lanskap” bagi pembaca, memberinya pemahaman penuh tentang perkembangan suatu topik penelitian di lapangan. Lanskap ini menginformasikan kepada pembaca bahwa penulis memang telah mengasimilasi semua (atau sebagian besar) penelitian-penelitian sebelumnya ke dalam penelitiannya.

“Dalam menulis literature review, tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan kepada pembaca terkait dengan pengetahuan dan gagasan apa yang telah ditetapkan tentang suatu topik, serta apa kekuatan dan kelemahannya. Literature review, secara konsep, harus didefinisikan terlebih dahulu dalam sebuah penelitian, (misalnya, tujuan penelitian Anda, masalah yang akan diteliti, atau tesis argumentatif Anda). Sebagai catatan penting, sebuah literature review bukan hanya daftar deskriptif dari materi yang tersedia, atau suatu kumpulan ringkasan dari penelitian-penelitian sebelumnya.”

Ketika seorang peneliti melakukan literature review, selain memperluas pengetahuan peneliti tentang topik tersebut, menulis literature review juga akan memungkinkan peneliti memperoleh dan menunjukkan keterampilan dalam dua bidang

  • Keterampilan dalam pencarian informasi: kemampuan untuk melakukan pemindaian terhadap literatur-literatur secara efisien, kemampuan dalam menggunakan metode manual atau dengan bantuan komputer, dimana metode-tersebut digunakan untuk mengidentifikasi serangkaian artikel dan buku yang bermanfaat.

  • Keterampilan dalam melakukan penilaian kritis: kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip analisis untuk mengidentifikasi studi yang tidak bias dan valid.

Dalam melakukan lietrature review, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Literature review harus diorganisir disekitar dan terkait langsung dengan penelitian atau pertanyaan penelitian yang Anda kembangkan.

  • Literature review harus mensintesis hasil-hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya menjadi menjadi sebuah ringkasan tentang apa-apa saja yang telah diketahui dan apa-apa saja yang belum (tidak) diketahui.

  • Literature review harus dapat mengidentifikasi bidang-bidang atau topik-topik yang masih menjadi kontroversi (banyak terjadi perbedaan pendapat) diantara penelitian-penelitian sebelumnya.

  • Literature review harus dapat merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian, dimana pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang ingin diteliti. Di sumber yang lain mengatakan, literature review adalah analisa berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan. Literature review merupakan cerita ilmiah terhadap suatu permasalahan tertentu.

Literature review berisi ulasan, rangkuman, dan pemikiran penulis tentang beberapa sumber pustaka (artikel, buku, slide, informasi dari internet, dll) tentang topik yang dibahas. Literature review yang baik harus bersifat relevan, mutakhir, dan memadai. Landasan teori, tinjauan teori, dan tinjauan pustaka merupakan beberapa cara untuk melakukan literature review.
Pengertian Literature Review ?

Merupakan analisa berupa kritik (membangun maupun menjatuhkan) dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus atau pertanyaan terhadap suatu bagian dari keilmuan.

Mengapa Melakukan Literature Review?

  1. Membentuk sebuah kerangka teoritis untuk topik/bidang penelitian

  2. Menjelaskan definisi, kata kunci dan terminology

  3. Menentukan studi, model, studi kasus yang mendukung topik

  4. Menentukan lingkup penelitian

– Menunjukkan bahwa penulis memahami area penelitian dan mengetahui isu-isu utama penelitian, serta bahwa peneliti memiliki kompetensi, kemampuan, dan latar belakang yang pas dengan penelitiannya.

– Menunjukkan kesinambungan dengan penelitian terdahulu dan bagaimana kaitannya dengan penelitian saat ini.

– Mengintegrasikan dan menyimpulkan hal-hal yang diketahui dalam area penelitian tersebut.

– Belajar dari orang lain dan menstimulasi ide-ide baru.
Referensi: https://metodepenelitiana.wordpress.com/literature-review-2/