Apa yang anda ketahui tentang tanaman jarak?

Jarak adalah tumbuhan liar setahun dan biasa terdapat di hutan, tanah kosong, di daerah pantai, tetapi sering juga dikembangbiakkan dalam perkebunan. Tanaman ini tergolong tanaman perdu, memiliki daun tunggal menjari antara 7 - 9, berdiameter 10–40 cm.

1 Like

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, dimana hampir segala jenis tumbuhan dapat tumbuh di negara ini. Sebagian besar tumbuhan yang ada di Di Indonesia dimanfaatkan oleh para leluhur untuk mengobati berbagai penyakit (Rahmawan, 2008). Wilayah hutan tropis Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi ke-2 di dunia setelah Brazil. Di Indonesia dikenal lebih dari 20.000 jenis tumbuhan obat, namun baru 1.000 jenis saja yang sudah didata, dan baru sekitar 300 jenis yang sudah dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional (Arief, 2008). Salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit secara tradisional adalah jarak pagar ( J. curcas ). Di Indonesia terdapat berbagai jenis jarak, antara lain jarak kepyar ( Ricinus communis L.), jarak ulung ( J. gossypifoli L.), jarak Bali ( J. podagrica H.), dan jarak pagar ( J. curcas L.) yang berpotensi sebagai tanaman obat tradisional (Hambali, 2006).

Di Indonesia tumbuhan jarak dapat ditemui di hutan. Saat ini tunbuhan jarak bukanlah tanaman liar yang tidak memiliki manfaat. Masyarakat di Indonesia banyak menggunakannya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Jarak ( Ricinus communis ) adalah tumbuhan liar yang biasa terdapat di hutan, di daerah pantai, tanah kosong. Selain itu, tanaman ini dapatjuga dikembangbiakkan dalam perkebunan. Tanaman ini termasuk dalam tanaman perdu yang memiliki daun tunggal menjari antara 7 - 9, berdiameter 10–40 cm. Tumbuhan jarak pagar dijumpai menyebar luas baik di daerah tropis maupun subtropis. Kisaran curah hujannya bervariasi mulai dari 200-2000mm pertahun , 480-2.380mm, minimal 250 mm. Akan tetapi, untuk pertumbuhan terbaik berkisar dari 900-1.280 mm. Tanaman jarak membutuhkan temperatur berikisar 20ΒΊ-30ΒΊC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ΒΊC atau lebih

Penanaman pada tanaman jarak pagar dapat dilakukan baik secara monokultur ataupun tumpang sari. Jarak tanam secara monokultur umumnya lebih rapat yakni (1m x 1m - 2m x2 m) dantergantung pada provenan jarak pagar dan kesuburan dari lahan tersebut. Sedangkan apabila dilakukan secara tumpang sari digunakan jarak tanam (3m x 2m atau 4m x 2m). Tanaman jarak pagar dapat pula ditanam sebagai pagar pembatas lahan atau untuk tujuan dari konservasi. Pertumbuhan tanaman dan produksi jarak pagar dipengaruhi oleh jarak tanam yang digunakan. Pada tahun pertama sampai dengan tahun ketiga jarak tanam yang lebar yakni (2m x 3m) dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman, komponen produksi dan produksi biji per tanaman yang tinggi . Untuk produksi per luasan lahan tertinggi dapat diperoleh jarak tanam yang paling rapat
(1m x 1m) (Djumali dkk., 2007).

Jarak pagar membutuhkan curah hujan paling sedikit 600mm pertahun untuk dapat tumbuh baik dan apabila curah hujan tersebut kurang dari 600mm petahun maka tidak dapat tumbuh, kecuali dalam kondisi tertentu seperti kelembapan udaranya yang sangat tinggi. Jarak pagar dapat berproduksi sepanjang tahun, tetapi tidak dapat bertahan dalam kondisi tanah dengan jenuh air. Kondisi kekeringan yang berkepanjangan akan menyebabkan jarak menggugurkan daunnya sehingga menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan didaerah yang sangat kering pada umumnya tidak lebih dari 2-3m tingginya. Sebaliknya pada daerah-daerah basah dengan curah hujan yang terlalu tinggi, maka pertumbuhan vegetatifnya lebat tetapi untuk pembentukan bunga dan buah akan terasa kurang.

Selain itu penggunaan jarak tanam yang rapat berfungsi untuk memberikan hasil samping berupa bibit tanaman dari stek yang bernilai ekonomis tinggi saat dilakukan pengurangan populasi tanaman.Penanaman dapat dilakukan pada saat tanah dalam kondisi yang cukup lembab/basah, Agar terhindari dari stress pada saat pertumbuhan awal tanaman. Jika penanaman dilaksanakan pada daerah tadah hujan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, sehinggakebutuhan air untuk tanaman dapat terjamin saat pertumbuhan awal pertanaman sampai tanaman mampu bera daptasi/established.

