Apa yang dimaksud dengan Greenhouse?

Rancangan greenhouse berpengaruh besar terhadap lingkungan mikro di dalamnya. Greenhouse yang baik adalah green house yang kuat.

Apa yang dimaksud dengan Greenhouse?

Istilah greenhouse menurut Widyastuti (1993) berasal dari kata “green” yang berarti hijau dan “house” yang berarti rumah. Greenhouse didefinisikan sebagai suatu bangunan yang memiliki struktur atap atau dinding yang bersifat tembus cahaya, memungkinkan cahaya yang dibutuhkan tanaman bisa masuk ke dalam bangunan akan tetapi tanaman tetap dapat terhindar dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan seperti curah hujan yang deras, tiupan angin yang kencang atau keadaan suhu yang terlalu tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman (Nelson, 1981).

Menurut Slamet Soeseno (1985), istilah greenhouse digunakan untuk menyatakan bangunan tempat menumbuhkan tanaman yang akan hijau terus, dan tidak tergantung keadaan lingkungan di luar bangunan. Fungsi greenhouse di daerah tropis seperti Indonesia lebih ditekankan sebagai sarana pelindung tanaman terhadap iklim ekstrim, terutama mengurangi intensitas cahaya matahari, terpaan curah hujan, dan mengurangi intensitas serangan hama penyakit (Widyastuti, 1993).

Konsep greenhouse adalah berdasarkan greenhouse effect. Menurut Boutet dan Terry (1987), radiasi gelombang pendek yang masuk ke dalam greenhouse diubah menjadi gelombang panjang karena melewati bahan penutup, yaitu atap dan dinding serta dipantulkan oleh lantai maupun bagian kontruksi greenhouse. Radiasi gelombang panjang yang terperangkap di dalam greenhouse menyebabkan naiknya suhu udara di dalam greenhouse.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diperhatikan bentuk greenhouse maupun sirkulasi udara didalamnya. Bentuk greenhouse bermacam-macam, yang membedakan satu sama lain adalah tipe atapnya. Ada beberapa tipe greenhouse beriklim subtropika yang telah dikenal, yaitu Flat, Shed, Uneven Span, Even Span, Venlo House, Mansard, Arch, Tunnel, dan Cold.

Ketika greenhouse mulai diperkenalkan di kawasan yang beriklim tropika, terjadi adaptasi rancangan atap dari berbagai greenhouse yang umum digunakan di kawasan yang beriklim subtropika. Adaptasi tersebut menjadi tiga jenis rumah tanaman yang yang kemudian umum digunakan di kawasan yang beriklim tropika, yaitu semi monitor, modified standard peak, dan modified arch. Masing-masing tipe greenhouse tersebut dilengkapi dengan bukaan ventilasi pada bubungan (Suhardiyanto, 2009).

Greenhouse dibangun dengan adanya perencanaan terlebih dahulu, salah satunya adalah perencanaan dalam kontruksi utama. Ada tiga bagian utama kontruksi greenhouse, yaitu bagian atap, dinding, dan lantai. Atap adalah bagian teratas pada greenhouse, berfungsi untuk melindungi bangunan dari iklim, terdiri dari kuda-kuda, rangka atap, dan penutup. Dinding berfungsi melindungi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti angin, hama, hujan, debu dan lain-lain. Bahan pelindung itu adalah bahan yang dapat melewatkan angin, misalnya kain kasa. Lantai berfungsi memperkeras dasar bangunan agar kebersihan ruangan dapat terjaga. Bahan yang digunakan biasanya mulsa, beton dan tanah.

Permasalahan yang biasanya terjadi dalam greenhouse dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Permasalahan tersebut adalah tingginya suhu udara didalam greenhouse yang dapat mencapai tingkat yang memicu stress pada tanaman. Selain itu tingginya kelembaban udara dapat mengganggu pertumbuhan tanaman karena merangsang pertumbuhan jamur yang menimbulkan penyakit pada tanaman. Suhu udara yang terlalu tinggi di dalam greenhouse dapat dicegah dengan cara memperbesar laju ventilasi.

Ventilasi adalah proses pertukaran udara dari dalam ke luar greenhouse dan sebaliknya untuk memindahkan panas akibat radiasi matahari, menambah konsentrasi karbondioksida di udara, dan mencegah kelembaban udara agar tidak terlalu tinggi. Ada dua jenis ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi mekanik. Ventilasi alamiah terjadi karena adanya perbedaan tekanan di dalam dan di luar greenhouse akibat faktor angin dan termal. Ventilasi mekanik terjadi karena bantuan kipas listrik. Kipas listrik membuang udara panas keluar dari greenhouse sehingga tekanan udara di dalam greenhouse turun dan udara luar dapat masuk melalui bukan greenhouse.

Selain dengan memperbesar laju ventilasi, cara lain yang dapat dilakukan untuk menyikapi massalah suhu udara yang tinggi dalam greenhouse adalah zone cooling. Dalam zone cooling, penurunan suhu dilakukan secara terbatas dengan mengalirkan larutan nutrisi yang didinginkan ke daerah perakaran. Meskipun suhu udara di dalam rumah tanaman tinggi, tetapi apabila suhu di daerah perakaran dapat dipertahankan cukup rendah, maka pertumbuhan tanaman akan cukup baik (Suhardiyanto, 1994).