Apa seorang wanita harus bisa memasak?

Painted Chopped Vegetables For Cooking Girls Commercial Elements, Painted, Girl, Cut Vegetables PNG Transparent Clipart Image and PSD File for Free Download

Masih seringkah kalian mendengar ada yang mengatakan jika “Wanita itu harus bisa masak, apalagi kalau sudah menikah.” Stereotip seperti ini sepertinya masih melekat di masyarakat sampai sekarang. Bagaimana kalian menanggapi hal ini?

2 Likes

Menurut saya, wanita tidak harus bisa memasak. Bisa memasak juga tidak apa, tidak bisa memasak juga tidak apa-apa menurut saya. Namun, dalam masyarakat sendiri masih hadir stereotype bahwa wanita harus bisa memasak, terlebih apabila sudah menikah. Melalui stereotype tersebut, saya rasa hadir juga stereotype lain, seperti wanita ideal itu ya bisa memasak. Bahwa standar wanita itu harus bisa memasak, apabila tidak maka akan dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitar, terlebih bagi mereka yang kerap mencampuri urusan orang lain.

Saya pribadi senang memasak karena dapat belajar hal-hal baru melalui memasak. Rasanya senang apabila bisa belajar memasak atau berkreasi di dapur. Dilansir dari situs halodoc, memasak juga dapat meningkatkan hormon kebahagiaan, terlebih memasak bersama orang-orang yang disayangi.

Summary

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-4-jenis-hormon-untuk-mental-yang-sehat

1 Like

menurut saya memasak adalah basic life skill yang harus dimiliki oleh siapapun itu tanpa melihat gender yang ada. Karena itu hal kecil yang patut harus dimiliki oleh siapapun dalam upaya untuk survive jika keadaannya sedang dalam kondisi baik ataupun tidak. tetapi banyak masyarakat Indonesia yang menghubungkan bahkan mamatok basic life ini harus dan wajib ada dalam diri seorang wanita. sehingga apabila seorang wanita tidak memiliki hal itu akan menjadi pandangan buruk bagi dirinya untuk masa depan terutama saat sudah menikah nanti. Tapi pula menurut saya seorang laki-laki pun harus bisa memasak karen itu adalah basic life yang harus dimiliki oleh siapapun. jadi jika seorang wanita tidak pandai memasak ataupun belum bisa memasak itu bukan suatu hal yang buruk karena prosesnya masih bisa dijalani dengan baik setelah menikah dengan kerja sama antara pihak suami dan pihak istri.

1 Like

Memasak memang menjadi satu tugas seorang wanita saat telah berkeluarga, yaitu memberikan rasa aman (dari rasa lapar) yang terjadi di dalam keluarga. Namun, untuk stigma “wanita harus bisa memasak” bagi saya sendiri kurang setuju, karena saya tergolong orang yang kurang mahir dalam memasak. Karena menurut saya, sebenarnya semua wanita diberikan kelebihan insting kemampuan dalam memasak hanya saja beberapa diantaranya ada yang terasah ada yang tidak terasah. Hal ini hanya tergantung dari kondisi yang terjadi. Dengan perubahan jaman dan semakin maju perkembangan teknologi apabila seorang wanita kurang mampu memasak kebutuhan akan rasa lapar dapat dipenuhi dengan cara lain yang positif, misalnya membeli. Jadi, untuk keharusan dan stigma-stigma yang hanya menyudutkan satu pihak (dalam hal ini perempuan) yang seolah-olah harus mampu memasak hanya secara tidak langsung memberikan tekanan yang orang lain tidak tauu yang sedang dirasakan oleh wanita tersebut.

1 Like

Stereotip itu memang masih ada hingga saat ini, karena sebagian banyak orang menyatakan bahwa memasak itu identik dengan perempuan. Padahal memasak itu merupakan suatu keahlian dasar yang harus dimiliki oleh semua orang agar tidak melulu bergantung pada orang lain khususnya pada kondisi-kondisi tertentu. Menurutku, seorang wanita yang belum ahli dalam memasak setelah menikah bukanlah sesuatu yang salah, karena sebuah rumah tangga dibangun oleh dua orang dimana keduanya saling bekerja sama untuk memenuhi kehidupan yang layak.

