Apa yang dimaksud dengan dekomposisi dalam computational thinking?

image

Dekomposisi merupakan proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana; penguraian.

Apa yang dimaksud dengan dekomposisi dalam computational thinking ?

Dekomposisi atau decomposition adalah salah satu metode yang dapat diterapkan di Computational Thinkin. Computational thinking sendiri memiliki arti pendekatan yang dapat kita lakukan dalam proses belajar, yang tujuannya untuk bisa mencapai sesuatu yang ingin kita raih. Menggunakan metode dekomposisi, masalah yang kita punya akan dijadikan menjadi pecahan-pecahan masalah kecil atau dijadikan sub bab-sub bab. Pecahan-pecahan masalah yang menjadi lebih sederhana itulah yang membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang besar tadi. Karena jika kita memilih untuk langsung menyelesaikan masalah yang besar akan terasa sulit, tetapi apabila masalah tersebut dipecah akan lebih mudah kita menyelesaikannya.

Menggunakan metode dekomposisi sangat luas penerapannya, lebih baik jika mempunyai masalah yang menurut kita besar bisa kita pecahkan dengan metode ini. Hal ini dapat diilustrasikan saat kita ingin mengetahui bagaimana sebuat handphone dapat menyala dan dapat digunakan. Dengan masalah ingin mengetahui bagaimana cara handphone dapat bekerja, kita dapat memisahkan setiap bagian dari handphone, dan masing-masing dari bagian tersebut dapat kita periksa cara kerjanya secara rinci. Tentu saja dengan metode tersebut akan lebih mudah menemukan jawaban yang kita cari daripada harus memeriksa handphone tanpa dipisah setiap rangkaiannya dahulu.
gambar
Dekomposisi juga dapat kita gunakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan komputer. Dekomposisi dalam ilmu komputer dengan cara memecahkan masalah atau sistem yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipahami dan lebih mudah untuk diprogram. Hampir semua masalah dari membuat kue, membuat aplikasi, sampai menyelesaikan kasus pencurian dapat dipecahkan dengan menggunakan metode dekomposisi ini. Metode dekomposisi adalah metode yang sangat cerdas yang akan membantu untuk mencapai apa yang akan ingin kita capai selanjutnya.
gambar

SUMBER:


Dekomposisi adalah suatu cara/metode untuk menyelesaikan masalah. Masalah yang dimaksud adalah proses pemecahan masalah yang mencakup sejumlah karakteristik, seperti memesan dan menganalisa data secara logis dan menciptakan solusi dengan menggunakan serangkaian langkah terurut (atau algoritme), seperti kemampuan untuk menangani kompleksitas dan masalah terbuka dengan percaya diri. dengan kata lain dekomposisi itu adalah membuat masalah yang awalnya besar menjadi lebih kompleks atau lebih ringan.
CT
Cara melakukan dekomposisi yaitu dengan cara memilah-milah masalah yang ada dan dipangkas sedemikian hingga agar mudah dilakukan. Metode Dekomposisi sangatlah penting karena dapat membantu kita menyelesaikan masalah satu per satu, mulai dari masalah yang kecil dan mudah sampai masalah yang besar dan sulit.
otak
Contoh dekomposisi adalah ketika mempunyai banyak tugas dari dosen, kita bisa memilih mana yang harus didahulukan. Akan lebih mudah jika menyelesaikannya sebelum deadline. Jika tugas yang pertama sudah selesai maka lanjutkan dengan tugas berikutnya. Contoh yang lebih simpel yaitu ketika ingin memasak makanan pasti kita membutuhkan bahan dan alat. Dari situ kita bagi satu per satu, mana yang termasuk bahan dan mana yang termasuk alat. Setelah selesai persiapannya baru kita buat masakannya.
masak

Sumber :


https://computationalthinkingcourse.withgoogle.com/unit

Dekomposisi ialah proses pemecahan suatu masalah kompleks menjadi masalah yang kecil kecil agar masalah tersebut mudah dipahami,diteliti dan diselesaikan secara terpisah. Hal ini membantu dalam pemecahan masalah yang tergolong rumit dan mendesain suatu sistem pemecahan masalah itu sendiri.

Lalu mengapa dekomposisi itu penting ? Karena jika masalah tidak di dekomposisi maka akan lebih sulit untuk dipecahkan. Terlebih jika masalah itu kompleks. Menyelesaikan masalah secara kecil kecil dan satu persatu lebih mudah daripada menyelesaikan masalah secara kompleks sekaligus. Menyelesaikan masalah secara dekomposisi juga berarti menyelesaikan masalah secara detail.

