© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa yang dimaksud dengan Jenis Luka (Vulnus)?

Jenis Luka (Vulnus)

Luka adalah rusak atau hilangnya sebagian jaringan tubuh. Luka disini akan dibagi menurut dengan penyebabnya. Jenis luka perlu diketahui untuk mengetahui penyebab dan cara penyembuhannya.

Apa yang dimaksud dengan Jenis Luka (Vulnus) ?

Kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar yang berguna melindungi diri dari trauma luar serta masuknya benda asing. Apabila kulit terkena trauma, maka dapat menyebabkan luka/vulnus. Luka tersebut dapat merusak jaringan, sehingga terganggunya fungsi tubuh serta dapat mengganggu aktifitas sehari- hari.

Keadaan terjadinya diskontinuitas jaringan, dapat ditimbulkan oleh berbagai macam akibat yaitu trauma, meliputi luka robek (laserasi), luka akibat gesekan (abrasi), luka akibat tarikan (avulsi), luka tembus (penetrasi), gigitan, luka bakar, dan pembedahan.

Etiologi

Berdasarkan mekanisme trauma, terdiri dari :

Trauma tajam yang menimbulkan luka terbuka, misalnya :

  1. Vulnus Punctum (Luka Tusuk)
    Penyebab adalah benda runcing tajam atau sesuatu yang masuk ke dalam kulit, merupakan luka terbuka dari luar tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat, jika yang mengenai abdomen/thorax disebut vulnus penetrosum (luka tembus).

  2. Vulnus Scissum/Insivum (Luka Sayat)
    Penyebab dari luka jenis ini adalah sayatan benda tajam atau jarum merupakan luka terbuka akibat dari terapi untuk dilakukan tindakan invasif, tepi luka tajam dan licin.

  3. Vulnus Schlopetorum (Luka Tembak)
    Penyebabnya adalah tembakan, granat. Pada pinggiran luka tampak kehitam-hitaman, bisa tidak teratur kadang ditemukan corpus alienum.

  4. Vulnus Morsum (Luka Gigitan)
    Penyebab adalah gigitan binatang atau manusia, kemungkinan infeksi besar bentuk luka tergantung dari bentuk gigi

  5. Vulnus Perforatum (Luka Tembus)
    Luka jenis ini merupakan luka tembus atau luka jebol. Penyebab oleh karena panah, tombak atau proses infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan.

  6. Vulnus Amputatum (Luka Terpotong)
    Luka potong, pancung dengan penyebab benda tajam ukuran besar/berat, gergaji. Luka membentuk lingkaran sesuai dengan organ yang dipotong.Perdarahan hebat, resiko infeksi tinggi, terdapat gejala pathom limb.

Trauma tumpul yang menyebabkan luka tertutup (vulnus occlusum), atau luka terbuka (vulnus apertum), misalnya :

  1. Vulnus Laceratum (Laserasi/Robek)
    Jenis luka ini disebabkan oleh karena benturan dengan benda tumpul, dengan ciri luka tepi luka tidak rata dan perdarahan sedikit luka dan meningkatkan resiko infeksi.

  2. Vulnus Excoriasi (Luka Lecet)
    Penyebab luka karena kecelakaan atau jatuh yang menyebabkan lecet pada permukaan kulit merupakan luka terbuka tetapi yang terkena hanya daerah kulit.

  3. Vulnus Contussum (Luka Kontusio)
    Penyebab: benturan benda yang keras. Luka ini merupakan luka tertutup, akibat dari kerusakan pada soft tissue dan ruptur pada pembuluh darah menyebabkan nyeri dan berdarah (hematoma) bila kecil maka akan diserap oleh jaringan di sekitarnya jika organ dalam terbentur dapat menyebabkan akibat yang serius.

Trauma termal, (Vulnus Combustion-Luka Bakar), yaitu kerusakan kulit karena suhu yang ekstrim, misalnya air panas, api, sengatan listrik, bahan kimia, radiasi atau suhu yang sangat dingin (frostbite).

