Apa yang dimaksud dengan apati atau apatis?

Apatis merupakan kondisi dimana seseorang tampak tak acuh terhadap situasi disekitarnya. Mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi seperti ini, didalam ilmu kesehatan jiwa, biasa disebut dengan Apatia, yang mempunyai arti adalah suatu derajat penurunan kesadaran, yakni individu beresponlambat terhadap stimulus dari luar.

Apati adalah bentuk apatis atau bersikap pasrah, atau menyerah. Apati adalah respon pasif agresi terhadap frustrasi. Apati merupakan bentuk respon umum yang muncul ketika berhadapan dengan situasi stres. Atkinson (2000) mengatakan bahwa apati adalah keadaan tanpa gairah, sikap acuh dan menarik diri. Ketidakmampuan individu dalam mencapai tujuan menyebabkan individu bertindak apatis. Jika keadaan ini terus berkelanjutan dan individu tidak berhasil untuk mengatasinya maka apati dapat berkembang menjadi depresi (Atkinson, 2000).

Teori learned-helplessness (Seligman, 1975) menjelaskan bahwa ‘aversive experience’, ‘uncontrollable events’ membawa kepada apati dan depresi; yang dapat membantu kita memahami mengapa orang pasrah dan menyerah pada peristiwa sulit. Gejala learned-helplessness, antara lain: apati, penarikan diri, dan diam. Seperti korban Nazi percaya bahwa tak ada yang dapat dilakukan, menyerah, dan tidak mencoba untuk melarikan diri.

Apati adalah irama emosi yang tumpul yang disertai dengan pelepasan ikatan (detachment) dan ketidak acuhan (Kaplan dkk, 2010).

Apati adalah coping yang dilakukan dengan cara individu tidak bergerak dan menerima begitu saja perlakuan yang melukai dan tidak ada usaha untuk melawan ataupun melarikan diri dari situasi yang mengancam (Siswanto, 2007).

Menurut Solmitz, apatisme ialah ketidakpedulian individu dimana mereka tidak memiliki minat atau tidak adanya perhatian terhadap aspek-aspek tertentu seperti kehidupan sosial maupun aspek fisik dan emosional.

Sedangkan menurut Dan, apatis merupakan kata lain dari pasif, tunduk bahkan mati rasa terutama pada hal-hal yang menyangkut isu sosial, ekonomi, lingkungan, dan politik. Sifat apatis sendiri bisa dilihat dari kurangnya kesadaran, kepedulian dan bahkan tidak tanggung jawab sosial.

Namun menurut Michael Rush, apatis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ketidakmampuan untuk mengakui tanggung jawab pribadi, untuk menyelidiki atau bahkan untuk menerima emosi dan perasaan sendiri

  2. Perasaan samar-samar dan yang tidak dapat dipahami, rasa susah, tidak aman dan merasa terancam.

  3. Menerima secara mutlak tanpa tantangan otoritas sah (kode-kode sosial, orang tua, agama) dan nilai-nilai konvensional membentuk satu pola yang cocok dengan diri sendiri, yang dalam situasi klinis disebut dengan kepasifan (pasifitas).

Referensi :

Rush, Michael dan Philiph Altrhrof, Pengantar Sosiologi Politik (Jakarta: Radagrafindo, 2001)