Sebagai Contoh, ketika kita mengembangkan sebuah game, sebuah pembuatan game akan lebih mudah jika setiap pegawai membuat setiap level permainan itu sendiri, daripada membuat game sekaligus. Akan lebih mudah lagi jika setiap pegawai disuruh mengerjakan secara spesifik tentang game tersebut.

Contoh Lain ialah ketika kita mempelajari struktur tubuh manusia. Akan lebih mudah bagi kita mempelajari satu persatu organ tubuh manusia daripada belajar anatomi tubuh manusia secara keseluruhan. Maka dari itu dekomposisi merupakan pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah kompleks.

Source :

Pada dasar nya dekomposisi dalam computational thinking adalah proses pemecahan sebuah masalah yang cukup rumit menjadi beberapa masalah kecil yang lebih mudah.

Dekomposisi masalah ini biasanya menggunakan metode “divide and conquer” yaitu membagi sebuah masalah besar dan menyelesaikan satu persatu. metode ini sangat lah penting dalam menyelesaikan masalah apapun seperti halnya masalah dalam membuat program sistem.

Langkah - langkah mendekomposisi masalah

  1. pertama dengan menganalisis masalah tersebut agar dapat di pecah menjadi beberapa masalah kecil yang tepat. hal ini disebut analysis

  2. memparalel kan masalah - masalah kecil tersebut agar dapat selesai dengan efektif dan efisien. hal ini lah yang disebut parallelization

  3. setelah masalah - masalah kecil tersebut telah di selesaikan, maka akan digabungkan kembali menjadi sebuah masalah rumit yang terselesaikan. hal ini lah yang dinamakan synthesis

Contoh mendekomposisi masalah adalah saat kita ingin membuat robot berjalan keluar dari labirin, kita tidak bisa langsung memberikan tujuan keluar ke pada robot, tapi kita harus memberikannya sebuah aturan - aturan sederhana seperti maju, belok kanan, belok kiri.

Setelah kita mengetahui apa itu dekomposisi masalah, lalu mengapa kita harus melakukannya? mengapa dekomposisi masalah itu penting?. tentu sangat penting, dengan dekomposisi masalah, masalah yang rumit akan menjadi lebih mudah dikerjakan dan membuat kita menjadi lebih sulit untuk putus asa saat menghadapi masalah yang rumit.

“if you can’t slove a problem, then there is an easier problem you can solve : find it.”-George Polya

http://www.bbc.co.uk/education/guides/zqqfyrd/revision/1




Computational Thinking adalah cara untuk memecahkan masalah. yang memiliki berbagai konsep diantaranya adalah Dekomposisi.

Dekomposisi adalah sebuah konsep untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks, dengan melalui proses pembagian bertahap untuk dijadikan lebih kecil dan rinci supaya mudah untuk diselesaikan

Dekomposisi memiliki banyak keunggulan karena bisa memecahkan berbagai masalah dengan efektif
Cara melakukan dekomposisi adalah memprioritaskan suatu masalah dari yang paling mudah, dan dikerjakan sesuai keahlian yang dimiliki secara bertahap

Contoh dekomposisi dalam kegiatannya adalah, ketika kelompok mahasiswa mau melakukan penelitian dan kerja lapangan, maka harus mempersiapkan langkah-langkah dan memperhatikan masalah kecil seperti keadaan cuaca, surat izin, anggota, buku panduan, dan sumber daya yang terdapat

dicti2

menerapkan metode dekomposisi setiap hari juga dapat melatih kita dalam menghadapi berbagai masalah . Jika kita sudah terbiasa menerapkan dekomposisi , kedepanya kita akan mudah dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan rinci

source :


https://community.computingatschool.org.uk

DECOMPOSITION

Dekomposisi adalah suatu identifikasi yang akan dianalisis menjadi bagian-bagian yang terpisah kemudian dapat dipahami, dipecahkan, dikembangkan dan dievaluasi untuk membuat masalah lebih mudah diatasi atau cara berpikir tentang masalah, algoritma, artefak, proses dan sistem dalam hal bagiannya.
Selain itu dalam Computional Thinking Dekomposisi harus ada pada dasarnya dengan fungsi yang sama dalam pemecahan masalah yang rumit menjadi beberapa masalah kecil yang lebih mudah dipahami

Contohnya, jika kita mengidentifikasi suatu masalah, kita terlebih dahulu melakukan Dekomposisi yaitu memecah suatu masalah menjadi bagian terkecil agar kita dapat membuat masalah tersebut jadi lebih mudah diatasi.Selain itu dalam membuat aplikasi kita juga harus melakukan Dekomposisi untuk dapat merancang dan menciptakan suatu design dalam aplikasi tersebut.