Jaringan kulit rusak dengan berbagai derajat mulai dari lepuh (bula), sampai karbonisasi (hangus).Terdapat sensasi nyeri dan atau anesthesia.

Patofisiologi

Vulnus terjadi apabila ada suatu trauma yang mengenai tubuh yang bisa disebabkan oleh trauma mekanis dan perubahan suhu (luka bakar).Vulnus yang terjadi dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala seperti bengkak, krepitasi, shock, nyeri, dan deformitas atau bisa juga menimbulkan kondisi yang lebih serius.Tanda dan gejala yang timbul tergantung pada penyebab dan tipe vulnus.

Macam-macam Luka

Menurut tipenya luka dibedakan menjadi 4 tipe luka yaitu :

  1. Luka bersih (Clean wound)
    Luka bersih adalah luka karena tindakan operasi dengan tehnik steril, misalnya pada daerah dinding perut, dan jaringan lain yang letaknya lebih dalam (non contaminated deep tissue), misalnya tiroid, kelenjar, pembuluh darah, otak, tulang.

  2. Luka bersih-kontaminasi (Clean contaminated wound)
    Merupakan luka yang terjadi karena benda tajam, bersih dan rapi, lingkungan tidak steril atau operasi yang mengenai daerah usus halus dan bronchial.

  3. Luka kontaminasi (Contaminated wound)
    Luka ini tidak rapi, terkontaminasi oleh lingkungan kotor, operasi pada saluran terinfeksi (usus besar, rektum, infeksi bronkhial,saluran kemih)

  4. Luka infeksi (Infected wound)
    Jenis luka ini diikuti oleh adanya infeksi, kerusakan jaringan, serta kurangnya vaskularisasi pada jaringan luka.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Terjadi trauma, ada jejas, memar, bengkak, nyeri, rasa panas di daerah trauma.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Inspeksi: adanya kerusakan jaringan didaerah trauma, ada perdarahan, edema sekitar area trauma, melepuh, kulit warna kemerahan sampai kehitaman.
Palpasi: nyeri tekan, atau anestesi. Pemeriksaan Penunjang : -

Penegakan Diagnostik (Assessment)

  1. Gejala Lokal

    • Nyeri terjadi karena kerusakan ujung-ujung saraf sensoris. Intensitas atau derajat rasa nyeri berbeda-beda tergantung pada berat/luas kerusakan ujung-ujung saraf , etiologi dan lokasi luka.

    • Perdarahan, hebatnya perdarahan tergantung pada lokasi luka, jenis pembuluh darah yang rusak.

    • Diastase yaitu luka yang menganga atau tepinya saling melebar

    • Gangguan fungsi, fungsi anggota badan akan terganggu baik oleh karena rasa nyeri atau kerusakan tendon.

  2. Gejala umum
    Gejala/tanda umum pada perlukaan dapat terjadi akibat penyulit/ komplikasi yang terjadi seperti syok akibat nyeri dan atau perdarahan yang hebat.

Pada kasus vulnus diagnosis pertama dilakukan secara teliti untuk memastikan apakah ada pendarahan yang harus dihentikan. Kemudian ditentukan jenis trauma apakah trauma tajam atau trauma tumpul, banyaknya kematian jaringan, besarnya kontaminasi dan berat jaringan luka.

Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

  1. Pertama dilakukan anestesi setempat atau umum, tergantung berat dan letak luka, serta keadaan penderita, luka dan sekitar luka dibersihkan dengan antiseptik. Bahan yang dapat dipakai adalah larutan yodium povidon 1% dan larutan klorheksidin ½%, larutan yodium 3% atau alkohol 70% hanya digunakan untuk membersih kulit disekitar luka.

  2. Kemudian daerah disekitar lapangan kerja ditutup dengan kain steril dan secara steril dilakukan kembali pembersihan luka dari kontaminasi secara mekanis, misalnya pembuangan jaringan mati dengan gunting atau pisau dan dibersihkan dengan bilasan, atau guyuran NaCl.

