Apa yang dimaksud dengan Interviewing Technique dalam melakukan identifikasi risiko?

manajemen_risiko
identifikasi_risiko

(Bunga Arlin) #1

risiko

Seperti yang kita ketahui, dalam mengidentifikasi risiko terdapat beberapa pendekatan dan teknik yang dapat digunakan. Salah satu teknik tersebut adalah Interviewing.

Lalu, apa penjelasan lebih lanjut mengenai teknik Interviewing tersebut?


(Rifdah Nur Fadhilah) #2

Interviewing adalah teknik yang penting dan berguna untuk mengidentifikasi risiko atau mengatasi ketidakpastian. Dimana ahli individu ditanya berdasarkan sekumpulan pertanyaan yang telah disiapkan. Adapun wawancara terstruktur yang menjawab berdasarkan pertanyaan yang ditentukan sementara wawancara semi-terstruktur memungkinkan percakapan untuk mengeksplorasi isu-isu dan topik yang muncul selama wawancara. Wawancara yang dibangun dengan baik dapat mendorong para ahli untuk melihat masalah dari perspektif baru.

Wawancara paling berguna ketika diinginkan untuk mengumpulkan orang-orang untuk melakukan brainstorming atau proses yang lebih formal. Struktur wawancara biasanya memastikan hasil yang lebih produktif daripada diskusi mengalir bebas dalam suatu kelompok. Wawancara dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko atau menilai efektivitas opsi manajemen risiko. Wawancara dapat digunakan juga untuk mengumpulkan masukan pemangku kepentingan untuk proses manajemen risiko.

Output dari proses wawancara adalah catatan terdokumentasi dari pandangan yang diwawancarai pada subjek wawancara. Kelebihan dalam menggunakan wawancara untuk identifikasi risiko adalah:

  • Berguna untuk kelompok yang besar.
  • Struktur wawancara yang baik akan memastikan keseragaman cakupan suatu masalah.
  • Komunikasi satu-ke-satu memungkinkan percakapan menjadi lebih berkembang (semi-terstruktur).
  • Ada catatan informasi yang didapat.

Tetapi, ada pula kelemahannya yaitu:

  • Membutuhkan persetujuan sebelumnya untuk melakukan survei wawancara.
  • Memakan waktu dan tenaga kerja.
  • Manfaat interaksi kelompok tidak ada (kesalahan lebih mungkin daripada dalam diskusi kelompok, imajinasi tidak terpicu).

Sumber :
http://www.corpsriskanalysisgateway.us/lms/course.cfml?crs=13&crspg=152