Dekomposisi juga dapat kita gunakan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan komputer karna sebelum komputer bisa memecahkan masalah, masalah dan cara penyelesaiannya harus dipahami dan di Dekomposisi membantu dengan memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih mudah ditangani.

Terlihat jelas sistem Decomposition dalam gambar diatas yaitu suatu masalah yang sangat besar dan selanjutnya dipecah-pecah menjadi terkecil untuk memudahkan dalam menemukan suatu solusi dalam masalah tersebut.

Referensi :

Dekomposisi

Dalam kasus atau permasalahan yang kompleks dan rumit, tidaklah mudah untuk menyelesaikannya. Perlu tahapan-tahapan tertentu agar efektif dan efisian dalam mencari solusi. Salah satu cara dan sebagai cara awal ialah dengan Dekomposisi masalah. Dekomposisi adalah sebuah metode membagi permasalahan menjadi bagian yang lebih spesifik dan detail lagi. Cara ini bertujuan agar solusi yang nantinya didapat sesuai dengan solusi yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan. Ketika mencari solusi dari permasalahan tanpa mendekomposisi dahulu akan memakan cukup waktu dan juga belum tentu efektif. Cara ini lah yang dirasa tepat untuk itu.

Langkah-langkah untuk mendekomposisi masalah adalah dengan membagi masalah menjadi sub masalah yang lebih spesifik lagi seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf pertama. Sub masalah disini ialah beberapa bagian yang mempunyai pengaruh penting dalam suatu permasalahan. Ketika sub masalah sudah ditemukan dan tersusun, bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Setelah masalah sudah dibagi menjadi beberapa detail masalah, pecahkan masalah dimulai dari detail-detail yang kecil. Lalu, susun solusi dari detail-detail masalah menjadi sebuah solusi untuk permasalahan yang utama.

Sebagai contoh, ketika kita akan membuat sebuah games, ada beberapa detail games yang perlu diperhatikan dan perlu di dekomposisi. Seperti, alur cerita, tata suara, animasi, dan grafik games. Lalu, dari detail-detail tersebut dikerjakan oleh seorang yang ahli dalam bidang tersebut. Dengan begitu akan meringankan beban ketika menyelesaikan project games yang akan dibuat. Inilah yang dinamakan dekomposisi sebuah masalah.

Mengapa dekomposisi penting untuk menyelesaikan masalah? Karena, dengan mendekomposisi masalah akan membuat kerja lebih ringan, efektif, dan efisien seperti dalam contoh membuat games.

Referensi :

https://www.youtube.com/results?search_query=decomposition+in+computational+thinking

https://www.juleszone.com/computational-thinking-jules

Dekomposisi

Dekomposisi memiliki pengertian bahasa yaitu mengurai, atau yang bisa diperinci menjadi proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Sedangkan pengertian Dekomposisi pada Computational thinking adalah suatu proses pemecahan suatu masalah yang komplex dan rumit menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, lebih spesifik, dan lebih detail lagi. Proses dekomposisi sangatlah penting dalam mencari solusi yang efektif, efisien, dan membuat kerja menjadi lebih ringan daripada harus mecari solusi dari masalah yang komplex dan rumit tanpa di dekomposisikan terlebih dahulu.

Langkah-langkah dari proses dekomposisi suatu masalah yang komplex adalah dengan cara :

  1. Analysis. Proses ini adalah suatu kegiatan menganalisis suatu masalah komplex dan rumit agar bisa dipecah menjadi beberapa masalah yang lebih kecil dan lebih sederhana. Proses analisis ini tidak hanya dilakukan sekali, namun harus dilakukan beberapa kali hingga mendapatkan sub-masalah yang tidak bisa dipecahkan lagi

  2. Parallelization. Proses ini adalah suatu proses untuk mengelompokkan sub-masalah yang memiliki cara penyelesaian yang sama, sehingga dapat mempersingkat waktu dalam hal mencari penyelesaian masalahnya

  3. Synthesis. Proses ini adalah suatu proses untuk menggabungkan kembali masalah yang telah dipecah-pecah menjadi masalah yang utuh. Dengan ini kita dapat menyelesaikan masalah awal dengan langkah-langkah yang telah kita temukan ketika masalah tersebut masih menjadi sub-masalah

