Apa yang Anda ketahui mengenai penggunaan alat musik di gereja HKBP Tanjung Sari Medan?

Beberapa waktu lalu, gereja HKBP Tanjung Sari Medan melakukan ritual ibadah menggunakan alat musik tradisional yang dikolaborasikan dengan alat musik modern. Menurut Anda bagaimana hasil aransemen penggunaan alat musik dalam ritual ibadah di gereja HKBP Tanjung Sari Medan tersebut?

1 Like

Kebaktian minggu adalah ibadah yang dilaksanakan di gereja setiap hari Minggu
merupakan suatu persekutuan hidup dengan Tuhan dan juga sesama anggota jemaat lainnya. Kebaktian minggu merupakan suatu pertemuan yang terbuka, dimana umat Kristen berkumpul bersekutu kepada Tuhan dengan sesama manusia. Pada rangkaian ibadah di HKBP Tanjung Sari Medan yang mayoritas penduduknya berasal dari suku Batak beberapa waktu lalu di tahun 2019 melakukan proses kolaborasi alat musik tradisional dan alat musik modern sebagai pengiring ibadah minggu.

Ada banyak alat musik modern yang bisa dikolaborasikan dengan instrumen musik
tradisional seperti suling, Gondang, hasapi/kecapi dan masih banyak lagi alat musik yang dapat dikolaborasikan untuk perkembangan iringan musik di gereja. Fenomena masuknya alat musik tradisional dalam acara peribadatan ini terjadi di HKBP Ressort Tanjung Sari Medan.

berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Simanjutak et al. (2019), pemusik melakukan latihan menggunakan Buku ende dan juga Kidung Jemaat, dan tak jarang pemusik menambahkan lagu-lagu pop rohani. Untuk Para pemain musik baik alat musik tradisional dan alat musik modern, dituntut untuk bermain menggunakan feeling dikarenakan tidak adanya partitur yang lengkap untuk masing-masing alat
musik tradisional dan alat musik modern.

Kendala yang dihadapi para pemain dalam mengiringi ibadah adalah,
kurangnya kekompakan dan kerjasama diantara para pemain, pemain yang
tidak datang pada saat latihan, sehingga hal ini berpengaruh pada saat
mengiringi ibadah, pada saat membaca notasi musik ada sebagian pemain
yang sulit untuk menentukan tempo dan nilai not.

Reaksi jemaat jemaat HKBP Tanjung Sari yaitu Mr. Ivan, Mrs. Debbie dan Mrs. Lolo juga kedua Orangtua jemaat HKBP Tanjung Sari yaitu Bapak Simanjuntak dan Ibu Pangaribuan tentang kolaborasi alat musik tradisional dan alat musik modern dalam mengiringi Ibadah Minggu di HKBP Tanjung Sari Medan adalah diawal masuknya musik tradisional jemaat antusias menerima hal baru terutama dalam hal ini orangtua yang sangat merindukan tradisi begitu pun dengan muda-mudi gereja, akan tetap muda-mudi mulai berkurang pada saat ibadah pagi karena kolaborasi alat musik tersebut yang dimainkan terdengar ricuh, lebih menyenangi ibadah sore dengan iringan musik modernnya.

Referensi

Simanjutak, Bella et al… 2019. Kolaborasi Alat Musik Tradisional dan Alat Musik Modern dalam Mengiringi Ibadah Minggu di Huria Kristen Batak Protestan Tanjung Sari Medan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences. Vol. 1 (3): 170-177.

https://doi.org/10.34007/jehss.v1i3.35