1 Like

wah, membahas tentang ranah yang rada sensitif sih. Kebetulan aku mempunyai lingkungan yang temen-temen seumuran aku sudah anak 1 atau bahkan 2, jadi mereka memang menikah kebanyakan waktu umur 18 tahunan, nah dari cerita mereka perihal pengalaman berumah tangganya, terkadang beberapa dari mereka memang memiliki “mertua” yang mematok standar “harus bisa masak” itu, tp beberapa juga ada yang engga, intinya semuanya memiliki cara pandang berbeda ada yg mewajibkan ada yang tidak, satu hal yang bisa diambil adalah semua hal bisa dipelajari kok, jadi tetap belajar dan berusaha itu nomer 1.

1 Like

Pertanyaan yang cukup kontroversial sih, hehe. Well, wanita bisa memasak memang tidak wajib, tapi sebaiknya bisa. Apalagi untuk keluarga baru dan untuk keluarga yang secara pendapatan bisa dibilang “pas”, memasak merupakan alternatif terbaik untuk menghemat pengeluaran. Tentunya, menghidangkan makanan yang sehat, bergizi dan terjamin bagi anggota keluarga merupakan sebuah keharusan bukan?
Memang, bila membicarakan wanita dan memasak, ada yang pro dan ada yang kontra. Yang pro akan menyatakan bahwa memasak dan kegiatan rumahan lainnya merupakan “kodrat” seorang wanita, Yang kontra akan menyatakan bahwa di era yang semakin modern saat ini, wanita punya kesempatan untuk memilih karirnya tanpa dibatasi urusan rumah dan dapur.
Tapi bagi saya pribadi, saya akan mensyaratkan istri saya harus pandai memasak, hehe. Meskipun seorang wanita memilih jalan sebagai wanita karir, keterampilan memasak juga harus dimiliki. Sehingga seorang wanita juga tidak akan lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Memasak sendiri juga memiliki banyak keuntungan kok, contohnya saja dengan memasak sendiri kita bisa menghemat pengeluaran, kita bisa menjamin apa yang disantap oleh keluarga kita, memasak bisa memicu munculnya kreativitas, serta sebagai bentuk romantisme, cinta dan kepedulian terhadap keluarga.

1 Like

Memasak, mencuci atau pun pekerjaan dasar mengurus rumah adalah skill hidup dasar, apapun gender nya harus menguasai hal tersebut

Sebenarnya pemikiran wanita harus bisa memasak, tidak terlepas dari stereotip bahwa wanita kodratnya di dapur, mengurus rumah tangga, suami dan anak, oleh karena itu wanita harus bisa memasak. Saya tidak setuju atas pernyataan tersebut, karena fakta nya, semua orang, apapun gender nya setidaknya harus menguasai beberapa skill dasar dalam mengurus rumah karena merupakan bentuk adaptasi hidup.
Jadi, bukan hanya seorang wanita yang selalu dipaksa bisa memasak, tetapi lelaki juga. Tidak harus semua orang bisa masak, namun dengan menguasai skill memasak dapat membantu diri sendiri
1. Membantu Hidup Hemat
Seperti menjadi alternatif ketika keuangan kita tidak cukup membeli makanan diluar, sehingga dengan keterampilan memasak kita dapat ber hemat.
2. Membuat hidup sehat
Dengan memasak sendiri makanan yang kita konsumsi, kita dapat memantau, memilah dan memilih bahan olahan nya, tidak seperti ketika kita membeli makan diluar, kita tidak tau bagaimana proses pengolahan nya, apakah higienis ataukah tidak.
3. Sebagai saluran hobi yang menguntungkan
Sebagian orang menyukai memasak, dapat memulai bisnis yang menguntungkan dengan memasak

1 Like

Aktivitas memasak seringkali dikaitkan dengan domestikasi perempuan. Mungkin ini juga karena stereotip yang ada dalam masyarakat, yang memandang bahwa memasak itu adalah rutinitas harian yang sudah seharusnya dikerjakan oleh perempuan. Seperti ada unsur paksaan bagi para ibu rumah tangga, yang kemudian membuat mereka harus tetap di rumah.

Saya kurang setuju dengan anggapan diatas. Memasak itu sebenarnya merupakan aktivitas yang netral, yang bisa dilakukan oleh semua gender. Entah pria atau wanita sebenarnya tidak apa-apa jika tidak bisa memasak. Kalau bisa pun juga tidak apa-apa. Jangan sampai juga memasak (yang juga merepresentasikan domestikasi) menjadi penghalang untuk meraih hal-hal besar diluar sana.