Contoh dalam melakukan proses dekomposisi suatu masalah adalah saat kita ingin membuat suatu sepedah pancal. Kita akan memecahnya menjadi badan sepedah, alat pengatur kecepatan sepedah, dan alat pengatur arah sepedah. Selanjutnya kita akan memecah alat pengatur kecepatan menjadi pedal dan rem, sedangkan alat pengatur arah adalah stang. Dari sub-masalah tersebut kita masih dapat memecah lagi menjadi beberapa bagian lagi. Dan dengan mendapatkan sub-masalah terkecil kita dapat membuat bagian dari sepedah terkecil dahulu. Contoh tersebut adalah salah satu dari proses mendekomposisikan suatu masalah.

Referensi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/dekomposisi

Computational thinking adalah sebuah metode, tahapan, konsep dan proses untuk menyelesaikan masalah dengan sistematis dan mengandalkan logika. Sebagaimana sebuah computer bekerja untuk membantu menyelesaikan masalah. Dalam computational thinking, terdapat beberapa tahapan yang dikerjakan untuk menyelesaikan masalah. Yang salah satunya adalah dekomposisi.

Jika berbicara tentang dekomposisi, dapat diibaratkan seperti saat Anda memakan bakso. Anda tidak mungkin memakannya dalam satu kali suapan, pasti Anda perlu memotongnya beberapa bagian agar Anda dapat dengan mudah memakannya. Seperti itulah dekomposisi, yang dapat diartikan sebagai memecah atau membagi masalah ke beberapa bagian sehingga dapat lebih mudah diselesaikan. Karena ketika manusia menemui masalah besar, manusia cenderung merasa terbebani dan akhirnya kesusahan dalam menyelesaikan masalah. Untuk itulah dekomposisi sangat perlu dilakukan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk men-dekomposisi masalah :

  1. Pahami masalah itu sendiri. Memahami masalah dapat dilakukan dengan mengidentifikasinya lalu menguraikannya dengan bahasa sendiri.
  2. Memecahnya menjadi beberapa bagian kecil, dan pecah lagi hingga Anda benar-benar mengetahui solusi apa yang akan diambil.
  3. Gabung masalah-masalah kecil itu hingga kembali utuh.
  4. Perbaiki jika Anda menemukan kesalahan atau ketidakpaduan.

Referensi

https://www.inpractice.org/category/decomposition
http://www.programmingforbiologists.org/material/problem-decomposition/

Dekomposisi (Memecah Menjadi Beberapa Bagian)

decom
Sumber Gambar : www.juleszone.com

Dekomposisi merupakan tahapan awal dalam Computational Thinking. Dekomposisi adalah memecah suatu masalah yang kompleks kedalam bagian-bagian kecil agar lebih mudah diolah dan dipahami. Ketika masalah yang rumit tidak di dekomposisi, maka masalah tersebut susah untuk dipahami dan diselesaikan. Oleh karena itu, dekomposisi dapat membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang rumit menjadi lebih mudah.

Mengapa Dekomposisi itu penting ?

Dekomposisi sangatlah penting ketika kita mencoba untuk memahami suatu hal yang kompleks. Karena dengan dekomposisi, solusi yang dibuat lebih mudah untuk dipahami, dikerjakan, dipelihara dan dirubah. Dekomposisi akan lebih baik lagi ketika kerja sama tim dikerahkan. Setiap anggota tim menggunakan wawasan, pengalaman serta keterampilan yang dimiliki untuk menyelesaikan dasar masalah sesuai dengan bidangnya.

Contoh dari dekomposisi, ketika kita ingin membuat sebuah komputer, maka kita harus mengetahui komponen-komponen penyusun komputer terlebih dahulu seperti Harddisk, RAM, CPU, VGA dan lain-lain. Setelah mengetahui semua, komponen-komponen tersebut dikerjakan oleh suatu tim yang ahli dibidangnya masing-masing. Lalu komponen tersebut dirakit satu persatu dan jadilah sebuah komputer. Hal ini juga berlaku dalam menyelesaikan masalah. Kita harus mencari solusi dari banyak akar permasalahan yang ada kemudian kita satukan semua solusi menjadi satu solusi yang kompleks.

