Apa yang anda ketahui tentang sholat Tahajud?

Sholat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan. Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat.Selain shalat wajib, juga ada shalat sunnah. Apa yang dimaksud sholat Tahajud?

Salat tahajud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu’akad (salat yang dikuatkan oleh syara’). Salat tahajud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Salat tahajjud merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkannya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga.

Selain itu, salat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, di mana bagi orang yang mendirikan salat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, antara lain wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain, akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalnya ditangan kanannya, dimudahkan hisabnya, berjalan di atas shirat bagaikan kilat.

Ketika menerangkan salat tahajjud, Nabi Muhammad SAW bersabda,

Salat tahajjud adalah sarana (meraih) keridhaan Tuhan, kecintaan para malaikat, sunah para nabi, cahaya pengetahuan, pokok keimanan, istirahat untuk tubuh, kebencian para setan, senjata untuk (melawan) musuh, (sarana) terkabulnya doa, (sarana) diterimanya amal, keberkatan bagi rezeki, pemberi syafaat di antara yang melaksanakannya dan di antara malaikat maut, cahaya di kuburan (pelaksananya), ranjang dari bawah sisi (pelaksananya), menjadi jawaban bagi Munkar dan Nakir, teman dan penjenguk di kubur (pelaksananya) hingga hari kiamat, ketika di hari kiamat salat tahajud itu akan menjadi pelindung di atas (pelaksananya), mahkota di kepalanya, busana bagi tubuhnya, cahaya yang menyebar didepannya, penghalang di antaranya dan neraka, hujah (dalil) bagi mukmin dihadapan Allah SWT, pemberat bagi timbangan, izin untuk melewati Shirath al-Mustaqim, kunci surga.

Untuk melaksanakan sholat Tahajud, langkah-langkah yang harus dilaksanakan adalah:

  1. Mengucapkan niat sholat Tahajud pelan dan menghayati artinya dalam hati
  2. Mengucapkan takbir (Allahhuakbar) sambil mengangkat kedua tangan ke atasseperti takbir sholat biasanya
  3. Membaca doa iftitah. Karena sifatnya sunnah, akan lebih baik apabila dilakukan
  4. Membaca surat Al-fatihah.
  5. Membaca surat pendek Al Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat lainnya dalam Al Quran.
  6. Melakukan gerakan ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam sambil membaca bacaan untuk gerakan tersebut.
  7. Untuk rakaat selanjutnya, ikuti langkah 2-6
  8. Setelah salam, Anda disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, dan doa sholat tahajud

Referensi :

Tahajjud artinya bangun dari tidur. Dalam terminologi al-Qur’an, tahajjud adalah ibadah tambahan (nafilah) yang dilakukan pada malam hari, baik di awal, tengah, atau akhir malam. Shalat tahajjud artinya shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari setelah tidur lebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar. syafi’i berkata:

”shalat malam dan witir baik sebelum atau sesudah tidur dinamai tahajjud. Orang yang melaksanakan shalat tahajjud disebut mutahajjid.

Mengenai hal ini, Allah Swt, berfirman:

Artinya: “Hai orang yang berselimut (Muhammad), Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (QS. Al-Muzammil: 1-3).

Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji .” (QS. Al-Isra‟: 79).

Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq dalam kitab Kaifa Tatahammas Liqiiyamil Lail, menyamakan Tahajjud dengan Qiyamul Lail. Jadi, Tahajjud atau Qiyamul lail adalah menghidupkan malam (terutama pada akhir malam) dengan shalat tahajjud, atau mengaji al-Qur‟an, atau segala aktivitas lain yang bernilai ibadah.

Para ulama sepakat bahwa hukum shalat tahajjud bagi kaum muslimin adalah sunnah muakkad (sunnah yang ditekankan). Hal ini berdasarkan nash dari al-Qur’an, sunnah dan ijma’ kaum muslimin.

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa hukum shalat tahajjud adalah sunnah diantaranya, Firman Allah Swt:

Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (QS. Al-Isra‟: 79).