Intinya, memasak jangan dijadikan keharusan yang mengikat.

1 Like

Memasak merupakan sebuah basic life skill. Dan hal ini tidak hanya wanita saja yang harus bisa, lelaki pun harus bisa, tidak peduli jenis kelamin, jika kau ingin bertahan hidup ya hal seperti memasak harus bisa dilakukan, entah itu hanya sekedar memasak mie instant. Menurut saya, pendapat yang mengatakan bahwa hanya wanita yang memasak dan berada di dapur itu kuno sekali. Biasanya mereka yang menganggap bahwa lelaki adalah raja dan kepala rumah tangga yang segalanya harus dilayani oleh seorang istri. Pada saat ini seharusnya stereotype ini sudah harus kita tinggalkan. Bahkan faktanya dilapangan, pada profesi chef lebih di dominasi oleh lelaki dikarenakan keadaan dapur yang panas dan banyaknya alat dapur yang besar dan berat.

1 Like

Untuk memudahkan hidup menurut saya baiknya perempuan harus bisa memasak paling tidak masak makanan yang mudah dibuat apalagi ketika sudah berumah tangga seperti kata kata ini mudah ya “gpp gak bisa masak kan bisa beli” tapi hidup itu panjang kita makan itu sehari 3 kali loh masa mau beli terus. Beli makanan diluar belum tentu sehat, makanam yang baik adalah makanan yang kita buat sendiri makanan sehat dan terjamin kebersihannya untuk keluarga. Saya juga bukan orang yang pintar masak tapi saya sudah mulai belajar karena memasak ini adalah skill hidup yang cukup penting menurut saya.

3 Likes

Memang stereotip “wanita harus bisa masak, apalagi kalau sudah menikah” masih melekat ya di kehidupan masyarakat. Menurut aku wanita yang tidak bisa memasak pasti bisa memasak, kenapa? Karena di era teknologi saat ini banyak sekali peralatan dan perlengkapan memasak yang tentunnya sangat memudahkan kita. Contohnya sperti alat pembuat roti, kue, donat, dll. Dan juga ada banyak bumbu-bumbu instan jadi kita tidak usah repot-repot ngulek, blender, dll. Ditambah lagi banyak video cara memasak yang simple yang bisa kita temui di sosmed sehari-hari, jadi pasti wanita yang tidak bisa memasak akan bisa memasak.

2 Likes

Menurutku pribadi, memasak itu adalah salah satu basic life skill, bukan hanya perempuan, malah laki-laki pun juga seharusnya memiliki kemampuan itu. Tidak usah melihat ke ranah pernikahan dulu, setidaknya kita bisa melakukan itu untuk diri kita sendiri, karena manusia tidak luput dari kata lapar, ditambah kita tidak tau kondisi apa yang akan terjadi kedepannya sehingga kita (at least) bisa mengurus kebutuhan diri sendiri, tidak usah yang ahli banget karena kemampuan orang berbeda-beda, setidaknya bisa mencoba memasak yang sederhana seperti merebus mie. Dan jika sudah masuk ke ranah pernikahan, seorang wanita yang belum ahli dalam memasak setelah menikah bukanlah sesuatu yang bisa disalahkan, karena sebuah rumah tangga dibangun oleh dua orang dimana keduanya saling bekerja sama untuk memenuhi kehidupan yang layak, dan kembali lagi, tidak semua orang mempunyai kemampuan yang ahli pada memasak, maka dari itu sangat dibutuhkan sikap bahu membahu di dunia pernikahan nantinya.

2 Likes

Menurut saya wanita tidak harus bisa memasak. Seseorang yang memiliki skill lebih tentu dipandang baik di masyarakat, maka dari itu baiknya memiliki skill tertentu dan tidak harus skill memasak juga. Sama halnya seperti lelaki yang tidak harus juga punya skill memperbaiki barang-barang.

