Apa yang dimaksud dengan Handout?

Handout adalah bahan ajar yang berisikan ringkasan materi dari berbagai sumber yang relevan dengan kompetensi dasar dibuat guru untuk menjadi pedoman.

Handout adalah bahan ajar yang sangat ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Bahan ajar ini diberikan kepada peserta didik guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran (Prastowo, 2011).

Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout termasuk media cetakan yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi belajar yang biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik (Depdiknas, 2008).

Uraian bahan ajar yang ada dalam kurikulum atau persiapan mengajar (GBPP/silabus, SAP/RPP), bisa berupa ringkasan dari bahan terurai yang ada dalam buku teks. Bahan dasar bagi gadik/instruktur dan peserta didik untuk kemudian diperdalam dan diperluas baik dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan di laboratorium, kegiatan lapangan, maupun melalui kajian atas buku sumber wajib dan referensi.

Handout atau HO adalah “segala sesuatu” yang diberikan kepada mahasiswa ketika mengikuti kegiatan perkuliahan. HO dimaksudkan untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi mahasiswa. HO dapat digunakan untuk beberapa kali pertemuan sangat tergantung dari disain dan lama waktu untuk penyelesaian satuan perkuliahan tersebut, (Cholifah : 2010).

Menurut Nurmaningsih (Ristyastini, 2012) handout adalah selebaran tertulis tentang materi pelajaran yang diedarkan kepada siswa secara cuma-cuma sebagai bahan penjelasan yang dapat berupa skema, diagram, rangkuman terbatas, maupun contoh-contoh perhitungan yang dapat memudahkan pemahaman siswa tentang konsep yang diberikan sehingga siswa dapat belajar lebih efisien.

Menurut Chai – Chairi (Diar Achda : 2013 ), Handout termasuk media cetak yang meliputi bahan-bahan yang disediakan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi belajar, biasanya diambil dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Katrin (1996, dalam Diar Achda, 2013) Handout adalah catatan yang dibuat oleh guru yang digandakan dan dibagikan kepada siswa yang melingkupi pokok-pokok penting pelajaran, jadwal pelajaran, tujuan pelajaran, tugas atau pekerjaan rumah dan sumber referensi. Slide presentasi power point diberikan kepada siswa sebelum sesi kelas sebagai handout yang download, dan diselenggarakan dengan cara berikut.

Tiga tingkat kelengkapan handout adalah: lengkap, mengisi kosong, dan tidak lengkap. Handout lengkap didefinisikan sebagai slide power point yang berisi semua konsep untuk presentasi dengan tidak ada informasi baru yang diperkenalkan secara lisan oleh instruktur, handout ini persis mencerminkan slide presentasi. Secara teoritis, pencatatan tidak akan diperlukan dan siswa akan bebas untuk mendengarkan instruktur tanpa gangguan dari pencatatan.

Handout isian kosong didefinisikan sebagai slide power point yang 75% selesai, dengan kosong yang dipilih, ditandai dengan garis bawah, dimana siswa akan perlu mengisi kata yang hilang atau konsep. Handout yang tidak lengkap didefinisikan sebagai slide power point yang berisi 50% dari informasi untuk presentasi, memerlukan pencatatan untuk mengisi kesenjangan konten dan memperluas konsep.

Handout yang tersebut biasanya dibangun sebagai judul poin-poin, membutuhkan siswa untuk mengisi informasi tambahan, (Nelson, 2013).

Unsur-unsur Handout

Handout sebagai salah satu bentuk bahan ajar memiliki struktur yang terdiri atas dua unsur yaitu judul dan informasi pendukung. Adapun kedua unsur yaitu pertama identitas handout. Unsur ini terdiri atas nama sekolah, kelas, nama mata pelajaran , pertemuan ke-, handout ke -, jumlah halaman dan mulai berlakunya handout. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah kepedulian, keinginan dan keterampilan pendidik dalam menyajikan materi. Ketiga hal inilah yang sangat menentukan kualitas handout.

Menurut Adriani, dalam Prastowo (2011) bahwa handout dapat berisi penjelasan, pertanyaan dan kegiatan para peserta didik, dan pemberian umpan balik maupun langkah tindak lanjut. Sehingga, handout menjadi bahan ajar yang bisa diperkaya dengan berbagai macam fungsi, salah satunya sebagai alat evaluasi.

