Apa yang dimaksud dengan Al-Qayyuum atau Maha Berdiri Sendiri ?

asmaul_husna

(Wina Prinda Hapsari) #1

Al-Qayyuum

Nilai yang terkandung di dalam Al-Qayyuum:

Barangsiapa yang beriman dan membaca “Ya Qayyuum” sebanyak 700x setiap selesai shalat fardhu. Insya Allah ia akan diberi jalan kelancaran rezeki.

Apa yang dimaksud dengan Al-Qayyuum atau Maha Berdiri Sendiri ?


(Rudi Cahyono) #2

Kata Al-Qayyûm berasal dari kata qawama yang berarti tegak lurus, berkesinambungan, dan mandiri. Kata Al-Qayyûm sebagai nama Allah disebutkan dalam Al-Qur`an hanya 3 kali dan dirangkai dengan kata Al-Hayy, yaitu di surat al- Baqarah: 255, Ali Imran: 2, dan Thâhâ: 111.

Dengan memperkenalkan diri-Nya sebagai Al-Qayyum, Allah ingin menegaskan bahwa Dia yang mengatur segala sesuatu yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya secara sempurna dan terus-menerus, tanpa memandang apakah makhluk yang diurus-Nya itu berterima kasih atau tidak. Sedikit pun tidak akan mengurangi Dia Yang Berdiri Sendiri.

Allah Al-Qayyûm, artinya Allah yang Maha Berdiri atas diri- Nya sendiri. Maha Mandiri dalam menciptakan dan mengatur seluruh makhluk-Nya. Allah Mahakaya, tidak membutuhkan siapa pun dan justru makhluk-Nya yang membutuhkan-Nya.

Allah berkalam, yang artinya,

“Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus- menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi….” (al- Baqarah: 255).

Ayat lain menjelaskan, yang artinya,

“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Rabb Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.” (Thâhâ: 111).

Seorang hamba yang meneladani nama Al-Qayyûm, selalu menjadikan Allah sebagai pusat ketergantungan dan ketundukan dalam segala usaha dan permohonan. Ia meyakini bahwa Allah-lah yang memberikan kehidupan dan yang mengurus kehidupannya. Maka, dengan kemandirian dan usaha maksimal, ia terus menghidupkan kehidupan melalui apa yang telah dihamparkan oleh Allah di alam semesta ini. Selain itu, ia juga selalu membantu sesama dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Referensi :

  • Dr. Hasan el-Qudsy, The Miracle of 99 Asmaul Husna, Ziyad Book, 2014
  • Sulaiman Al-Kumayi, Asma’ul Husna For Super Woman, Semarang, Pustaka Nuun, 2009

(Vina Shaw) #3

Al-Qayyum adalah nama Allah yang ke-63 dari 99 Asmaul Husna. Al-Qayyum berarti Yang Berdiri sendiri. Allah sebagai al-Khaliq adalah Dzat Yang Berdiri sendiri, al-Qayyum atau yang dalam sifat dua puluh disebut Qiyamuhu Binafsih .

Keberadaan Allah tidak bergantung dan tidak memerlukan pertolongan sesuatu yang lain. Adanya malaikat dan para rasul yang menjadi perantara sampainya perintah Allah kepada manusia tidaklah berarti bahwa Dia memerlukan pertolongan. Keberadaan para malaikat dan rasul-Nya justru memperkuat posisi Allah, karena semuanya itu ada dalam kekuasaan-Nya dan menjadi milik Allah. Karena kekuasaan dan kepemilikan-Nya itu, maka adalah hak Allah untuk menjadikan mereka sebagai perantara apa yang menjadi kehendakNya.

Allah Swt. berfirman dalam surat al-Baqarah (2) ayat 255:

Artinya: “Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi Berdiri Sendiri; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi . . .” (QS. al-Baqarah (2): 255).

Pelajaran berharga yang dapat dipetik dari Asma Allah al-Qayyum ini adalah sifat kemandirian. Sekalipun dalam kehidupan sosial memang terjadi hubungan saling membutuhkan, tidak berarti bahwa seseorang senantiasa bergantung dengan orang lain. Seseorang harus yakin dengan kemampuan yang dimiliki dan memiliki rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang kuat atas kemampuan yang dimiliki merupakan modal yang baik untuk menuju keberhasilan.