Apa yang Anda ketahui tentang B.J Habibie?

Apa yang Anda ketahui tentang B.J Habibie ?

Salah satu kunci kebahagiaan adalah gunakan uangmu untuk pengalaman buka gunakan uangmu untuk keinginan.

Kutipan di atas merupakan satu dari sekian banyak tulisan atau ucapan Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie. Apa yang Anda ketahui tentang B.J Habibie ?

1 Like

BJ Habibie atau lengkapnya Bacharuddin Jusuf Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Indonesia. Beliau meninggal pada 11 September 2019 di Jakarta. Beliau merupakan insinyur dan politisi pesawat terbang Indonesia yang menjadi presiden Indonesia (1998-1999). Cemerlang dalam sains dan matematika sejak kecil, Habibie menerima pendidikan p ostecondary -nya di Institut Teknologi Bandung di Bandung, Indonesia, dan melanjutkan studinya di Institut Teknologi Rhine-Westphalia Utara di Aachen, Jerman Barat. Setelah lulus pada tahun 1960, ia tetap di Jerman Barat sebagai peneliti aeronautika dan pengawas produksi.
image

Suharto mengambil alih kekuasaan sebagai presiden kedua Indonesia pada tahun 1966, dan pada tahun 1974 ia meminta Habibie -yang telah dikenalnya selama 25 tahun- untuk kembali ke negara itu dan membantu membangun industri maju. Suharto meyakinkannya bahwa ia dapat melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu. Awalnya ditugaskan ke perusahaan minyak negara, Pertamina, Habibie menjadi penasihat pemerintah dan kepala perusahaan kedirgantaraan baru pada tahun 1976. Dua tahun kemudian ia menjadi menteri riset dan kepala Badan Evaluasi dan Aplikasi Teknologi. Dalam peran ini dia mengawasi sejumlah usaha yang melibatkan produksi dan transportasi mesin berat, baja, peralatan elektronik dan telekomunikasi, dan senjata dan amunisi.

Habibie percaya perusahaannya pada akhirnya akan menelurkan usaha teknologi tinggi di sektor swasta dan memungkinkan negara untuk naik tangga teknologi. Pada tahun 1993 ia meluncurkan pesawat terbang pertama buatan Indonesia, yang ia bantu desain, dan pada tahun berikutnya ia meluncurkan rencana untuk memperbarui lebih dari tiga lusin kapal yang dibeli dari bekas angkatan laut Jerman Timur atas inisiatifnya. Kementerian Keuangan menolak keras upaya yang terakhir, sementara angkatan bersenjata berpikir bahwa wilayahnya telah dilanggar. Meskipun demikian, Habibie mendapat lebih dari $ 400 juta untuk perbaikan.


Sementara itu, pada tahun 1990 Habibie diangkat sebagai kepala Asosiasi Intelektual Muslim Indonesia, dan selama pemilihan dewan pusat tahun 1993 dari partai yang berkuasa di negara itu, Golkar, Habibie membantu anak-anak dan sekutu Presiden Suharto naik ke posisi teratas, meredakan lama berdiri. pialang kekuasaan yang didukung militer. Pada akhir 1990-an Habibie dipandang sebagai salah satu dari beberapa kemungkinan pengganti Suharto yang menua.

Pada bulan Maret 1998, Soeharto mengangkat Habibie sebagai wakil presiden, dan dua bulan kemudian, setelah kekerasan berskala besar di Jakarta, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Mendorong tak terduga ke posisi teratas negara itu, Habibie segera mulai menerapkan reformasi besar. Dia menunjuk kabinet baru; memecat putri sulung Suharto sebagai menteri urusan sosial serta teman lamanya sebagai menteri perdagangan dan industri; menunjuk sebuah komite untuk menyusun undang-undang politik yang tidak terlalu membatasi; diizinkan pers gratis; mengatur pemilihan parlemen dan presiden secara gratis tahun berikutnya; dan menyetujui batas masa jabatan presiden (dua masa jabatan lima tahun). Dia juga memberikan amnesti kepada lebih dari 100 tahanan politik.