Referensi :



https://community.computingatschool.org.uk

DEKOMPOSISI


Decomposition-icon-e1411655173893

Secara definisi, dekomposisi adalah usaha dalam pemecahan masalah yang rumit atau kompleks dijadikan bagian yang lebih mudah dipahami dan lebih mudah diatur. Mengapa kita perlu mendekomposisi suatu masalah? Karena jika suatu masalah harus dipecahkan dalam bentuk yang belum terurai, hal tersebut akan sangat menyulitkan. Maka, kita dapat memecah suatu masalah dalam bentuk yang lebih kecil sehingga kita dapat memeriksanya satu per satu dan lebih memeriksa masalah tersebut secara lebih detail. Demikian, dengan cara dekomposisi ini suatu sistem atau permasalahan akan lebih mudah.

Cara untuk mendekomposisi masalah :

  1. Melihat seperti apa masalah tersebut secara keseluruhan, maka akan bisa menyimpulkan dan keluar pendapat awal tentang masalah tersebut.
  2. Membuat daftar masalah tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang akan mudah dipahami dan diselesaikan.
  3. Gabung masalah-masalah tersebut dan kemudian temukan solusinya.

Sebagai contoh, jika kita akan membuat sebuah acara musik dengan skala besar. Tentunya, hal tersebut tidak mungkin hanya dikerjakan atau dipikirkan oleh satu atau dua orang saja. Kita harus membuat suatu divisi-divisi, sehingga divisi tersebut sudah mempunyai porsi pekerjaan masing-masing dan mengetahui pekerjaan yang rinci dan detail di divisi tersebut. Dengan demikian, setiap masalah yang ada di divisi tidak harus dipecahkan oleh semua orang tetapi dapat dipecahkan oleh anggota divisi tersebut.

Sumber :
https://teachinglondoncomputing.org/resources/developing-computational-thinking/decomposition/
https://studio.code.org/unplugged/unplug2.pdf

Computational Thinking adalah cara berpikir tentang komputasi di mana sesorang dituntut untuk (1) Memecah-mecah masalah menjadi bagian bagian kecil, (2) Mencari pola dari masalah tersebut (3) Menyaring hal-hal yang penting saja (4) Membuat algoritma dan programnnya. Atau bisa di katakan bahwa computational thinking adalah cara untuk memecahkan sebuah masalah dengan mengaplikasikan teknik-teknik yang digunakan oleh software enginer dalam menulis suatu program.

Tahapan pertama dalam proses computational thinking yaitu dekomposisi. Dekomposisi adalah tahapan pertama dalam proses computational thinking yang berupa memecah-mecah suatu masalah menjadi bagian-bagian kecil sehingga suatu masalah besar bisa mudah untuk diselesaikan dengan menyelesaikan bagian-bagian kecilnya terlebih dahulu.

Cara melakukan dekomposisi adalah dengan memecah suatu masalah yang kompleks menjadi masalah-masalah yang lebih kecil. Dengan memecah suatu masalah yang kompleks menjadi masalah masalah yang lebih sederhana kita bisa lebih mudah untuk bisa menemukan solusi dari masalah yang kompleks tersebut.

Contoh dari dekomposisi masalah adalah saat ini UB menyasar untuk menjadi World Class University tahun 2020, agar tujuan tersebut bisa tercapai Rektor UB memecah masalah tersebut yaitu dengan meningkatkan kualitas pembejaran. Kualitas pembelajarannya bisa meningkat jika persentase dosen berpendidikan S3 harus sebanyak 40%. Nah dengan memecah suatu masalah tersebut menjadi lebih sederhana, solusi akan mudah di dapat sehingga persentase keberhasilan untuk menyelesaikan suatu masalah juga lebih besar.

Referensi :
Wordpress : https://haddadsammir.wordpress.com/2015/01/22/berpikir-komputasi/
Wikipedia : https://en.wikipedia.org/wiki/Computational_thinking
Eduspec : https://www.eduspec.com.my/computationalthinking_Decompose.php
Gambar : https://www.eduspec.com.my/img/ComputationalThinking/DecomposeImg.png

Breaking down your Complex Problem with decomposition

Dekomposisi adalah suatu proses/tahapan pertama yang harus dilewati di dalam computational thinking. Dekomposisi merupakan proses penguraian masalah dari yang kompleks menjadi masalah-masalah yang lebih kecil sehingga proses pemecahan masalah akan lebih cepat dan mudah.

Mengapa dekomposisi itu penting ? Dalam kehidupan sehari – hari kita tidak hanya dihadapkan masalah-masalah simple saja, banyak masalah – masalah kompleks yang apabila tidak kita urai terlebih dahulu akan menyita banyak waktu kita untuk menyelesaikannya, dan waktu yang tersita tersebut pasti akan memengaruhi aktivitas-aktivitas kita yang lain, dan masalah kompleks juga tidak muncul satu persatu namun muncul secara tak terduga.