  3. Akhirnya dilakukan penjahitan bila memungkinkan, dan luka ditutup dengan bahan yang dapat mencegah lengketnya kasa, misalnya kasa yang mengandung vaselin ditambah dengan kasa penyerap dan dibalut dengan pembalut elastis.

Komplikasi Luka

  1. Penyulit dini seperti : hematoma, seroma, infeksi
  2. Penyulit lanjut seperti : keloid dan parut hipertrofik dan kontraktur

Peralatan
Alat Bedah Minor : gunting jaringan, pinset anatomis, pinset sirurgis, gunting benang, needle holder, klem arteri, scalpel blade & handle.

Prognosis
Tergantung dari luas, kedalaman dan penyebab dari trauma.

Kata Luka dalam bahasa latin adalah “Vulnus”. Sehingga biasanya jika sebuah diagnosa di awali dengan huruf “V” maka akan berhubungan dengan luka.

Berikut adalah 10 jenis luka dan perawatan awalnya.

  1. Vulnus Laceratum (Laserasi)

    Vulnus Laceratum atau di singkat “VL” adalah luka yang mengakibatkan robek pada kulit dengan identifikasinya memiliki dimensi panjang, lebar dan dalam. Biasanya Vulnus Laceratum diakibatkan karena terjatuh, terkena ranting pohon, terkena batu sehingga menimbulkan robekan pada kulit.

  2. Vulnus Excoriasi (Luka Lecet)

    Vulnus Excoriasi atau di singkat “VE” adalah luka yang di akibatkan terjadi gesekan dengan benda keras. Cara mengidentifikasikan Vulnus Excoriasi adalah luka yang memiliki Panjang dan Lebar, Berbeda dengan “VL” yang memiliki kedalaman luka. Sebagai contoh luka lecet akibat terjatuh dari motor sehingga terjadi gesekan antara anggota tubuh dengan aspal.

  3. Vulnus Punctum (Luka Tusuk)

    Vulnus Punctum atau di singkat “VP” adalah luka akibat tusukan benda tajam, yang mengakibatkan luka sempit dan dalam.

  4. Vulnus Contussum (Luka Kontusiopin)

    Vulnus Contussum atau di singkat “VC” adalah luka akibat pecahnya pembuluh darah di bawah kulit, tidak terjadi robekan dan pendarahan keluar. Vulnus Contussum terjadi akibat benturan keras sehingga menimbulkan warna merah kehitaman atau kebiruan pada kulit.

  5. Vulnus Insivum (Luka Sayat)

    Vulnus Insivum atau di singkat “VI” adalah jenis luka kecil dan tipis yang di sengaja dalam proses pengobatan.

  6. Vulnus Schlopetorum

    Vulnus Schlupetorum atau di singkat “VS” adalah jenis luka yang dalam akibat terkena peluru atau tembakan senjata.

  7. Vulnus Morsum (Luka Gigitan)

    Vulnus Morsum atau di singkat “VM” adalah jenis luka yang disebabkan oleh gigitan gigi, baik itu oleh manusia ataupun hewan.

  8. Vulnus Perforatum

Vulnus Perforatum adalah luka tembus yang merobek dua sisi tubuh yang disebabkan oleh senjata tajam seperti panah, tombak atau pun proses infeksi yang sudah meluas sehingga melewati selaput serosa/epithel organ jaringan tubuh.

  1. Vulnus Amputatum

    Vulnus Amputatum adalah luka yang di akibatkan terputusnya salah satu bagian tubuh, biasa di kenal dengan amputasi. Luka yang di sebabkan oleh amputasi di sebut Vulnus Amputatum.

  2. Vulnus Combustion (Luka Bakar)

    Vulnus Combustion adalah jenis luka bakar yang di akibatkan rusaknya jaringan kulit akibat thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia.