Apa yang dimaksud dengan Aposteriori?

Aposteriori

Aposteriori atau A posteriori berakar dari bahasa Latin a (dari) dan posteriori (yang kemudian). Istilah a posteriori ini menunjukkan sejenis pengetahuan yang dapat dicapai hanya dari pengalaman. Maka dari itu pengetahuan bisa dirumuskan hanya setelah observasi atau eksperimen.

A posteriori digunakan juga untuk memberi sifat pengetahuan yang berdasarkan pengalaman. A posteriori digunakan dalam konteks konsep-konsep seperti “kongtingen”, “probable”, “empiris”, “induksi”, “dapat diverifikasi”, “sintetis”, “faktual”, “pengalaman”, “pengamatan”. Istilah a posteriori ini biasanya diperlawankan dengan istilah a priori.

image

Apriori dan Aposteriori dalam Filsafat Ilmu

Apriori dan apoteriori merupakan dua istilah yang saya dapat dari kuliah filsafat ilmu. Kedu kata tersebut berasal dari bahasa latin, apriori artinya dari sebelum sedangkan aposteiori berarti dari sesudah. Keduanya dibedakan berdasarkan asal muasal sumber pengetahuan itu. Apriori menyatakan bahwa sumber pengetahuan itu berasal dari sebelum pengalaman. Rasanya aneh bahwa ada pengetahuan yang di dapat dari sebelum sebuah pengalaman. Namun pengetahuan itu ada. Misalnya saja pengetahuan matematis. Pengetahuan seperti 1 + 1 = 2 tidak kita alami terlebih dahulu, atau tidak butuh pengalaman dahulu. Memang seseorang meragukan karena pengalaman ini mungkin saja berasal dari pengalaman. Memang 1 + 1 = 2 bisa didapat dari pengalamanmenambah yang dialami. Tetapi Coba jika hasilnya lebih besar. Misal 10.000 x 2 = 20.000 sebagian besar dari kita pastinya belum pernah menghitung hal itu se&ara empiris. Namundemikian kita memiliki suatu perhitungan yang tepat mengenai masalah ini. Pengetahuan lain yang bersifat apriori adalah pengetahuan logika bahasa. Misalnya lingkaran itutidak memiliki sudut. Kita tidak perlu mengadakan penelitian untuk melihat apakah semualingkaran itu tidak memiliki sudut. Kita &ukup memikirkannya saja. Contoh lain adalah segitigamemiliki tiga sudut. Tidak perlu meneliti lebih lanjut apabila benda disebut sebagai segitigamaka otak kita langsung mengatakan bahwa itu memiliki tiga sudut. Jikalau tidak tiga sudut maka otak kita akan protes dan ragu apakah itu benar-benar bisa disebut segitiga. contoh lain adalah semua lajang tidak memiliki istri. Kita mengetahui hal ini secara logis. Apabila dia lajang dan memiliki istri maka pada kenyataannya dia tidak lajang.

Pengetahuan aposteriori adalah pengetahuan yang didapat setelah pengalaman. sebagai contohnya adalah anjing budi hitam. Pengetahuan ma&am ini didapat dari pengelaman. Karenaitu pengetahuan ini dikatakan aposteriori. Contoh lain adalah pengetahuan mengenai sekarang diluar hujan. Kupu-kupu memiliki dua sayap. -angit berwarna biru. Dan lain sebagainya yangd idapatkan setelah pengalaman.

Tiga tokoh terkenal dalam kelompok yang mewakili wilayah rasionalisme ini antara lain:

  1. Rene Descartes
    Adalah seorang-orang yang berasal dari Perancis, mendapatkan ajaran pada biara katholik. Descartes membangun system filsafati yang melibatkan metode penelitian, metafisika, fisika, dan biologi mekanistik.
    Menurutnya, jika akan memulai harus ada pangkalmnyaà titik archimides. Pangkal yang yang dimaksud adalah pangkal pikir yang menyatakan “ Cogito ergo sum”, karena aku berpikir, jadi akau ada. Dengan demikian akal [berpikir] menjadi pangkal filsafatnya, oleh karenanya aliran ini dikenal rasionalisme.

  2. Leibnitz .
    Seorang Jerman yang pada usia 17 tahun telah menjadi sarjana, Teorinya menyatakan bahwa segala sesuatu itu terjadi dari monode, tidak ada hubungannya dengan luar, dan tidak mempunyai hubungan apa pun. Pengetahuan tidak berpangkal di luar diri kita, tetapi berpangkal pada diri kita sendiri, yaitu akal. Gagagasan cemerlangnya melahirkan doktrin “Doctrine of innate idea” [innate = dibawa sejak lahir]

  3. Wolff.
    Adalah seorang warga Jerman yang merupakan eksoponen dari aliran rasionalisme. Ia adalah seorang guru besar yang menyebarkan pokok-pokok pikiran rasionalis. Kita dapat memperoleh pengetahuan atas dasar rasio, terlepas dari pengalaman. Apa yang dikatakan rasio itulah yang benar. Dengan tegas menyatakan bahwa pengetahuan kita senantiasa berdasarkan innate ideas yang bersumber pada diri kita dan berpangkal dari rasio kita.