Lalu Bagaimakah kita melakukan dekomposisi ? Dalam dekomposisi ada dua proses yaitu proses analisis masalah dan proses sintesa masalah.

  1. Analisis masalah adalah proses yang berfokus tentang bagaimana memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  2. Sintesa masalah adalah proses yang berfokus tentang bagaimana meyatukan kembali bagian-bagian kecil masalah tersebut menjadi satu.

Pada saat menyelesaikan bagian-bagian kecil dari suatu masalah kita dapat menggunakan dua metode, yaitu dengan mengerjakannya secara bersama-sama (Parallelization / Multitasking) atau dengan mengerjakannya satu persatu (Sequences). Dari kedua cara tersebut tergantung dari pribadi masing-masing mau menggunakan yang mana, karena kemampuan tiap – tiap orang berbeda, sehingga kefektifan dan efisiensi tiap – tiap metode yang akan digunakan pun berbeda.

Di kehidupan sehari-hari , kita secara tidak sengaja telah sering melakukan proses dekomposisi, sebagai contoh ketika kita akan memasak sebuah telur goreng, secara tidak sadar kita akan langsung mengambil wajan, minyak, telur dan bumbu dan kemudian memulai proses penggorengan telur. Di sekolahpun ketika kita diberikan soal matematika yang sulit oleh guru kita, secara tidak langsung kita akan menguraikan soal tersebut, ada berapa variabel yang digunakan di soal ? Apa rumus-rumus yang harus digunakan ? Otak kita sudah terbiasa melakukan dekomposisi tanpa kita menyadari dan mengetahui apa itu proses dekomposisi sendiri.

Sumber :



http://www.bbc.co.uk/education/guides/zqqfyrd/revision/3

Dekomposisi

Dekomposisi merupakan langkah awal dalam Computational Thinking. Jika didefinisikan dekomposisi memiliki arti kemampuan untuk memecah tugas (masalah) atau suatu proses kompleks menjadi tugas-tugas kecil yang lebih rinci dan lebih mudah dipahami . Kenapa kita harus melakukan dekomposisi? Kenapa tidak langsung mengerjakan masalahnya saja? .

Ketika mendapatkan masalah yang ringan dan simple, mungkin proses dekomposisi hanya sedikit digunakan atau bahkan dilewatkan begitu saja. Namun saat dihadapkan dengan masalah atau tugas yang kompleks dan rumit, kita membutuhkan pemahaman yang mendalam serta pengertian yang tepat tentang masalah tersebut. Disaat inilah proses dekomposisi memainkan peranan penting dalam pemecahan masalah. Saat kita melewatkan proses dekomposisi , maka akan mempersulit dan juga memperlambat proses menyelesaikan tugas tersebut atau masalah itu tidak akan terpecahkan.

Salah satu karakteristik Computational Thinking adalah merumuskan masalah dengan menguraikan masalah tersebut ke segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Kita dapat mengetahui bahwa dekomposisi memiliki peranan penting dalam Computational Thinking. Metode dekomposisi dapat memberitahu kita sebenarnya apa yang kita kerjakan dan apa yang harus kita lakukan. Kita juga dapat menentukan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu diantara sub masalah (hasil dekomposisi masalah)

Sumber :



DECOMPOSITION

Decomposition (Dekomposisi) merupakan kemampuan memecah data, proses atau masalah (kompleks) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau menjadi tugas-tugas yang mudah dikelola. Sebelum komputer bisa memecahkan masalah, masalah dan cara penyelesaiannya harus dipahami terlebih dahulu. Dekomposisi dalam hal ini mdapat membantu memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih mudah ditangani.
image

image

Proses dalam mendekomposisikan masalah :

  1. Mengidentifikasi masalah utama
  2. Menulis komponen utama (fungsi atau tugas)
  3. Menullis subs komponen untuk masing-masing
  4. Menyusun rencana atau proses untuk menangani setiap tugas
  5. Melengkapi setiap sub komponen

Contohnya dalam membuat aplikasi Anda perlu mengetahui jawaban atas serangkaian masalah yang lebih kecil dengan membuat analisis-analisis seperti :
1. Aplikasi macam apa yang ingin Anda buat
2. Seperti apa aplikasi Anda?
3. Siapa target pemirsa untuk aplikasi Anda
4. Seperti apa grafis Anda
5. Audio apa yang akan Anda sertakan
6. Perangkat lunak apa yang akan Anda gunakan untuk membuat aplikasi Anda
7. Bagaimana pengguna akan menavigasi aplikasi Anda
8. Bagaimana Anda akan menguji aplikasi Anda
9. Di mana Anda akan menjual aplikasi Anda

Daftar ini telah memecah masalah kompleks pembuatan aplikasi menjadi masalah yang lebih sederhana yang sekarang dapat dilakukan. Anda mungkin juga bisa membuat orang lain membantu Anda dengan berbagai bagian aplikasi yang berbeda. Misalnya, Anda mungkin punya teman yang bisa membuat grafik, sementara yang lain akan menjadi penguji Anda dalam kemampuan yang Anda miliki.



