Apa tujuan membangun Business Case dalam Investasi TI bagi perusahaan?

Dengan membangun Business Case dalam investasi TI, sebuah perusahaan dapat mengevaluasi seberapa besar value (nilai) yang dapat diciptakan atas satu proposal bisnis. Business case ini merupakan alat bantu operasional yang harus selalu diperbaharui secara kontinyu (terus menerus dan berkelanjutan) selama siklus hidup ekonomis investasi berlangsung dan digunakan untuk mendukung implementasi dan eksekusi sebuah program, termasuk juga realisasi manfaat dari program tersebut. Di dalam Business Case tersebut memuat segala aspek evaluasi dan digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi kinerja proyek secara keseluruhan dari mulai fase awal hingga investasi tersebut dianggap tidak diperlukan lagi.

https://www.researchgate.net/publication/277797696_Val_IT_Kerangka_Kerja_Evaluasi_Investasi_Teknologi_Informasi

Membangun business case harus mempertimbangkan faktor-faktor yang mendukung tercapainya keberhasilan suatu proyek dalam perusahaan. Faktor-faktor ini misalnya apakah tujuan investasi merupakan bagian dari prioritas bisnis utama? Apakah risiko yang didapat dalam melakukan investasi ini? Apa alternatif lain yang dapat dipertimbangkan? Berapa biaya yang dikeluarkan? Seberapa kredibelnya analisis yang dibuat? dan sebagainya.

Memahami kebutuhan mendasar merupakan landasan yang kokoh dalam membangun business case. Business case harus logis, kredibel dan menarik bagi pengambil keputusan. Maksudnya analisis yang dibuat harus masuk akal terkait waktu, anggaran, dan kemampuan organisasi untuk menerapkannya. Analisis juga harus dapat dipercaya dan berdasarkan sumber yang tidak biasa atau jelas sehingga menambah kredibilitas dari argument. Sehingga tujuan membangun business case diantaranya:

  • membuat keputusan dengan pertimbangan antara biaya dan manfaat yang diperoleh
  • perencanaan anggaran
  • mendefinisikan alternatif proyek
  • memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko
  • memantau pertumbuhan proyek
  • memilih strategi yang tepat


http://www.fortna.com/whitepapers/WP_Building%20a%20Business%20Case%20for%20MHS%20Investment_EN.pdf

Sebelum berinvestasi dalam usaha bisnis apa pun, pemilik bisnis akan membangun business case untuk menentukan investasi yang akan dipertimbangkan bisnis dan finansialnya. Dalam sebuah organisasi business case diwajibkan ada sebelum sebuah proyek dapat diajukan. Business case adalah langkah pertama dalam oerencanaan investasi untuk sebuah proyek. Hal tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan tentang sebuah proyek untuk mencapai tujuan. Selain itu juga merupakan dokumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan partisipasi dan komitmen terhadap proyek. Tanpa komitmen, proyek tidak akan dimulai. Business case mendukung kebutuhan akan perubahan. Sebagian besar organisasi besar memiliki proses tata kelola untuk menangani dan meninjau permintaan proyek. Persetujuan proyek umumnya dianggap sebagai tjuan dari business case. Tetapi business case juga merupakan alat bagi tim proyek untuk memikirkan implikasi dan dampak terhadap proyek. Business case harus digunakan sebagai dokumen acuan dalam proses persetujuan yang direlasasikan pada akhir proyek.

Membangun business case sangat penting untuk memastikan bahwa investasi teknologi Anda diprioritaskan, didanai dan dikelola dengan baik. Dengan membangun business case yang transparan akan membantu mengukur keuntungan finansial dari investasi teknologi dan mneghilangkan subjektivitas. Business case akan membantu perusahaan memprioritaskan investasi teknologinya dan akan memberi panduan untuk mengelola tim yang bertanggung jawab. Agar business case analysis berharga, maka harus akurat, transparan, dan terukur, dan memberikan bukti kepada pembuat keputusan utama mengenai perihal bagaimana investasi sejalan dengan tujuan dan sasaran perusahaan.

http://www.insightfulsolutionsinc.com/Articles/Developing_a_Business_Case_for_Investment.htm

https://www.gotransverse.com/business-case-analysis-technology-investments

Tujuan utama dari Bussiness Case adalah untuk memfasilitasi keputusan investasi mengenai proyek tersebut. Ringkasan biaya, manfaat dan risikonya dan memungkinkan organisasi mengambil keputusan mengenai pendanaan proyek atau tidak. Hal ini penting karena memungkinkan organisasi mengambil keputusan berdasarkan fakta realistis. Dibandingkan dengan PMP, kasus Bisnis perlu lebih ringkas dan tertulis membentuk perspektif bisnis.

Sumber :