Apa yang anda ketahui tentang malaikat Munkar dan Nakir?

malaikat Nakir

Malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk dan taat pada perintah serta ketentuan Allah SWT. Malaikat berasal dari kata malak bahasa arab yang artinya kekuatan. Apa yang anda ketahui tentang malaikat Nakir?

Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir merupakan dua malaikat yang bertugas menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di alam kubur. Hal itu akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir dari jamaah yang mengikuti pemakaman telah melangkah 40 langkah dari makam.

Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir akan Menanyakan tiga (3) perkara. Tiga (3) perkara tersebut, yaitu :

  1. Siapa Tuhamnmu?
  2. Apa Agamamu?
  3. Siapa Nabimu?

Seorang mukmin yang saleh akan menjawab bahwa Tuhanku adalah Allah Swt. Agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad saw. Jika jawaban seseorang itu benar seperti tersebut di atas, maka waktu untuk menunggu hari kebangkitan akan sangat menyenangkan. Namun, apabila seseorang tidak dapat menjawab seperti tersebut di atas, maka orang tersebut akan dihukum hingga hari penghakiman.

Referensi : https://azzamaviero.com/nama-malaikat-dan-tugasnya/

Malaikat Nakir tugasnya sama dengan malaikat Munkar menanyakan manusia tentang 6 pokok permasalahan, yakni Tuhan, Agama, Nabi/Rasul, Kitab, Qiblat, dan teman (saudara).

Berikut beberapa informasi terkait dengan Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir dalam kitab Akhbar Al-Akhirah fi Ahwal Al-Kiyamah.

Kubur merupakan rumah tempat malaikat Munkar dan Nakir menanyai setiap manusia yang telah dikubur. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut.

… “Akulah rumah yang liar. Dan akulah rumah yang kelam. Dan akulah rumah ulat api yang ada kuasa yang garahakan karenaku … Akulah rumah yang dijadikan olehmu mencitakan aku dengan membaca Quran. Dan akulah rumah yang kelam maka terangi olehmu akan daku dengan membawa sembahyang tahajud. Dan akulah rumah yang hamparan tanah maka dijadikan olehmu hamparan amal saleh. Dan akulah rumah ular maka jadikan olehmu permulaan mengerjakan suatu pekerjaan dengan mengucap bismillahir-rahmanir-rahim dan dengan menangis. Dan akulah rumah tempat soal Munkar wa Nakir maka perbanyak olehmu mengucap lā ilaha ilallāh Muhammad rasulullah di atas belakangku”

Malakul Maut masuk ke dalam kubur dahulu daripada Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir. Disuruh oleh Malakul Maut menuliskan amalnya ketika di dunia dengan telunjuk sebagai pena, air ludah sebagai tinta, dan kain kafan sebagai kertasnya. Manusia malu menuliskan kejahatannya, tetapi dipaksa oleh Malakul Maut. Setelah Malakul Maut selesai menjalankan tugasnya itu, barulah malaikat Munkar dan malaikat Nakir menanyai mayat dalam kubur. Pertanyaan Munkar dan Nakir, yaitu

… Maka tanyai keduanya akan mayit itu, katanya, “Man rabbuka wa man nabiyyuka wa mā dinka wa mā imā muka wa mā qiblatuka wa ma ikhwanikā?” artinya “Siapa Tuhanmu dan siapa nabimu dan [si]apa agamamu dan apa imammu dan ke mana kiblatmu dan siapa saudaramu?”

Maka jika ada mayit itu orang yang berbahagia maka dijawabnya, “Allāhu rabbi wa Muhammadin nabiyyi wa Islāmi dini wal Qur’ani imāmi wal Kaʻabatu qiblati wal muslimun ikhwani,” artinya “Allah Tuhanku dan Muhammad nabiku dan Islam itu agamaku dan Quran itu imamku dan Kabah itu kiblatku dan segala Islam itu saudaraku”

Gambaran fisik malaikat Mukar dan Nakir adalah suaranya sangat keras seperti petir, matanya seperti kilat yang sangat terang, dan membawa alat pemukul yang sangat besar.

Malaikat Munkar dan Nakir dalam Islam adalah malaikat yang menguji iman orang mati di kuburan. setelah kematian, jiwa seseorang melewati panggung bernama Barzakh, di mana ia ada di kuburan (bahkan jika tubuh orang tersebut dihancurkan, jiwa masih akan beristirahat di bumi di dekat tempat mereka kematian).

Pemeriksaan akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang terakhir dari jemaat pemakaman telah melangkah 40 langkah dari kuburan. Nakir dan Munkar menopang jiwa almarhum tegak di kubur dan menanyakan tiga pertanyaan: “Siapa Tuhanmu Siapa Nabimu Apa agamamu?”. Seorang mukmin saleh akan merespon dengan benar, mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, bahwa Muhammad adalah nabi mereka dan bahwa agama mereka adalah Islam. Jika jawaban benar almarhum, waktu yang dihabiskan menunggu kebangkitan yang menyenangkan. Mereka yang tidak menjawab seperti yang dijelaskan di atas dihukum sampai hari penghakiman.

Malaikat Munkar dan Nakir digambarkan memiliki mata hitam solid, memiliki rentang bahu diukur dalam mil, dan membawa palu “begitu besar, bahwa jika semua umat manusia mencoba sekaligus untuk memindahkan mereka inci tunggal, mereka akan gagal”. Ketika mereka berbicara, lidah-lidah api berasal dari mulut mereka. Jika salah satu jawaban pertanyaan mereka salah, ada yang dipukuli setiap hari, selain hari Jumat, sampai Allah memberikan izin untuk pemukulan berhenti.

Dalam kitab Manazilul Akhirah, “Stasiun-stasiun perjalanan Akhirat”, sakratul maut adalah stasiun yang pertama, dan alam kubur adalah stasiun yang kedua. Di alam kubur terdapat tiga keadaan yang harus dilalui oleh manusia dalam perjalanannya menuju alam akhirat, yaitu: Kesepian di alam kubur, siksaan dan himpitan kubur, dan ketiga adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Dan ini adalah bagian yang terakhir dari jalan-jalan terjal yang harus dihadapi oleh manusia. Selanjuntnya manusia akan memasuki stasiun yang ketiga yaitu alam Barzakh.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata :

“Barangsiapa yang mengingkari tiga hal, ia bukan pengikutku: mi`raj Nabi saw, pertanyaan di alam kubur, dan syafaat.” (Biharul Anwar 6: 222, hadis ke 23)

Akan datang pada seorang mayit dua malaikat yang menakutkan, suaranya seperti halilintar, pandangan matanya seperti kilat petir yang menyambar. Mereka akan bertanya kepada sang mayit: Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu, dan apa agamamu? Mereka juga akan menanyakan tentang wilayah dan imamah,yakni kepada siapa ia berwilayah dan berimam.

Pertanyaan-pertanyaan itu akan sangat sulit dijawab oleh seorang mayit, dan untuk menjawabnya ia butuh pertolongan. (Al- Al-Bihar 6: 215)

Sumber : https://bambangbelajar.wordpress.com/2013/10/12/kisah-malaikat-munkar-dan-nakir-as/