Dekomposisi

Dekomposisi merupakan salah satu bagian dari bagaimana cara seseorang agar bisa melakukan computer thinking di era modern sekarang ini. Dekomposisi adalah pemecahan suatau masalah atau sistem yang kompleks menjadi beberapa bagian lebih kecil atau sederhana agar lebih mudah untuk bisa dipahami dan diprogram bagaimana cara penyelesaiannya dari hal-hal yang kecil.

Cara melakukan dekomposisi dalam menyelesaikan masalah :

  1. Membagi atau memilah-milah dari masalah yang kompleks menjadi beberapa bagian masalah penting yang lebih sederhana.
  2. Menyelesaikan satu persatu masalah-masalah sederhana tersebut.
  3. Menggabungkan menjadi satu hasil penyelesaian masalah sederhana menjadi sebuah solusi dari suatu masalah kompleks.

Contoh dekomposisi dalam kehidupan sehari hari adalah ketika seorang polisi ingin memecahkan sebuah kasus kejahatan maka para polisi perlu untuk mengetahui jawaban dari serangkaian peristiwa yang lebih kecil yang telah terjadi. Seperti kejahatan apa yang telah si penjahat lakukan, saat kejahatan itu dilakukan, dimana kejahatan itu dilakukan, bukti apa saja yang ada, saksi mata kejadian tersebut, dan apakah baru-baru ini terjadi lagi kejahatan yang serupa. Masalah kompleks dari kejahatan yang dilakukan sekarang telah dipecah menjadi masalah sederhana yang dapat diperiksa secara terpisah dan secara rinci.

Dengan cara pemikiran seperti ini seseorang diharapkan bisa untuk menyelesaikan semua permasalah yang ada dengan melihatnya dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Dari hal-hal kecil tersebut permasalah akan bisa terselesaikan dengan lebih baik dan mandapat hasil yang lebih memuaskan. Karena kita telah berhasil menyelesaikan masalah yang besar dengan menyelesaikannya dari hal yang kecil-kecil dan lebih mudah untuk diselesaikan. Dengan dekomposisi masalah yang awalnya sangat luar biasa kini kini menjadi jauh lebih mudah didekati.


http://www.bbc.co.uk/education/guides/zqqfyrd/revision/2

Decomposition

Dekomposisi adalah kemampuan untuk memecah tugas (masalah) kompleks menjadi tugas-tugas kecil yang lebih rinci. Dekomposisi juga dapat diartikan sebagai cara berpikir seseorang dalam memecahkan masalah berdasarkan komposisi dari berbagai bagian masalah tersebut. Bagian tersebut dapat dipahami, diteliti, dipecahkan, dan dievaluasi secara terpisah. Dengan ini, kita dapat membuat suatu masalah lebih mudah dipecahkan dan dipahami, dan juga sistem yang besar dan rumit dapat lebih mudah di gambarkan. Misalnya memecah ‘kopi susu’ berdasarkan komponen penyusunnya: kopi, gula, susu dan air panas.

Pendekatan ini memiliki banyak keunggulan. dekomposisi membuat proses menjadi masalah yang dapat dikelola dan dapat dicapai. Ini juga berarti bahwa tugas dapat ditangani oleh tim yang bekerja sama, masing-masing membawa wawasan, pengalaman, dan keterampilan mereka sendiri ke tugas tersebut.

Pengembangan perangkat lunak adalah proses yang kompleks, sehingga bisa memecah proyek besar menjadi bagian-bagian komponennya sangat penting - pikirkan semua elemen yang berbeda yang perlu dikombinasikan untuk menghasilkan sebuah program, seperti PowerPoint. Hal yang sama berlaku untuk perangkat keras komputer: smartphone atau komputer laptop sendiri terdiri dari banyak komponen, sering diproduksi secara terpisah oleh produsen spesialis dan dirakit untuk membuat produk jadi, masing-masing berada di bawah kendali sistem operasi dan aplikasi.

