Apa yang anda ketahui tentang Seniman Inspiratif Zuly Sanguino?

gambar

Zuly Sanguino, gadis asal Bogota, Kolombia, yang terlahir dengan phocomelia, kelainan bawaan yang membuatnya tak punya kedua tangan dan kaki. Zuly hidup mandiri dan berpindah tepat dengan menyeret tubuhnya bahkan bisa berdiri, berjalan, dan melakukan semua sendiri.

Meskipun Ia kerap di-bully teman-temannya karena bentuk tubuhnya. Semangatnya untuk hidup langsung luntur. Berkat dukungan sang ibu Zuly belajar menulis dan melukis dengan mulut.Di usia 15 tahun, Zuly sudah bisa melukis dengan baik, Ia melukis bunga, alam, lanskap indah, apapun yang memberinya semangat hidup.

Di usia yang ke- 24 tahun, Zuly benar-benar telah mandiri dan menemukan gairah hidupnya. Ia bisa melakukan segara aktifitas sendiri seperti: berbusana, berdandan, dan membersihkan rumah.Di sela-sela waktu luangnya, Zuly menyempatkan diri memunguti sampah di lingkungannya. Ia juga yang mengurus adik-adiknya.

Perjuangan hidup Zuly itu, memang menginspirasi.Tak hanya melukis, ia kini juga menjadi motivator. Ia pernah diundang ke Amerika Serikat untuk mengembangkan bakat sekaligus menjadi pembicara motivasi di banyak organisasi, perusahaan, sekolah, penjara dan lain sebagainya.

Zully adalah salah satu orang yang mampu memotivasi orang lain agar lebih semangat dan bangkit dari depresi, khususnya untuk orang-orang muda di dunia.

1 Like

Zuly, seorang yang tinggal di Bogota, Colombia, berkata:

”Ia tidak memiliki lengan atau kaki. Ia terlair dengan sindrom Tetra-amelia, kelainan bawaaan resesif autosom yang sangat langka yang ditandai dengan tidak adanya keempat anggota badan, yaitu lengan dan kaki. Itu merupakan kehidupan yang sulit baginya. Menjadi sasara intimidasai dan pelecehan seksual sejak usia yang sangat muda, hingga membuatnya berupaya untuk bunuh diri.

Titik terendahnya saat usia 15 tahun. Perlahan ia mulai membangun kembali kepercayaan dirinya dan hidupnya dengan bantuan serta bimbingan ibunya, orang yang selalu mendukung serta saudara-saudaranya.

Akhirnya ia menjadi pembicara motivasi dan menginspirasi ribuan orang dengan hasratnya untuk seni dan kehidupan di rumah sakit, gereja, bisnis, penjara, dan sekolah. Ia memberikan motivasi kepada anak-anak yang diintimidasi, atau cacat, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka memiliki keterbatasan fisik atau mental yang tidak harus membiarkannya. Bahwa kita bisa tumbuh dan berprestasi asal tidak menyerah dan jika kita mau.

SEJAK KAPAN ZULY MERASA BERBEDA DENGAN YANG LAIN?


Sejak ia mulai sekolah di usia 5 atau 6 tahun. Akibat perlakuan teman-temannya di sekolah yang memberlakukannya dengan berbeda bahkan guru-gurunya. Sejak kecil ia hidup di lingkungan keluarga yang sangat mendukung dan tidak membeda-bedakannya meskipun ia tidak memiliki anggota tubuh. Keluarganya sangat menyayangi Zuly. Zuly pun memiliki 6 saudara kandung. 3 perempuan, 2 laki-laki, dan ia sendiri.

BAGAIMANA ZULY BISA MELUKIS DAN MENGAPA?


Ia tumbuh di keluarga yang memiliki jiwa seni, di lingkungan artistik. Semua keluarga telah menunjukkan bakatnya dengan cara yang berbeda. Hal itulah yang membuatnya untuk melakukan itu. Sejak umur 4 tahun, ia sudah mulai berpikir tentang seni. Ia mulai mencoba-coba menggunakan sikat dengan mulutnya dan ibunya membantunya. Dan seni baginya berawal karena ia ingin melampiaskan rasa sedihnya. Ayahnya bunuh diri, ia diintimidasi dan diperkosa. Namun ternyata, seninya bahkan mampu melukiskan suatu keindahan, tidak hanya kesedihan.

APA SAJA TANTANGAN YANG MASIH DIHHADAPI SEHARI-HARI DAN BAGAIMANA MENGATASINYA?


