Apa yang anda ketahui tentang Tamarin singa emas?

Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia) juga dikenalsebagai Marmoset emas, adalah monyet kecil dari famili Cebidae. Spesies ini merupakan spesies asli hutan pantawi Atlantik Brasil. Tamarin singa emas adalah spesies yang terancam dan merupakan salah satu binatang terlangka di dunia, dengan perkiraan populasi 1.000 di alam bebas dan 500 di penangkaran.

Tamarin Singa Emas


Tamarin singa emas memiliki nama ilmiah Leontopithecu rosalia. Satwa ini merupakan hewan endemik hutan dataran rendah Rio de Janeiro, Brazil. Sejak kedatangan bangsa Portugis pada abad ke 16 hutan dataran rendah Rio de Janeiro telah dihancurkan dan dialifungsikan menjadi lahan peternakan, pertanian, berubah menjadi pusat kota da perkebunan. Tamarin singa emas sekarang bertahan pada fragmen kecil hutan yang tersisa.

Ecologi Leontopithecu rosalia


Tamarin singa emas memiliki berat badan berkisar 500-700 gram. Rambut hewan ini panjang dan lembut dengan bagian wajah nyaris tak tertutupi bulu. Tamarin singa emas berdistribusi di hutan dataran rendah di Rio de Janeiro dibawah 300 meter altitudo. (Coimbra-Filho, 1969). Tamarin singa emas mendiami rawa-rawa, dataran rendah, dan terdapat sedikit populasi yang mendiami wilayah hutan dilereng bukit (Kierulff, Raboy et al., 2002). Diperkirakaan populasi Tamarin singa emas dialam liar menempati habitat hutan yang terbatas empat kota. Populasi terbesar diperkirakan mencapai hanya 385 individual (Ruiz-Mirand et al., 2008) tepatnya di Poço das Antas Biological (68,4 km2) dari kota Silva Jardim.

Tamarin singa emas hidup secara berkelompok yang beranggotakan pasangan yang aktif berkembang biak dan keturunannya yang berumur hingga 3 tahun. Di Poço das Antas Biological, variasi ukuran kelompok terdiri dari dua individu hingga 11 individu. Kelompok-kelompok ini mempertahankan teritori dari 0,45 hingga 2,29 km kubik dengan menggunakan panggilan dan perilaku agonistik. Tamarin singa emas biasanya tidur dilubang pohon yang sama, pohon yang bisanya mereka jadikan sarang ialah batang pohon anggur, pelepah palm, dan bambu.

Masa reproduksi Tamarin singa emas bersifat musiman. Masa kelahiran biasanya pada bulan September hingga Maret dengan puncaknya pada bulan Oktober hingga Februari. (Coimbra-Filho & Maia, 1979). Pada Poço das Antas Biological 10 dari 32 betina subur. Selama 10 tahun diawasi ditemukan 128 betina memasuki masa nifas, 27 ekor merupakan betina yang belum pernah kawin, 100 ekor kembar dan satu kembar tiga.

Ketika ada betina yang akan melahirkan, semua anggota kelompok akan membantu merawat anakan yang baru lahir. Tamarin singa emas merupakan makhluk monogami, yang artinya hanya memiliki satu pasanagan seumur hidupnya. Dengan Betina Alpha menekan ovulasi betina lain. Perilaku poliandri dan pologini juga terdokumentasi pada alam liar. Tamarin singa emas jantan dan dua betina akan berpisah dari kelompok ketika memasuki fase dewasa muda. Jika terdapat dua anggota kelompok yang memasuki fase dewasa muda maka mereka akan memisahkan diri dari kelompok. Sedangkan bila terdapat dua betina dengan fase dewasa muda mereka akan memisahkan diri dari kelompok secara sendiri-sendiri.

Tamarin singa emas fauni-frugivores dan memiliki tangan panjang yang ramping dengan jari-jari panjang yang berfungsi untuk mencari makanan (Coimbra-Filho, 1981). Makanan Tamarin singa emas berupa buah masak, nektar dan hewan kecil yang merupakan mangsanya. Buah yang dimakan biasanya yang sudah matang dan berbentuk kecil, manis dan lembut dengan banyak buliran. Namun, buah yang besar kadang kala juga dimakan ( Kleiman et al, 1988; Dietz et al., 1997). Buah dari famili Melastomataseae merupakan famili utama yang menyediakan buah sebagai makanan utama untuk Leontopithecu rosalia buah matang lebih disukai daripada buah yang mentah, dan nektar menjadi makanan yang musiman ketika sumber makanan utamanya yang berupa buah langka (Kierulff, Raboy et al 2002). Habitat mikro yang paling sering menjadi tempat mencari makanan biasanya di balik kulit pohon, pangkal-pangkal daun lontar, celah-celah kayu, Bromeliad dan tumbuhan epifit lainnya. Vertebrata kecil, antropoda dan siput kecil merupakan mangsa yang sering disantap oleh Tamarin singa emas. Serangga terbang lebih jarang dimangsa dibandingkan dengan serangga yang menetap, seperti Orthopterans dewasa, Larva Coleoptera dan Lepidoptera (Dietz et al., 1997).

Referensi :
  • COIMBRA-FILHO, A. F. (1969): Mico Leão, Leontideus rosalia (Linnaeus, 1766): Situação atual da espécie no Brasil (Callitrichidae – Primates). Anais da Academia Brasileira de Ciências 41(suppl.): 29–52.
  • Kierulff, M. C. M., Ruiz‐Miranda, C. R., de Oliveira, P. P., Beck, B. B., Martins, A., Dietz, J. M., … & Baker, A. J. (2012). The G olden lion tamarin Leontopithecus rosalia: a conservation success story. International Zoo Yearbook , 46 (1), 36-45.
  • KIERULFF, M. C. M.,RABOY, B. E., OLIVEIRA, P. P.,MILLER, K., PASSOS, F. C. & PRADO, F. (2002): Behavioral ecology of lion tamarins. In Lion tamarins: biology and conservation: 157–187. Kleiman, D. G. & Rylands, A. B. (Eds). Washington, DC: Smithsonian Institution Press.
2 Likes