Tanaman perlu diberi pupuk agar dapat berproduksi secara maksimal dengan dosis pupuk yang diberikan tergantung dari kebutuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Pupuk N berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan komponen hasil jarak pagar. Pemberian pupuk P dan K berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Selain pemupukan, serapan hara terangkut panen perlu dijadikan dasar untuk pengelolaan hara pada tanaman jarak pagar. Dimana rata-rata kandungan hara yang terdapat dalam biji saat panen adalah 0,62% Ca, 0,46% Mg, 2,05% N, 0,19% P, 6,04% K, dan 33,45% C; sedangkan rata-rata kandungan hara dalam kulit buah saat panen adalah 0,29% Mg, 13,29% C. 0,30% N, 0,02% P, 3,61% K, 0,38% Ca.

Tanaman jarak dapat beradaptasi pada lahan yang terdegradasi, lahan yang miring, tanah yang berpasir atau tanah lempung dengan drainase yang cukup. Tetapi untuk produksi biji tertinggi untuk jarak pagar di capai pada daerah yang memiliki tektur tanah lempung berpasir (Okabe dan Somabhi, 1989). Lahan dengan produktivitas dan kesuburan yang rendah, pada tahap awal tanaman ini perlu ditingkatkan dengan pemberian pupuk baik itu kompos/pupuk kandang dan pupuk anorganik lainnya. Pupuk mikro juga dapat membantu untuk meningkatkan produktivitas lahan. Untuk pH tanah sebaiknya berkisar 5.5 sampai 6.5. Pada kondisi tanah yang buruk, dan curah hujan tidak mencukupi, tanaman ini butuh diairi selama 2-3 tahun pertama, selanjutnya tanaman ini bisa bertahan

Tanaman jarak pagar mulai banyak ditanam di Indonesia sejak masa penjajahan Jepang dan digunakan sebagai bahan bakar kendaraan untuk perang. Tanaman jarak pagar banyak ditanam masyarakat sebagai pagar pekarangan dan untuk reboisasi hutan (Nurcholis & Sumarsih, 2007). Pohon jarak dapat tumbuh pada semua jenis tanah, baik di lahan yang tidak digenangi air, merupakan tempat yang cocok bagi tanaman ini untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal (Zainal, 2007).

Tanaman jarak memiliki berbagai macam manfaat. Secara umum, hampir semua bagian tanaman jarak dapat dipergunakan sebagai obat. Bagian dari tanaman jarak yang dapat dimanfaatkan adalah biji, akar, daun, dan minyak dari bijinya. . Tumbuhan jarak pagar mengandung berbagai khasiat obat dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar di masa depan. Manfaat dari jarak adalah sebagai bahan antibakteri. Bakteri yang bisa dilawan oleh kandungan yang ada dalam daun jarak antara lain bakteri strep, penyebab penyakit pneumonia, dan juga bakteri E coli penyebab masalah pencernaan. Yang digunakan untuk membunuh bakteri adalah ekstrak daun jarak. Mencampurnya dengan ekstrak aseton dapat memaksimalkan efek antibakteri dari jarak.

Daun jarak pagar juga dikenal dapat mengobati penyakit seperti gatal-gatal, sesak Napas / asma, batuk, koreng, eksim. Daun jarak pagar mengandung kaemfeserol, sitesterol, stimosterol, amirin, dan torakserol Sudibyo (1998). Daun jarak pagar cukup besar, dimana panjang helai daun berkisar antara 6 – 16 cm dan lebar 5 – 15 cm. Helaian daun berbentuk bulat telur dengan pangkal berbentuk jantung, bersudut atau berlekuk 3 – 5, dan tepi daun gundul antara 3,5 – 15 cm (Van Steenis et al ., 1988). Akar jarak pagar dapat juga digunakan untuk mengobati penyakit seperti luka bakar, tetanus,rheumatik, epilepsi, schizprenia dan koreng. Tanaman jarak pagar memiliki 3 – 5 akar tunggang. Saat biji berkecambah, muncul 3 – 5 helai akar yang selanjutnya berkembang menjadi akar tunggang setelah tanaman tersebut menjadi tanaman dewasa. Dari akar tunggang muncul akar lateral yang melebar ke samping dan rambut-rambut akar yang cukup banyak. Umumnya akar-akar muda terletak di bawah lingkaran kanopi terluar dari tanaman (Nurcholis & Sumarsih, 2007).

