Apa yang Dimaksud dengan Konsep Perubahan Sosial sebagai Kajian Sosiologi?

image
Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang berkitan dengan masyarakat, salah satu konsep yang dikaji adalah perubahan sosial.

Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial sebagai kajian sosiologi?

Manusia adalah makhluk sosial yang bersifat dinamis. Tingkat keragaman sebagai makhluk sosial terorganisasi secara sederhana sampai kepada tingkat yang kompleks. Manusia pada masa klasik, menompak hidup mulai dari berburu, meramu sampai kepada menguntungkan diri sendiri pada tingkat industri (Sanderson, 2011). Menurut Ibnu Khaldun, bahwa manusia makhluk sosial, di mana manusia pada kenyataannya menolong diri sendiri dalam aktivitasnya, manusia menyadarkan dirinya maupun orang lain, misalnya menanam, memasak, dan sebagainya (Lauer, 1993).

Sosiologi pada hakikatnya bukanlah ilmu murni melainkan ilmu yang mengembangkan pengetahuan yang bersifat terapan. Kajian ilmu sosiologi adalah kajian tentang kehidupan sosial manusia. Kajian ilmu sosiologi membicarakan tentang hakikat dan sebab tindakan manusia melakukan sesuatu. Selain itu, menurut Veeger (1985) dalam Narwoko (2010), bahwa kajian ilmu sosiologi juga melihat tentang perilaku manusia yang selalu dilihat dan dikaitkan dengan struktur-struktur masyarakat dan kebudayaan yang dimiliki, dibagi dan ditunjang bersama dalam mencapai tujuan tersebut. Jika kita bandingkan dengan satu disiplin ilmu, seperti ilmu psikologi sangat berbeda, di mana ilmu psikologi memusatkan perhatiannya kepada pikiran dan tindakan dari pada individu. Akan tetapi, pada kajian ilmu sosiologi memusatkan perhatiannya kepada kelompok atau masyarakat yang selalu mengalami perubahan atau bersifat dinamis. Dalam kajian ilmu sosiologi bersifat luas dan menyeluruh dari semua aktivitas manusia. Pada disiplin ilmu sosiologi ada faktor yang melatarbelakangi kelahirannya adalah adanya krisis-krisis yang terjadi dalam masyarakat, artinya adanya kejadian dan perubahan yang dialami oleh manusia atau masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Kajian sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Fenomena tersebut terkait dengan apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat karena manusia merupakan makhluk yang mengalami perubahan. Artinya, tidak ada manusia atau masyarakat tidak mengalami perubahan pada aktivitas kehidupannya sehari-hari. Perubahan tersebut tidak saja pada tingkat makro melainkan pada tingkat mikro. Perubahan dapat juga terjadi dari segala aspek baik aspek secara luas, maupun kepada aspek yang lebih sempit. Aspek tersebut dapat berupa aspek perilaku dan pemikiran yaitu pada aspek sempit, dan pada aspek secara luas terjadi kepada aspek struktur yang mempengaruhi perkembangan dalam kehidupan masyarakat.

Kajian perubahan sosial mulai pada abad ke-18 yang dibawa oleh pemikir Islam yang bernama Ibnu Khaldun, dan dia termasuk orang yang pertama kali memperkenalkan kajian perubahan sosial. Pada kajian perubahan sosial Ibnu Khaldun mengembangkan teorinya bernama teori siklus. Masyarakat mengalami perubahan dari masyarakat nomaden sampai kepada masyarakat yang menetap. Kajian perubahan sosial tersebut tidak saja dipengaruhi oleh Ibnu Khaldun, akan tetapi banyak para ahli sosiologi melihat tentang perubahan sosial terutama pada abad ke-19 sampai abad ke-20.

Emile Durkheim melihat perkembangan masyarakat dari masyarakat solidaritas mekanik menuju masyarakat organik, Weber melihat dari masyarakat yang irasional menuju masyarakat rasional, Marx melihat masyarakat pada tingkat primitif menuju masyarakat yang komunis, Auguste Comte yang merupakan bapak sosiologi, ia melihat masyarakat mulai pada tingkat teologis, metafisik, dan positivistik, serta para ahli sosiologi lainnya.

Mengenai studi perubahan sosial, telah menjadi fokus pada kajian sosiologi yang dipengaruhi oleh para ahli sosiologi. Pada kajian sosiologi perubahan sosial tidak saja dikaji dalam bidang proses perubahan, mekanisme perubahan, dampak perubahan, dan lain-lain. Akan tetapi, kita bisa melihat lebih luas mengenai solusi yang akan diberikan oleh para ahli sosiologi atau para peneliti sosiologi terhadap kejadian dalam kehidupan masyarakat.