Ia melakukan hal-hal seperti yang biasa dilakukan gadis normal setiap hari, tetapi tentu saja sedikit berbeda. Ia mencintai dirinya sendiri. Ia tidak membiarkan begitu saja bahwa ia tidak memiliki anggota tubuh. Ia senang dengan apa yang ia miliki. Ia suka merias wajah, memperbaiki rumah dan membantu pekerjaan rumah tangga. Ia suka keluar dan melakukan pekerjaan sosial, ia mengunjungi gereja, rumah sakit, berbicara dengan anak-anak yang sakit dan mencoba memberi mereka harapan. Ia berbicara dengan gadis-gadis yang mengalami hal sama dengannya dulu; di Kolombia itu sering terjadi. Ada banyak masalah yang bisa ia bicarakan dan memotivasi orang untuk melakukan perubahan. Ada banyak pekerjaan yang bisa ia lakukan. Ia bisa keluar dan mengambil bagian dalam perawatan lingkungan, mengajar seni anak-anak dan cara melukis dengan mulut mereka dan menasihati mereka untuk tidak menggunakan narkoba.

Tantangan terbesar yang ia miliki sekarang adalah berkeliling kota. Kolombia tidak semaju Amerika Serikat di mana Anda dapat mengambil mobil dan meletakkan kursi roda di dalamnya. Amerika Serikat memiliki trotoar dan fasilitas lainnya untuk para penyandang cacat. Di Kolombia, tidak ada rasa hormat terhadap orang cacat. Orang sering memarkir mobil mereka di tempat parkir penyandang cacat. Ia tidak punya mobil. Ketika ia bepergian dengan bus, ia harus meminta seseorang untuk membantunya. Ia mencoba mengubah budaya ketidakpedulian di Columbia ini. Ia berbicara dengan orang-orang, mencoba membuat mereka mengerti bahwa kecacatan tidak membuat kita menjadi kurang manusiawi.

MENJADI PEMBICARA MOTIVASI YANG LUAR BISA, APAKAH MERASA GUGUP?


Normal untuk terkadang merasa gugup dan ketika itu terjadi, ia mencoba untuk fokus pada pesan yang berpotensi mengubah hidup. Dan ketika ia mulai berpikir seperti itu, tidak ada yang menghalangi. Yang paling penting bagi ia adalah percaya pada diri sendiri. Begitu ia bisa membuat orang percaya bahwa meskipun ada banyak peluang, ia merasa sangat bahagia.

Pesan ia untuk semua orang adalah "Mulailah percaya pada dirimu sendiri. Setelah Anda mulai percaya pada diri sendiri, Anda mampu melakukan hal-hal luar biasa dalam hidup Anda. Jika saya bisa melakukannya, Anda bisa melakukannya! "

Sumber:

Terlahir dengan kelainan genetik tanpa lengan dan kaki membuat hidup Zuly Sanguino pada awalnya menderita. Postur tubuhnya yang tidak tumbuh sempurna membuat dirinya menjadi sasaran bully (ejekan) di sekolah dengan menyebutnya alien. Dia kerap dikucilkan dan bahkan di usia 15 tahun, Zuly menjadi korban pemerkosaan. Kejadian itu akhirnya membuat dia merasa tidak pantas hidup.

Hanya ada satu niat dalam hatinya yaitu bunuh diri. Dia lalu naik ke lantai empat sebuah gedung dan bersiap untuk melompat. Tetapi sang ibu, Guillermina muncul tepat waktu saat dirinya bersiap untuk melompat. Zuly mulai menangis dan mengatakan bahwa dirinya begitu buruk dan hanya membuat sang ibu tidak bangga. Namun sang ibu segera memeluknya erat-erat dan mengatakan bahwa suatu hari nanti hidup Zuly tetap bisa bahagia sama seperti hidup orang normal lainnya. Sejak dari masa itulah Tuhan mengubah rencana putus asa itu menjadi sesuatu yang tak terpikirkan oleh Zuly sebelumnya.

Di usia 18 tahun, gadis muda kelahiran Bogota, Columbia, negara yang tidak menyediakan bantuan dana bagi penyandang cacat ini lalu mulai sekolah seni. Tanpa diduga kesempatan besar lalu datang menghampirinya, dimana seorang pendeta gereja setempat mengajaknya bergabung menjadi seorang motivator bagi orang-orang.

Saat Zuly berusia 25 tahun, dia lalu menjual beberapa lukisannya dan menjadi pembicara di kampus untuk membantu keuangan keluarga. Dia tidak dibayar mahal untuk sesinya berbagi, tetapi tentu saja, dia tidak melakukan hal itu dengan motivasi untuk menghasilkan uang.

Pengaruh Zuly terhadap orang lain itu benar-benar nyata. Alasan terbesar baginya untuk bisa tersenyum seperti saat ini adalah karena cinta dan dukungan dari orang-orang. Dengan membagikan kisah hidupnya, Zuly tidak hanya menginspirasi orang lain tetapi juga mengubah hidup orang lain