Pada bagian biji dari tumbuhan jarak dapat digunakan untuk mengurangi kesulitan buang air besar, kesulitan melahirkan dan retensi plasenta/ari ari, TBC kelenjar, bisul, koreng, kanker mulut rahim dan kulit. Biji jarak juga menghasilkan suatu minyak yang disebut dengan minyak jarak atau minyak ricin. Minyak jarak pada umumnya digunakan untuk keperluan industri, pengobatan dan militer.Biji jarak tetap diperlukan di Indonesia oleh perusahaan farmasi, produsen minyak cat, dan lem dempul perahu. Selain minyak untuk bahan bakar ( biofuel ), tumbuhan jarak pagar juga mengandung senyawa yang dapat dijadikan obat diantaranya senyawa fenol, flavonoid, saponin, dan senyawa alkaloid
(Ehsan et et al., 2011). Kandungan minyak di dalam biji jarak pagar tergolong tinggi, yaitu sekitar 50% dari seluruh kandungan yang ada. Kandungan minyak ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti solar. Istilahnya adalah bahan bakar biodiesel. Pembakaran yang dilakukan oleh mesin dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan BBM solar yang beredar saat ini.Lalu, Lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan tidak sepenuhnya berupa karbondioksida. Biodiesel ini juga mengandung oksigen.

Buah dihasilkan setelah terjadi penyerbukan bunga betina oleh serbuk sari bunga jantan. Penyerbukan dapat terjadi secara alami atau dengan perantaraan serangga, termasuk lebah madu (Henning, 2004). Buah tersusun dalam tandan buah. Bentuk buah bulat atau bulat telur, berukuran panjang 2 – 3 cm. Permukaan buahnya rata (halus). Apabila buah mengering akan pecah menurut ruang, dalam setiap buah terdapat 3 biji (van Steenis et al., 1988). Bunga jarak pagar muncul saat tanaman mulai berumur 3 – 4 bulan. Bunga tersusun pada malai yang bercabang melebar berupa bunga-bunga tunggal. Panjang tangkai bunga antara
6 – 23 mm. Bunga berbentuk lonceng dengan mahkota bunga berjumlah 5 helai. Bunga terdiri atas bunga jantan dan bunga betina.

Di Indonesia, minyak jarak digunakan untuk keperluan industri cat, obat-obatan, serat sintetis, tekstil, hingga bahan kosmetik. Tumbuhan jarak merupakan satu-satunya tumbuhan yang bijinya mengandung kaya akan suatu asam lemak hidroksi, yaitu asam ricinoleat. Asam lemak ini berguna untuk membuat minyak biji jarak memiliki kekentalan yang stabil pada suhu tinggi sehingga minyak jarak dapat dipakai sebagai campuran pelumas. Biji jarak sering digunakan untuk minyak lampu. Bagian pada bungkil biji dapat dijadikan sebagai pakan ternak setelah proses detoksifikasi dan kulit bijinya dapat diproses menjadi biogas. Selain itu, getah yang terdapat pada batang dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka dan bagian daunnya dapat digunakan sebagai antiseptik (Hasnam & Machmud, 2005). Bijinya mengandung minyak sebesar 25 – 30% dan dari kremelnya mengandung minyak sekitar 50 – 60% (Lele, 2005).

DAFTAR PUSTAKA

Djumali, B. Haryono, dan N. Sudibyo. 2007. Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jarak. Makalah penunjang oral Lokakarya Nasional Jarak Pagar III. Inovasi teknologi jarak pagar untuk mendukung program DME. Malang. Nopember 2007.

Henning, R.K. 2004. The Jatropha System. Economy and Dissemination Strategy. International Conference of Renewable 2004. Bonn 1-4 June 2004. Germany.

Nurcholis, M. & Sumasih, S. 2007. Jarak Pagar dan Pembuatan Biodiesel . Penerbit Kanisius: Yogyakarta.

Okabe, T. and M. Somabhi, 1989. Eco-physiological studies on drought tolerant crops suited to the Northeast Thailand. Technical paper No. 5. Agricultural Development Research Center in Northesat Thailand, Moe Din Daeng, Khon Kaen 40000, Thailand.

Rahmawan, S. & Landyyun. 2008. Isolasi dan Identifikasi Flavanoid dari daun Dewandaru (Eugenia uniflora I.) . http://etd. Eprints.ums.ac.ad/994/1/K100040231. (Diakses tanggal 11 Januari 2014).

Sudibyo, B. R. A. M. 1998. Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaan . Balai Pustaka: Jakarta.

Van Steenis, C. G. G. J., Hoed, D., Bloembergen, S. & Eyma, P. J. 1988. Flora untuk Sekolah di Indonesia . Terjemahan oleh M. Suryowinoto dkk. Pradnya Paramita: Jakarta.

1 Like