Sumber :
http://publications.jrc.ec.europa.eu/repository/bitstream/JRC104188/jrc104188_computhinkreport.pdf


Decomposition

Computational Thinking menggunakan abstraksi dan dekomposisi ketika memecahkan tugas besar yang kompleks atau merancang sebuah sistem besar yang kompleks.

Computational Thinking yaitu berpikir dalam hal pencegahan, perlindungan, dan pemulihan dari skenario terburuk melalui redundansi, damage containment (kerusakan penahanan), dan koreksi kesalahan.

Sebelum komputer bisa memecahkan masalah, masalah dan cara penyelesaiannya harus dipahami. Dekomposisi membantu dengan memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih mudah ditangani.

Dekomposisi adalah salah satu dari empat pilar Ilmu Komputer. Ini melibatkan pemecahan masalah atau sistem yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang lebih mudah diatur dan mudah dipahami. Bagian yang lebih kecil kemudian dapat diperiksa dan dipecahkan, atau dirancang secara individual, karena lebih mudah untuk dikerjakan.

Jika masalah tidak terurai, akan lebih sulit untuk dipecahkan. Berurusan dengan berbagai tahapan sekaligus jauh lebih sulit daripada memecahkan masalah menjadi sejumlah masalah yang lebih kecil dan memecahkannya masing-masing, satu per satu.Memecah masalah ke bagian yang lebih kecil berarti setiap masalah yang lebih kecil dapat diperiksa secara lebih rinci.
Demikian pula, mencoba memahami bagaimana sistem yang kompleks bekerja lebih mudah dengan menggunakan dekomposisi.Misalnya, memahami bagaimana sebuah sepeda bekerja lebih lugas jika keseluruhan sepeda dipisahkan menjadi bagian yang lebih kecil dan masing-masing bagian diperiksa untuk melihat bagaimana cara kerjanya secara lebih rinci.

contohnya:
Memecahkan sebuah kejahatan bisa menjadi masalah yang sangat kompleks karena ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan.
Misalnya, seorang petugas polisi perlu mengetahui jawaban dari serangkaian masalah yang lebih kecil:
• kejahatan apa yang dilakukan
• saat kejahatan itu dilakukan
• dimana kejahatan itu dilakukan
• bukti apa yang ada
• jika ada saksi
• Jika baru-baru ini ada kejahatan serupa

Masalah kompleks dari kejahatan yang dilakukan sekarang telah dipecah menjadi masalah sederhana yang dapat diperiksa secara terpisah, secara rinci.

image

sumber:

Dekomposisi dalam computational thinking

Dekomposisi adalah kemampuan untuk memecah masalah menjadi beberapa bagian kecil yang lebih rinci, dari setiap bagian tersebut bisa lebih mudah untuk diidentifikasi dan dianlisis untuk mendapat solusi secara kompleks. Dalam mendekomposisi dikenal istilah paralelisasi atau melakukan kerja secara bersamaan pada bagian kecil hasil dekomposisi itulah mengapa suatu problematika akan lebih mudah diselesaikan dengan mendekomposisi terlebih dahulu, sehingga kita bisa bekerja lebih praktis dan efisien.

Sebagian besar disiplin ilmu pengetahuan menggunakan pendekatan dekomposisi, permasalahan yang didekomposisi akan lebih mudah dipahami. Cara penalaran dekomposisi secara efektif adalah melihat dan memahami setiap bagian namun tidak mengasumsikan bahwa satu bagian bisa mewakili keseluruhan masalah, dari setiap bagian tersebut hubungkan satu sama lain sehingga akan diperoleh pemahaman secara utuh terkait sebuah solusi.

Contoh sederhana mendekomposisi masalah adalah memasak, sebelum memasak tentunya hal pertama yang dipikirkan adalah apa yang akan dimasak? Bahan apa yang dibutuhkan? Bagaimana cara memasaknya?, dari setiap bagian tersebut akan diselesaikan sehingga masalah utama yaitu memasak akan terselesaikan pula.

Tahapan dalam mendekomposisi adalah mengidentifikasi masalah utama, lalu mulai menmbuat daftar komponen utama bisa berupa fungsi atau tugas tertentu, setelah itu mulai membuat daftar sub-komponennya, kemudian melakukan perencanaan untuk setiap task (algoritm), dan terakhir selesaikan setiap sub-komponen.

Sumber :


http://changingminds.org/disciplines/argument/types_reasoning/decomposition.htm