Disiplin ilmu sosiologi memang dikenal dinamis. Hal ini mengingat bahwa kehidupan yang menjadi objek fokus kajian sosial sifatnya dapat berubah. Bahkan dalam hitungan menit saja dapat memengaruhi pola perilaku individu dalam masyarakat. Ada banyak penelitian yang menegaskan bahwa pola perubahan sosial tersebut bermula dari sifat manusia. Misalkan, manusia dapat mengeksplorasi dirinya, dapat berkreasi, dapat menciptakan sesuatu yang baru. Nah, dari perilaku tersebut tumbuh apa yang dinamakan Kebudayaan.

Pada dasarnya kebudayaan berasal dari potensi-potensi individu ataupun kelompok. Sehingga, perubahan sosial yang ada di masyarakat dapat terjadi secara tidak langsung ketika didalamnya ada kebudayaan yang berkembang. Maka dari itu perubahan sosial tidak lepas dari perubahan kebudayaan, saling keterkaitan.

Kingsley Davis ( Soerjono Soekanto, 2000 ) berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Adapun menurut PB Horton dan CL Hunt ( 1992 ), hampir semua perubahan besar mencakup aspek sosial budaya. jadi, dengan demikian perubahan sosial bisa dikatakan akan terus ada dan perkembangannya sangat variatif karena adanya aspek-aspek yang ada dalam diri manusia untuk memperbaiki kehidupanya serta mencukupi kebutuhannya.

1 Like

Konsep Perubahan Sosial

Perubahan Sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam sistem sosial. Lebih tepatnya, ada perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu yang berlainan. Saat mengatakan adanya Perubahan Sosial pasti yang ada dibenak seseorang adalah sesuatu yang terjadi setelah jangka waktu tertentu dan ada perbedaan dari sebelumnya, kalau bicara mengenai kata sebelumnya, pasti ada kata setelahnya dalam bahasa inggrisnya (before and after).

Untuk itu terdapat tiga konsep dalam Perubahan Sosial, yang pertama, studi mengenai perbedaan. Kedua, studi harus dilakukan pada waktu yang berbeda. Dan yang ketiga, pengamatan pada sistem sosial yang sama. Itu berarti untuk dapat melakukan studi Perubahan Sosial, harus melihat adanya perbedaan atau perubahan kondisi objek yang menjadi fokus studi.kemudian harus dilihat dalam konteks waktu yang berbeda, maka dalam hal ini menggunakan studi komparatif dalam dimensi waktu yang berbeda. Dan setelah itu objek yang menjadi fokus studi komparasi harus merupakan objek yang sama. Jadi dalam perubahan sosial mengandung adanya unsur dimensi ruang dan waktu.

Dimensi ruang menunjuk pada wilayah terjadinya Perubahan Sosial serta kondisi yang melingkupinya, yang mana di dalamnya mencakup konteks sejarah (history) yang terjadi pada wilayah tersebut. sedangkan dimensi waktu meliputi konteks masa lalu, sekarang dan masa depan.

Proses perubahan dalam masyarakat itu terjadi karena manusia adalah mahluk yang berfikir dan bekerja di samping itu, selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya serta kurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa perubahan sosial dalam masyarakat itu, karena keinginan manusia untuk menyesuaikan diri dengan keadaan disekelilingnya atau disebabkan oleh ekologi.

Dalam proses perubahan pasti ada yang namanya jangka waktu atau kurun waktu tertentu, ada dua istilah yang berkaitan dengan jangka waktu perubahan sosial yang ada di masyarakat, yaitu ada evolusi dan revolusi, adanya evolusi atau perubahan dalam jangka waktu yang relative lama, itu akan tetap mendorong masyarakat ataupun sistem-sitem sosial yang ada atau unit-unit apapun untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sedangkan perubahan dalam kurun waktu yang relative cepat (revolusi) yang mana itu semua disebabkan oleh berbagai aksi sejumlah kekuatan-kekuatan sosial seperti demografi, ekologis dan kelembagaan. Kemudian dari satu bagian sistem dapat mempengaruhi seluruh bagian lainnya. Adanya perubahan yang terlalu cepat memberikan implikasi terhadap masyarakat sebagai penerima perubahan, bagi masyarakat yang tergolong belum cukup siap dengan itu semua, maka akan terjadi semacam konflik dengan kelompokkelompok pengubah, namun adanya konflik yang ada merupakan bagian dari gambaran revolusi sejati.

Adapun sebab utama dari perubahan sosial masyarakat diantaranya ialah:

a. Keadaan geografi tempat masyarakat itu berada

b. Keadaan biofisik kelompok

c. Kebudayaan

d. Sifat anomi manusia

Keempat unsur tersebut saling mempengaruhi, dan akhirnya mempengaruhi bidang-bidang yang lain.

Referensi

http://digilib.uinsby.ac.id/11372/5/Bab%202.pdf