Referensi

https://www.britannica.com/biography/B-J-Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie adalah presiden ke 3 Republik Indonesia. beliau adalah caproninya indonesia , caproni adalah insinyur peswatnya italia. cita-cita beliau ingin membuat pesawat dari kecil agar bisa menjadikan pesawat sebagai transportasi yang bisa menghubungkan antar pulau di indonesia. sempat beliau ditolak oleh industru dirgantara indonesia karena masih belum diperlukan, setelah beberapa tahun tertolaknya habibie kemudian ia beralik bekerja sebagai insinyur kereta api di jerman. karena ide briliant beliau ia bisa membuktikan kepada industri jerman bahwa dia bisa membuat kereta dengan tekanan tinggi saat itu, habibie akhirnya tersorot oleh pemerintah indonesia dan memerintahkan untuk pulang ke indonesia supaya habibie membuatkan pesawat buatan indonesia sendiri.

sumber :
film Habibie dan ainun 2012

Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia anak keempat dari delapan bersaudara. Orang tuanya adalah pasangan Bugis-Jawa, Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Keluarga
Kedua orang tua Habibie berasal dari keluarga terhormat dan terpelajar. Kakek Habibie adalah ulama Islam terkenal. Ayah Habibie adalah lulusan sekolah pertanian di Bogor. Pada 1948, Alwi Habibie menjabat sebagai Kepala Departemen Pertanian Negara Indonesia Timur. Sementara ibunya datang dari keluarga dokter.
Pada 3 September 1950, ketika sedang mengimami salat Isya, ayah Habibie terjatuh. Sambil menangis, kakak tertua Habibie, Titi, berlari minta tolong ke asrama TNI di depan rumah mereka. Asrama itu didiami pasukan Brigade Mataram yang saat itu dipimpin oleh Soeharto, kelak presiden kedua RI. Bersama dokter brigade, Soeharto datang ke rumah Habibie. Namun, nyawa Alwi Habibie tidak tertolong lagi.

Masa Kecil dan Pendidikan
Sejak kecil, Habibie menyukai mesin. Menurut Titi Habibie, jika ditanya “kalau besar mau jadi apa?” ia selalu menjawab, “Insinyur”. Pendidikan menengahnya ditempuh di HBS (horgere burger school). Di tengah jalan, tahun 1950, ia pindah ke Bandung dan sekolah di Gouvernements Middelbare School sampai 1951. Lalu lanjut ke Sekolah Menengah Atas Katolik dari 1951 sampai 1954. Selama sekolah, kepandaian anak Parepare ini di bidang ilmu alam dan matematika sangat menonjol.
Selepas SMA tahun 1954, ia masuk Departemen Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (sekarang Institut Teknologi Bandung). Dengan biaya dari ibunya, pada tahun 1955 ia melanjutkan kuliah di jurusan Konstruksi Pesawat Terbang di Rheinisch Westfählische Technische Hochschule (RWTH), Achen, Jerman Barat. Ia menyelesaikan jenjang S-1 hingga S-3 selama 10 tahun. Pada 1965, ia meraih gelar doktor ingenieur (doktor teknik) dengan predikat summa cum laude. Kelak, menjelang kepulangannya ke Indonesia, seorang pemimpin perusahaan MBB menyatakan pengakuannya atas genialitas Habibie. Ia berkata bahwa untuk mendapatkan satu orang lagi seperti Habibie, Indonesia membutuhkan waktu seratus tahun.

Karir
Lulus diploma pada 1960, Habibie kemudian bekerja sebagai asisten peneliti di Institut Kontruksi Ringan RWTH. Habibie kemudian mendaftar di perusahaan pembuat pesawat Hamburger Flugzeug Bau (HFB) yang tengah mengembangkan pesawat Fokker F28 dan Hansajet 320. Setelah HFB berganti nama menjadi Messerschmitt-Boelkow-Blohm (MBB), ia diangkat sebagai Direktur Pengembangan dan Penerapan Teknologi, pada 1973. Jabatan tersebut adalah yang tertinggi di MBB yang pernah dijabat oleh orang asing.

Kematian
Habibie meninggal dunia di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Jakarta Pusat. Beliau meninggal tanggal 11 September 2019 dikarenakan gagal jantung.

Masa Kecil BJ Habibie

Nama lengkapnya adalah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ia dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.

Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak.

Habibie Ketika Remaja

Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie.

Riwayat Pendidikan BJ Habibie

Karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta yang merupakan salah satu keistimewaan BJ Habibie. Ia menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara dikala Indonesia pada waktu itu masih berkembang.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk bersekolah di luar negeri menimba ilmu disana. Habibie adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara.

Dalam biografi BJ Habibie, diketahui Habibie kemudian memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH). Pendidikan yang ditempuah Habibie diluar negeri bukanlah pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek.

Sejak awal Habibie hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno ketika itu. Dari situlah muncul perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN. Ketika sampai di Jerman, Habibie sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari.

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain. Perjuangan BJ Habibie untuk mencapai cita-citanya dilaluinya dengan penuh rintangan dan kerja keras. Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar.

Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Dalam biografi BJ Habibie, diketahui Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Peran Habibie di Talbot sebagai salah satu insinyur yang mendesain struktur atau rangka kereta api.

Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras. Di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya.

Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.

Rumus Faktor Habibie

Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai “Mr. Crack“. Rumus Faktor Habibie merupakan salah satu Prestasi BJ Habibie yang paling terkenal. Pada tahun 1967, ia menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Penghargaan BJ Habibie

Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Penghargaan Habibie diantaranranya adalah Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita.

Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Ia lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

BJ Habibie dan Pesawat Terbang N250 Gatot Kaca

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis. Pada tahun 1995, Habibie berhasil memimpin pembuatan pesawat N250 Gatot Kaca yang merupakan pesawat buatan Indonesia yang pertama. Salah satu karya BJ Habibie yang terkenal.

Pesawat N250 rancangan Habibie kala itu bukan sebuat pesawat yang dibuat asal-asalan. Didesain sedemikian rupa oleh Habibie, Pesawat N250 ciptaannya sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, teknologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan Habibie untuk 30 tahun kedepan.

Habibie memerlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal. Pesawat N250 Gatot Kaca merupakan satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’. Pesawat N250 Gatot Kaca sudah terbang 900 jam menurut Habibie dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA (Federal Aviation Administration). PT IPTN bahkan membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu, meskipun pada waktu itu banyak yang memandang remeh pesawat buatan Indonesia itu termasuk sebagian kalangan di dalam negeri.

Saat IPTN dibawah komando Habibie sudah mulai berjaya dan mempekerjakan 16.000 orang, Tiba-tiba Presiden Soeharto memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya. Hal ini dilakukan ketika badai krisis moneter melanda indonesia antara tahun 1996-1998.

Penyebab lain ditutupnya IPTN ketika itu adalah Indonesia menerima bantuan keuangan dari IMF (International Monetary Fund) dimana salah satu syaratnya adalah menghentikan proyek pembuatan pesawat N250 yang merupakan kebanggaan Habibie.

Semua tenaga ahli yang bekerja di IPTN dan industri strategis lain terpaksa menyebar dan bekerja di luar negeri, kebanyakan dari mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Brazil, Canada, Amerika dan Eropa.

BJ Habibie Menjadi Presiden Republik Indonesia

Setelah ditutupnya IPTN, Habibie yang ketika itu masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) kemudian diangkat menjadi wakil presiden Indonesia pada tanggal 14 maret 1998 mendampingi Soeharto dalam kabinet Pembangunan VII. Ia menjabat sebagai wakil presiden hanya beberapa bulan saja hingga 2 mei 1998.

Gejolak politik hebat serta reformasi yang dituntut oleh masyarakat Indonesia mencapai puncaknya pada bulan Mei 1998. Lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 yang disertai pengumuman pengunduran dirinya.

Hal itu membuat Habibie kemudian resmi menggantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Beliau disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. BJ Habibie menjabat sebagai Presiden Indonesia ketiga lebih dari satu tahun dari tanggal 21 mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Pada waktu itu, BJ Habibie mewarisi kondisi dimana Indonesia sangat kacau balau pasca lengsernya Soeharto dimana banyak terjadi kerusuhan serta banyaknya wilayah yang menyatakan ingin lepas dari Indonesia. Dalam pemerintahannya sebagai Presiden, Habibie membuat banyak keputusan penting. Salah satunya adalah melahirkan UU Otonomi daerah. Ia juga membebaskan rakyat dalam beraspirasi sehingga membuat banyak partai politik baru bermunculan. Habibie juga berhasil menekan nilai mata uang rupiah terhadap dollar hingga dibawah 10 ribu padahal waktu itu nilainya pernah mencapai 15 ribu per dollar, ia juga melikuidasi beberapa bank yang bermasalah.