Manfaat dan Tujuan Pembuatan handout

Menurut Steffen dan Peter Ballstaedt yang dikutip dalam bukunya Prastowo (2011), fungsi handout antara lain:

  1. Membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat,
  2. Sebagai pendamping penjelas pendidik,
  3. Sebagai bahan rujukan peserta didik,
  4. Memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan,
  5. Memberi umpan balik, dan
  6. Menilai hasil belajar.

Penyusunan handout dalam kegiatan pembelajaran memiliki beberapa manfaat, di antaranya memudahkan peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran, serta melengkapi kekurangan materi, baik materi yang diberikan dalam buku teks maupun materi yang diberikan secara lisan oleh pendidik, (Prastowo, 2011).

Menurut Andi Prastowo (2011) dalam fungsi pembelajaran, pembuatan handout memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi peserta didik;
  2. Untuk memperkaya pengetahuan peserta didik; dan
  3. Untuk mendukung bahan ajar lainnya atau penjelasan dari pendidik.

Menurur Prastowo handout adalah bahan pembelajran yang sangat ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literarture yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Sedangkan menurut Depdiknas, handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik.

Fungsi Handout

Steffen dan Ballstaedt dalam Prastowo menjelaskan bahwa fungsi handout antara lain: (1) membantu peserta didik agar tidak perlu mencatat, (2) sebagai pendamping penjelasan pendidik, (3) sebagai bahan rujukan peserta didik, (4) memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar, (5) pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan, (6) memberi umpan balik, dan (7) menilai hasil belajar.

Berdasarkan penjelasan diatas fungsi utama dari handout adalah untuk mempermudah peserta didik dalam belajar, terutama saat di luar jam sekolah. Peserta didik saat ini cenderung malas untuk membaca buku ajar yang biasa digunakan. Peserta didik juga terkadang tidak mencatat penjelasan atau informasi tambahan yang disampaikan oleh guru. Dengan adanya handout , peserta didik dapat belajar dengan mudah dan menyenangkan. Isi handout yang ringkas dapat membangkitkan motivasi peserta didik untuk belajar.

Jenis-jenis handout

Berdasarkan karakteristik mata pelajarannya, handout dibedakan menjadi dua macam, yaitu handout mata pelajaaran praktik dan non praktik.

  1. Handout mata pelajaran praktik

Pada jenis mata pelajaran praktik susunan handout- nya memiliki ketentuan, sebagai berikut:

  • Materi pokok kegiatan praktik, didalaamnya terdiri dari langkah- langkah kegiatan atau proses yag harus dilakukan oleh siswa, langkah demi langkah dalam memilih alat, merangkai dan menggunakan alat atau instrumen yang akan digunakan atau dipasangkan dalam unit atau rangkaian kegiatan praktik.

  • Pembelajaran dengan melakukan praktik ini berbeda dengan pembelajaran teori, pengalaman, dan keterampilan siswa sangat diharapkan dalam penggunaan alat atu instrumen praktik (harus mutlak benar), salah dalam merangkai atau menggnakan akan berakibat faltal, kerusakan atau bahkan kecelakaan.

  • Perlu atau sering kali dilakukan pretest terlebih dahulu, sebelum siswa memasuki ruangan labolatorium, untuk mengetahui sejauh mana siswa telah siap dengan segala apa yang akan dilakukan praktik tersebut.

  • Penggunaan alat evaluasi sangat diperlukan untuk umpan balik dan untuk melihat tingkat ketercapaian tujuan, serta kompetensi yang harus dikuasai dan dicapai oleh setiap siswanya.

  • Keselamatan kerja di labolatorium perlu dibudayakan dalam kegiatan prakti, baik dilab atau di bengkel.

  1. Handout mata pelajaraan nonpraktik

Untuk jenis mata pelajaran nonpraktik, susunan handout- nya memiliki ketentuan sebagai berikut:

Sebagai acuan handout adalah SAP (Satuan Acara Pembelajaran), Format handout:

  • Bebas ( slide , transparansi, paper based) dan dapat berbentuk narasi kalimat tetapi singkat atau skema ( flowchart) dan gambar,

  • Tidak perlu pakai header dan footer untuk slide, cukup halaman pertama saja.

  • Konten atau isi handout terdiri dari overview materi dan perincian materi.

Struktur handout

Prastowo mengemukakan pendapat lain mengenai struktur isi handout . Secara lebih perinci unsur-unsur tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Identitas handout . Identitas handout ini meliputi tujuh bagian, yaitu: nama madrasah, kelas, nama mata pelajaran, pertemuan ke-, handout ke-, jumlah halaman, dan mulai berlakunya handout .

  2. Materi pokok atau materi pendukung pembelajaran yang akan disampaikan