Shalat tahajjud wajib atas Rasulullah sebagai pengagungan kepada Beliau. Kewajiban ini merupakan kekhususan bagi Beliau dan tidak berlaku pada yang lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt:

Artinya: “Hai orang yang berselimut (Muhammad), Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 1-4).

Berkenaan ayat diatas, ibnu katsir berkata:

“Allah memerintahkan Rasulullah Saw, untuk melepas selimutnya. Kemudian bangun untuk shalat bermunajat kepada Rabbnya.

Sebagaimana Allah berfirman:

Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.”(QS. As-Sajdah: 16).

Maka Rasulullah pun melaksanakan shalat malam sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah kepada-Nya. Dan (shalat malam) merupakan kewajiban atas beliau semata.”

Waktu Tahajjud

Kapan waktu shalat tahajjud dilakukan?

Berbagai informasi yang terhimpun dari berbagai sumber mengemukakan bahwa: “waktu shalat sunnah tahajjud dan witir adalah sejak dari selesainya shalat Isya hingga shalat Subuh. Sabiq dan Hasan menyimpulkan bahwa “Shalat malam itu bisa dikerjakan dipermulaan, di pertengahan, dan dipenghabisan malam. Pendapat-pendapat ini didasarkan atas hadis Rasulullah Saw. Sebagai berikut:

Kapan saja kita ingin melihat Nabi Saw, shalat malam, ketika itu pula kita akan pasti melihatnya; dan kapan saja kita ingin melihat tidurnya Nabi Saw, di saat itu pula kita dapat melihatnya; bila beliau berpuasa, terus dilakukannya sampai-sampai kita akan mengira bahwa beliau tidak pernah berbuka. Namun kalau sudah berbuka, sampai-sampai kita akan berkata bahwa beliau tidak pernah berpuasa,” (HR Ahmad AM, Bukhari, dan Nasai).

“ Telah berkata Ibnu Mas‟ud: “ Sesungguhnya Nabi Saw, salat witir pada permulaan malam dan pada pertengahan malam , “(HR Thabrani).

Dalam Al-Qur‟an Surah Al-Muzzammil (73): 1-4 yang berbunyi:

Artinya: “ Hai orang yang berselimut (Muhammad), Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 1-4).

Dalam surah Al-Muzzammil ayat 3-4 Allah menerangkan dengan perkataan “Separuh malam, kurang atau lebih”. Ini berarti bahwa Allah Swt. menyerahkan kepada Nabi Saw. Untuk memilih waktu shalat tahajjud yang tepat sesuai kelonggaran yang ada pada diri Nabi Saw. Hafidz berkata: “Tahajjud Rasulullah Saw, tidak ada ketentuan waktu-waktunya karena hanyalah semata-mata dimana ada kelapangan.

Apabila di interpretasikan menurut waktu Indonesia, sepertiga awal malam itu kira-kira pukul 22.00 wib, sampai pukul 23.00 wib, seperdua malam diperkirakan kira-kira pukul 00.00 wib, sampai pukul 01.00 wib, dan dua pertiga malam sekitar pukul wib atau pukul 03.00 wib sampai sebelum fajar atau masuk waktu Subuh.

Namun menurut hadist yang shahih, sebaik-baik waktu untuk menjalankan shalat tahajjud adalah pada sepertiga malam yang terakhir, yang menurut interpretasi waktu Indonesia adalah sekitar pukul 02.00 wib, atau pukul 03.00 wib, sampai sebelum subuh. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, sebagai berikut:

“Tuhan kita, Azza wajalla, tiap malam turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang terakhir.”Pada saat itulah Allah Swt, berfirman: “Barangsiapa yang beriman kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, barangsiapa yang meminta kepada- Ku, pasti Ku-beri, dan barang siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti Ku- ampuni .”(HR Jamaah).

“Pada saat alat malam yang lebih utama?” Abu Dzar menjawab: “ demikian kepada Rasulullah Saw., maka beliau bersabda:” Pada tengah malam yang terakhir, tapi sedikit sekali yang suka mengerjakannya ,” (HR Ahmad)

Etika Tahajjud

Terdapat beberapa etika yang perlu diperhatikan oleh orang yang hendak melaksanakan shalat tahajjud. Etika itu adalah sebagai berikut:

  • Wudhu dan berdo’a sebelum tidur.

