Apa yang anda ketahui tentang penyakit Salmonellosis pada hewan?

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit menular yang dapat menyerang hewan maupun manusia. Bakteri penyebab penyakit dapat menimbulkan berbagai macam manifestasi penyakit pada hewan dan demam enterik serta gastroenteritis pada manusia.

Gejala Klinis


Pada dasarnya secara klinis penyakit salmonellosis menimbulkan 3 bentuk manifestasi penyakit yaitu demam enteritik, septikemi dan gastro enteritis.

Pada Sapi

Sapi dewasa yang menderita Salmonellosis akut akan menampakkan gejala demam, lesu, kurang nafsu makan dan produksi susu menurun, diikuti dengan diare, dimana feces encer mengandung darah dan lendir.

Hewan yang sedang bunting dapat abortus. Kematian dapat terjadi 34 hari setelah menderita sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan. Pada Salmonellosis sub akut dapat terjadi demam, dapat pula tidak. Hewan bunting dapat abortus tanpa menunjukan tanda-tanda sakit Iainnya.

Anak sapi yang terserang sekitar umur 2-6 minggu, dengan tandatanda septikemi yang akut tanpa diare. Beberapa kasus menunjukan demam, kurang nafsu makan, lesu, dehidrasi dan kekurusan. Pada penyakit yang berjalan kronis dapat terjadi arthritis. Angka morbiditas sampai 80%, sedangkan angka mortalitasnya 10-20% atau lebih tinggi.

Pada Babi

Salmonellosis pada babi dapat berjalan akut, subakut atau khronis.

Babi yang paling peka adalah umur empat bulan.

Pada proses akut babi menderita demam, diare, kulit telinga dan abdominal berwarna keunguan. Bentuk sub akut atau khronis ditandai dengan adanya demam ringan kurang nafsu makan dan diare beberapa minggu sehingga hewan menjadi kurus. Baik pada proses akut rnaupun komplikasi pada paru.

Babi dengan kondisi badan yang baik Salmonella chloreasuis dapat bersifat oppurtunistik dan akan menimbulkan penyakit bila resistensi tubuh babi tersebut menurun.

Pada Unggas

Salmonellosis pada unggas termasuk Pullorum adalah penyakit yang terutama menyerang unggas muda, misalnya anak ayam.

Unggas dapat mati tanpa menunjukkan tanda KIinis yang teramati ialah kurang nafsu makan, kehausan, kelesuan, sayap terkulai, gangguan syaraf dan feses berwarna putih atau coklat kehijauan.

Tipus unggas disebabkan oleh S.gallinarum, biasanya menyerang unggas dara dan dewasa, menimbulkan banyak kematian yang kadangkadang tanpa disertai tanda Klinis terlebih dahulu. Umumnya hewan apatis, kurang nafsu makan, pial berwarna merah tua dan disertai diare berwarna hijau.

Unggas yang terserang oleh S.typhimurium tidak selalu menunjukan gejala klinis, tetapi hewan penderita ini akan bertindak sebagai sumber penularan.

Pada Kuda

Salmonella abortus-equi menyebabkan abortus pada kebuntingan tua. Bakteri ini juga menyebabkan polyarthritis pada kuda yang masih muda.

Infeksi S.typhimurium dapat menyebabkan septicemia dan mengakibatkan kematian tiba-tiba pada hewan muda, serta enteritis pada hewan tua.

Salmonellosis serotipe Iainnya dapat menimbulkan gejala kolik dan gastroenteritis.

Patologi


Pada Sapi

Sapi dewasa menunjukkan enteritis hemorragis yang akut disertai lesi nekrotik pada mukosa usus besar dan usus halus, oedematus dan kadang-kadang hemorragis. Hati mengalami degenerasi dan dinding kantung empedu menebal. Paru mengalami pneumonie.

Anak sapi menunjukkan gejala penyakit kuning, pneumoni, enteritis dengan pembesaran yang odematus dari kelenjar limfe mesenterialis.

Kadang-kadang didapatkan sarang-sarang nekrotik pada hati dan ginjal.

Pada Domba dan Kambing

Domba dan kambing, menunjukkan adanya perubahan septikemi antara lain: kongesti dan hemorragis pada usus, pembesaran kelenjarkelenjar limfe. Perdarahan ptekie mungkin terdapat pada cortex dari ginjal dan pericardium.

