Apa yang anda ketahui tentang penyakit eeg bending pada kura-kura?

Kura-kura

Penyakit eeg bending adalah penyakit pengikatan telur atau dystocia atau retensi telur atau post ovulatory statis. Penyakit ini biasa terjadi pada hewan reptil termasuk kura kura. Secara umum terjadi karena kekurangan nutrisi.

Apa yang anda ketahui tentang penyakit eeg bending pada kura-kura?

Penyakit egg bending terjadi saat si betina gagal mengeluarkan telur pada sistem reproduksinya. Menurut suatu hasil survey penyakit ini terjadi pada 10 % populasi reptil paling banyak pada ular dan kura kura. Mengapa kepada kedua hewan tersebut pun belum dijelaskan apakah akibat kedua hewan tersebut yang paling banyak dipelihara dan/atau memang penyakit ini rentan terhadap kedua hewan tersebut.

Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi atara lain mengakibatkan kematian pada sang anak, kematian pada telur/gagal menetas, peritonitis, radang pada saluran reproduksi sehingga menyebabkan penurunan kesuburan/kemandulan bagi betina. Pada beberapa kasus sampai berakhir pada kematian.

Penyebab penyakit ini adalah :

  1. Cacat anatomis, sehingga telur tidak dapat keluar dari sistem reproduksi;

  2. Telur terlalu besar, telur yang tidak beraturan sehingga mengganggu proses keluar, terdapat telur rusak yang menyangkut;

  3. Betina yang tidak baik secara kesehatan, tidak gesit sehingga otot reproduksi tidak mampu mengeluarkan telur;

  4. Kondisi lingkungan yang tidak kondusif untuk bertelur sehingga sang betina enggan bertelur;

  5. Suhu, pencahayaan, dan kelembapan yang tidak sesuai;

  6. Malnutrisi, terutama apabila kekurangan kalsium;

  7. Dehidrasi;

  8. Stress;

  9. Kondisi hormonal/infeksi pada jaringan reproduksi;

  10. Indukan yang terlalu muda/belum matang/terlalu tua.

image

Gejala pada kura kura apabila terpapar penyakit ini adalah :

  1. Pembengkakan pada kloaka;
  2. Depresi;
  3. Kesulitan bernapas;
  4. Lesu;
  5. Prilaku menggali tanpa bisa mengeluarkan telur karena tersiksa.

Untuk mengetahui penyakit ini kura kura perlu dibawa kedokter, dilakukan x-ray untuk melihat posisi, jumlah telur yang tersisa didalam. Selain itu dokter juga dapat melakukan ultrasound, menanyakan waktu kawin, bahkan pengujian lab untuk memastikan penyakitnya.

Jika anda mencurigai penyakit ini karena ciri ciri diketahui untuk tahap awal dapat dilakukan perawatan dirumah dengan memisahkannya pada lingkungan yang dibuat dilengkapi substrat dan media media bertelur bagi reptil khususnya kura kura. Apabila 48 jam setelah penangan masih tidak menunjukan tanda tanda bertelur maka penangan medis diperlukan. Hal hal medis yang biasa dilakukan adalah :

  1. manipulasi fisik;
  2. Stimulasi hormon;
  3. menyingkirkan isi telur;
  4. Operasi pengangkatan telur;