    Wudhu sebelum tidur merupakan sunnah Rasulullah. Berdasarkan hadist yang artinya:

    Nabi Saw. bersabda kepada Al Bara‟ bin „Azib r.a: Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah diatas lambungmu yang kanan ……”(Muttafaqun „alaihi: 6311, 6882).

  • Berniat akan melakukan shalat tahajjud ketika akan tidur.

    Ini sesuai dengan sabda Nabi Saw:

    Barangsiapa mau tidur dan berniat akan bangun melakukan shalat malam, lalu ia tertidur sampai pagi hari, mereka dituliskan apa yang diniatkan itu merupakan sedekah untuk Tuhan, (HR. Ibnu Majah dan Nasa‟I).

    Jadi, disunahkan bagi kita pada waktu hendak tidur diawal malam, hendaklah menguaatkan niat untuk bangun bertahajjud di pertengahan malam atau akhirnya.

  • Membersihkan bekas tidur dari wajahnya, kemudian bersuci dan memandang ke langit sambil berdo‟a dan membaca akhir surah Ali Imran.

  • Membuka shalat tahajjud dengan shalat iftitah.

  • Hendaknya membangunkan keluarganya untuk bersama-sama shalat tahajjud.

  • Jika mengantuk sebaiknya shalatnya dihentikan saja sampai kantuknya hilang.

  • Jangan memaksakan diri dan hendaklah shalat tahajjud dijalankan sesuai dengan kesanggupannya. Karena itu mengondisikan diri adalah cara yang baik. Karena, bila sudah terbiasa bangun ditengah malam rasa berat dan kantuk akan tidak ada.50

  • Sangat dianjurkan pada waktu malam untuk banyak memohon (berdo’a) dan istighfar kepada Allah SWT. Khususnya sepertiga malam (yakni beberapa jam menjelang waktu fajar).

Adab-adab yang sudah dijelaskan di atas sangat perlu dan penting untuk dikerjakan oleh orang yang senantiasa melaksanakan shalat tahajjud, karena hal tersebut akan menambah kekhusyukan seseorang dalam melaksanakan shalat tahajjud.

Cara Tahajjud

Untuk melaksanakan sholat Tahajud, langkah-langkah yang harus dilaksanakan adalah:

  • Mengucapkan niat sholat Tahajud pelan dan menghayati artinya dalam hati Adapun niat sholat tahajjud sebagai berikut:

    Artinya yaitu “Aku (berniat) shalat tahajud 2 rakaat karena Allah Ta’ala”.

  • Mengucapkan takbir (Allahhuakbar) sambil mengangkat kedua tangan ke atas seperti takbir sholat biasanya

  • Membaca doa iftitah. Karena sifatnya sunnah, akan lebih baik apabila dilakukan

  • Membaca surat Al-fatihah.

  • Membaca surat pendek Al Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat lainnya dalam Al Quran.

  • Melakukan gerakan ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam sambil membaca bacaan untuk gerakan tersebut.

  • Setelah salam, Anda disunahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, dan doa sholat tahajud

Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar.

Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Mu’akkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat keutamaan dan keistimewaan yang besar sekali.
Beberapa dalil yang menyinggung keutamaan bangun pada dua pertiga malam shalat tahajjud adalah Surat AL-MUZZAMMIL ayat 1 – 20.

Berikut Saya ambil salah Satu petikan dari surat AL-MUZZAMMIL AYAT 20:

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang.Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Surat Ini menjelaskan bagaimana Allah memberi kita waktu waktu yang kiranya paling tepat untuk memohon doa. Maha Benar ALLAH dengan segala firmannya. Rasulullah SAW pun bersabda:

“Kerjakanlah shalat malam, karena shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada TUHAN kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan (HR.Imam Tirmidji & Ahmad)

Sumber : http://flash-share.blogspot.co.id/2013/07/pengertian-shalat-tahajud-lengkap.html