Pada Babi

Pada babi terjadi pemucatan pada kulit perut dan telinga sehingga berwama Iebih geIap sampai agak ungu. Perdarahan ptekie pada subkutan. Pada limpa dan limpo glandula mesentericus terjadi pembengkakan.

Pada kasus kronis terdapat kancing ulcus di daerah membrana ileocal.

Pada Kuda

Kuda yang sakit menunjukkan peradangan gastrointestinal yang bersifat catarrhalis dan enteritis hemorragis. Sarang nekrose terdapat pada hati, limpa dan lesi lokal di pusar dan sendi.

Diagnosa


Diagnosa salmonellosis dapat dilakukan dengan cara:

  • Melihat tanda klinis penyakitnya

  • Isolasi dan identifikasi Salmonella secara bakteriologik

  • Pemeriksaan serologis dengan test plate aglutination dengan menggunakan whole blood.

Untuk bahan pemeriksaan yang mengandung banyak bakteri pencemar seperti feses, air kemih, media selektif lebih dulu dipupuk pada kaldu selenit (24 jam, 37°C), kemudian dipupuk pada “media selektif agar” untuk Salmonella.

Diagnosa Banding


Salmonelosis dapat dikelirukan berbagai penyakit berikut:

  • Tanda-tanda septikemi oleh sebab Salmonellosis pada babi dapat dikelirukan dengan tanda-tanda septikemi yang disebabkan oleh Hog cholera, erysipelas atau infeksi Steptococcus. Tanda-tanda diare seperti dysentri babi, sedang gangguan alat pernafasan seperti yang ditimbulkan oleh bakteri Pasteur

  • Tanda-tanda gastro enteritis pada sapi seperti keracunan makanan atau parasitisme. Adanya diare seperti yang terjadi oleh infeksi virus diare dan kejadian abortus seperti dijumpai pada infeksi lainya.

  • Tanda-tanda enteritis pada domba dan kambing mirip dengan kejadian coccidiosis, enterotoksemia atau desentri pada domba oleh sebab jasad renik lainnya.

Tata cara pemeriksaan penyakit salmonellosis pada hewan adalah sebagai berikut :

  • Pada hewan hidup bahan pemeriksaan berupa feses atau usapan rektal untuk pemeriksaan bakteriologik dan serum darah untuk pemeriksaan serologis.

  • Pada hewan mati pengiriman bahan pemeriksaan dapat berupa jantung atau darah jantung, hati, limpa, potongan usus dan limfoglandula mesenterialis. Bila terdapat abortus maka foetus dan placenta dapat dikirim untuk bahan pemeriksaan.

  • Pada ayam dapat dikirim jantung, hati berikut kantong empedunya minimal berasal dari 5 ekor ayam. Bila pada sejarah penyakit dan pemeriksaan patologis anatomi menunjukkan ke arah tipus ayam maka bahan pemeriksaannya berupa hati, limpa, jantung, folikel ovarium dan isi usus halus.

Referensi:
http://wiki.isikhnas.com/images/b/b9/Manual_Penyakit_Hewan_Mamalia.pdf

Salmonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang berbentuk batang langsing dan tidak membentuk spora. Bakteri Salmonella yang menyerang sapi yaitu Salmonella dublin. Penularan penyakit ini melalui saluran pencernaan, kandungan dan lewat telur bakteri yang disebabkan oleh pencemaran akibat feses yang terinfeksi.

Gejala penyakit salmonellosis yaitu demam, lesu, kurang nafsu makan, produksi susu menurun, diare, feces encer mengandung darah dan lender, septikemi yang akut, dehidrasi, kekurusan, arthritis.

Salmonella typhimurium
Salmonella typhimurium

Usus Sapi Yang Terinfeksi Salmonella
Usus Sapi Yang Terinfeksi Salmonella

Cara pengendalian penyakit Salmonellosis yaitu:

  1. Pemberian Sulfonamida, Nitrofurans dan Antibiotika.
  2. Lakukan vaksinasi.
  3. Menjaga kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan ternak.
  4. Berikan pakan yang baik dengan menambahkan vitamin B atau Niacin.