Apa yang Dimaksud dengan Kepemimpinan dan Rezim Politik?

image

Dalam sosiologi politik ini terdapat kepemimpinan dan rezim politik yang bisa memengaruhi sekelompok orang atau masyarakat.

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan dan rezim politik?

Sosiologi politik juga memberikan perhatian tentang kepemimpinan politik sangat menarik dalam rangka mencari tahu bagaimana sebuah masyarakat atau tatanan sosialnya dipengaruhi oleh bagaimana seseorang atau sekelompok orang mengarahkan arah dan hubungan masyarakat. Sejarah memang selalu memunculkan sosok orang kuat yang lahir dari suatu kondisi sosial politik yang ada. Orang kuat itu seakan muncul untuk memberikan suatu jawaban psikologis bagi masyarakat yang biasanya dirundung masalah dan krisis.

Berbicara tentang model rezim politik atau kekuasaan di era modern ini akan lebih kompleks daripada bicara kekuasaan feodal, yaitu kekuasaan absolut monarkis (kerajaan), yang polanya lebih sederhana dan mudah dianalisis. Modernisasi, terutama dalam masyarakat kapitalistis, berpilar pada persaingan (kompetisi) dari berbagai kekuatan pemodal yang selalu tak terdiri dari satu.

Pertarungan dan interaksi di antara pemodal, belum lagi dengan buruh, yang membawa ekspresi ideologis-politis, akan menghasilkan berbagai jenis model kekuasaan. Tinggal siapakah yang menang dalam perebutan kekuasaan dan bagaimana pandangannya tentang kekuasaan yang ingin diwujudkannya.

Dalam hal ini, kita juga akan dibawa pada kemunculan berbagai gerakan politik dan bagaimana model kekuasaan yang dilahirkannya ketika menang. “Kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut akan korupsi secara absolut (power tends to corrupt, absolut power corrupt absolutely)” adalah ungkapan yang pernah dilontarkan pemikir politik Lord Acton, dan tampaknya ini menjadi rumus yang terbukti dalam kenyataan politik.

Suatu kekuasaan yang tanpa kontrol memang akan cenderung melahirkan kekuasaan totaliter atau otoriter. Oleh karenanya, selalu menarik untuk melihat kekuatankekuatan yang saling bertarung dan sejauh mana kekuatannya untuk melihat kekuasaan pemerintahan yang sedang bercokol sebagai hasil berbagai macam kekuatan politik yang ada.

Bagaimana kekuasaan pemerintah (negara) berhubungan dengan kekuatan sosial-politik lainnya, terutama kekuatan dari rakyat, akan menjelaskan pada kita apakah kekuasaan yang memerintah itu otoriter/totaliter atau tidak. Bahkan, kita juga melihatnya bagaimana sejarah kekuasaannya terbangun, dan bagaimana ia memperlakukan kekuatan lainnya, terutama kekuatan sosial-politik yang ada.