BJ Habibie Melepas Jabatan Presiden

Sampai akhirnya Presiden Habibie dipaksa pula lengser dari jabatan presiden Indonesia setelah sidang umum MPR tahun 1999, Pidato Pertanggungjawabannya sebagai presiden ditolak oleh MPR.

Buku Habibe dan Ainun

Selain itu salah satu penyebab lengsernya Habibie adalah kebijakan BJ Habibie melepas provinsi Timor Timur yang memilih merdeka dan membentuk negara baru.

Namun dalam buku biografi BJ Habibie yang berjudul ‘Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi‘, ia mengatakan bahwa permasalahan timor-timor adalah ‘menghambat stabilitas politik dan ekonomi’. Sehingga konflik dari timor-timor dapat mengganggu pelaksanaan Reformasi. Setelah meletakkan jabatannya sebagai Presiden dan digantikan oleh K.H Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai Presiden, BJ Habibie pun kembali menjadi warga negara biasa, ia kembali bermukim di Jerman walaupun biasa juga pulang ke Indonesia.

Keteladanan BJ Habibie

Banyak keteladanan BJ Habibie yang dapat kita contoh setelah membaca biografi dan kisah perjalanan hidup dari seorang BJ Habibie. Ia memiliki tekad yang kuat terutama ketika belajar di Jerman.

BJ Habibie juga merupakan sosok yang sangat mencintai tanah airnya Indonesia. Ia rela kembali ke Indonesia mewujudkan mimpinya membuat pesawat terbang bagi tanah airnya untuk menghubungkan seluruh wilayah kepulauan Indonesia. walaupun ketika itu posisinya di Jerman juga sangat penting dan sangat dikenal disana.

BJ Habibie juga dikenal merupakan sosok yang sangat visioner dan fokus dengan tujuannya. Ia membangun Indonesia dengan teknologi melalui pesawat terbang. Salah satu keberhasilannya adalah membuat pesawat N250 Gatot Kaca. BJ Habibie juga terkenal dengan perannya yang membangun berbagai industri strategis di Indonesia ketika menjabat.

Ainun Habibie Wafat

Lama tak terdengar kabarnya, kemudian pada tanggal 22 Mei 2010, istri BJ Habibie yaitu Hasri Ainun Habibie meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman karena penyakit kanker ovarium. Ainun Habibie meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu Jerman atau 22.30 waktu Jakarta.

Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

BJ Habibie Wafat

Bapak Teknologi Indonesia sekaligus Putera terbaik bangsa Indonesia BJ Habibie wafat pada tanggal 11 September 2019 di Rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto karena masalah jantung setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit.

Jenazah BJ Habibie kemudian disemayamkan di Patra kuningan, Jakarta. BJ Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta disamping makam istrinya Ibu Hasri Ainun Habibie.

Film Habibie dan Ainun

Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul “Habibie dan Ainun” diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka.

Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahadian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.

Karya Habibie dalam pesawat terbang :

  • VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
  • Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
  • Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
  • Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
  • CN – 235
  • N-250

Dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:

  • Helikopter BO-105.
  • Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
  • Beberapa proyek rudal dan satelit.

Riwayat Pendidikan Habibie :

  • SD Pare-Pare
  • SMP 5 Bandung
  • Gouvernments Middlebare School (SMAK Dago Bandung)
  • Institut teknologi Bandung
  • Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen

Riwayat Pekerjaan :

  • Insinyur Waggonfabrik Talbot, Aachen, jerman
  • Wakil Presiden Teknologi di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) Hamburg, Jerman
  • Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
  • Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
  • Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
  • Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan
  • Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
  • Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
  • Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
  • Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
  • Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
  • Wakil Presiden Republik Indonesia
  • Presiden Republik Indonesia.
Referensi

Sumber : https://www.biografiku.com/biografi-bj-habibie.