Apa yang anda ketahui mengenai tren Gigi Kelinci?

Pada tahun 2018 ini beberapa artis dihebohkan dengan tren gigi kelinci, yuk simak bagaimana gigi kelinci ini!

Tren gigi cantik identik dengan bunny teeth atau gigi kelinci yang beberapa tahun terakhir semakin digemari. Diakui drg. Devya, bahwa tren ini datang dari kliniknya saat seorang aktris ingin memiliki ukuran gigi depan yang lebih panjang seperti artis Hollywood idolanya. Permintaan ini pun dikabulkan. Penampilannya di televisi pun kala itu menarik perhatian masyarakat. “Gigi kelinci itu hanya veneer yang dibuat lebih panjang. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2012, jadi sudah cukup lama tapi baru booming sekarang. Sejak itu banyak pasien datang ke klinik ini untuk mendapatkan gigi serupa,” ceritanya. Ia pun melanjutkan bahwa walau terbilang kontroversial, tren gigi kelinci ini dinilai aman selama proses veneer dilakukan sesuai prosedur dan menggunakan bahan yang sesuai.

Di sesi temu yang berbeda, drg. Astrid juga memberikan pendapat tentang tren gigi kelinci ini. Ia memaparkan beberapa teknik memasang veneer, salah satunya pengasahan. “Ada gigi yang tidak perlu diasah, ada yang diasah untuk menyesuaikan pemasangan veneer. Tindakan intervensi fisik ke gigi seperti ini tidak dapat dikembalikan lagi. Pengasahan yang dilakukan tanpa perhitungan itu membahayakan dan berdampak buruk untuk jangka panjang. Misalnya, ngilu berkepanjangan,” tuturnya. Pengasahan ini hanya boleh dilakukan pada lapisan email. Ia menekankan bahwa semua tindakan estetika gigi bukanlah sesuatu yang instan, mudah dan sederhana. “Selalu ada risikonya. Oleh karena itu, pikirkan matang-matang. Ukuran veneer pada bunny teethjuga tidak boleh terlampau panjang, dan tidak boleh menyalahi batas-batas ukuran proporsional gigi,” lanjutnya.

Hasil veneer bisa saja tidak sesuai harapan. Semisal, mudah copot, pecah, semen yang bocor, sehingga malah menimbulkan bau mulut yang tak sedap. Ini dapat terjadi karena dokter tidak melakukan asahan dengan presisi, tidak melakukan perhitungan dengan tepat. Kisaran ukuran veneer yang terbaik adalah maksimal 0,8 mm. “Saya bisa katakan, bahwa veneer yang terlalu tebal adalah sebuah kesalahan. Karena rekatnya veneer bukan tergantung pada ketebalannya, melainkan pada perhitungan dokter yang harus presisi. Preparasi yang berlebihan akan membuat veneer tidak akan menempel sempurna. Dan hal ini tidak dapat dikembalikan lagi,” ujarnya.

Namun, selama dilakukan dengan prosedur dan perhitungan yang benar seperti memperhitungkan besaran asahan dan gigitan ke bawah, veneer untuk membuat bunny teeth aman dilakukan. Untuk mencegah hal buruk terjadi pada veneer Anda, mintalah dokter untuk membuat mock up atau replika lalu disimulasikan kepada Anda sehingga bisa melihat perkiraan hasil akhirnya nanti. Dari replika ini, dokter dan pasien bisa mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya sehingga dokter dapat membuat perencanaan yang tepat. “Jadi, khusus di dunia kosmetik gigi, bila ada pasien yang pada kunjungan pertamanya sudah dilakukan pengasahan, saya pastikan, dokter tersebut telah melakukan kesalahan,” ungkap drg. Astrid tegas.

Quote:
“Sebelum perawatan dimulai perlu perencanaan yang tepat. Karena, perlu diingat bahwa perawatan ini bersifat irreversible. Cantik dan sehat itu harus sejalan.” - drg. Astrid Khatalia, Sp. Pros

http://www.dewimagazine.com/trends/ketahui-lebih-mendalam-mengenai-tren-gigi-kelinci