1 Like

Menurut saya makan merupakan kebutuhan pokok, primer. Jadi baik laki-laki ataupun perempuan sebaiknya bisa masak meskipun hanya makanan sederhana (contoh : setidaknya bisa membuat makanan instan). Tapi disamping itu, menurut saya tidak wajib bahwa perempuan harus bisa masak dan alangkah lebih baik laki-laki dan perempuan harus bisa masak karena itu bisa jadi nilai lebih dalam keterampilan mengolah sesuatu

1 Like

Stereotype seperti itu menurutku harus mulai dihilangkan karena menurutku jika dikatakan wanita harus bisa memasak itu sebenernya tidak harus, tetapi sebaiknya bisa memasak. Memasak sendiri merupakan sebuah alternatif terbaik untuk menghemat pengeluaran. Apalagi jika sudah berkeluarga yang mana hal tersebut merupakan tanggung jawab seorang wanita. Tapi, tidak hanya wanita saja yang sebaiknya bisa memasak, laki-laki pun sebaiknya bisa memasak, terlebih jika sudah menikah dan berkeluarga. Alasanku sama seperti pendapat @Iasha_Zahara yang mana:

Ada beberapa alasan lain mengapa wanita sebaiknya bisa memasak, yaitu:

  1. Menjadi suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa memasak. Apalagi bagi seorang ibu akan sangat senang untuk dapat menyiapkan bekal anak-anaknya.
  2. Menghemat pengeluaran. Dari pengalamanku, ibu pernah menyiapkan makanan-makanan yang enak dan cukup untuk orang orang rumah hanya dengan uang Rp.15.000 seperti tumis kangkung dan tempe goreng. Tentu memasak akan meningkatkan keahlian kita dalam memanfaatkan uang sebagai mana mestinya.
  3. Membuat makanan sendiri atau memasak juga kita jadi tidak mudah terserang penyakit karena seluruh proses memasak tersebut hanya kita yang mengetahuinya dan hanya kita yang melakukannya sehingga dapat menjamin kesehatan diri sendiri maupun keluarga.
  4. Dapat menjadi peluang bisnis kuliner. Saat ini perkembangan bisnis sangat meningkat terlebih lagi pada bidang kuliner karena setiap orang pasti membutuhkan asupan makanan setiap harinya jadi bisa memasak adalah suatu keahlian yang dapat dijadikan peluang yang menguntungkan.

Menurutku juga tidak masalah jika wanita memilih untuk berkarir. Tidak ada salahnya. Tinggal bagaimana kita membicarakannya dengan pasangan kita. Kalau nanti sudah menikah, jujur aku lebih ingin memilih untuk berkarir tentu dengan tetap bertanggung jawab sebagai ibu rumah tangga dimana menghindangkan suatu makanan untuk pasangan dan anak itu juga merupakan hal yang sangat penting

1 Like

Cooking is a basic life skill, gak ada kaitannya sama gender. Kita masak supaya bisa makan dan bertahan hidup, jadi bukan hanya perempuan yang harus bisa masak. Kalau pemikiran ini masih terus berlanjut bahkan sampai nanti ke pernikahan, menurut aku bahaya karena hal ini bisa jadi salah satu bentuk patriarki yaitu gender superior, dimana paham ini sangat mengangungkan maskulinitas dan sangat anti dengan feminitas. Jika ada bentuk gender superior di pernikahan tersebut, maka hanya pihak laki-laki yang bisa jadi pemimpin sedangkan perempuan menjadi pihak nomor dua yang hanya boleh patuh untuk diam di rumah, memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Jadi balik lagi, menurutku memasak bukan hanya menjadi kewajiban untuk perempuan, tapi juga untuk gender lainnya.

1 Like

Kalau melihat dari peran, peran perempuan secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu kodrati dan non-kodrati. Kodrati itu peran yang hanya bisa dilakukan oleh perempuan dan tidak bisa digantikan oleh laki-laki, misalnya melahirkan dan menyusui. Sedangkan yang non-kodrati ini bisa dilakukan oleh segala gender, baik laki-laki atau perempuan seperti memasak, merapihkan rumah dan kegiatan lainnya. Berbicara soal wanita harus bisa memasak sebenarnya itu sebuah stereotip yang dibuat oleh masyarakat dan masyarakat menyetujui hal tersebut. Menurut ku memasak itu sebuah kemampuan dasar untuk bertahan hidup, baik untuk perempuan maupun laki-laki, walaupun banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan makanan, akan tetapi kita tidak pernah situasi apa yang akan terjadi ke depannya. Jadi lebih baik tidak hanya wanita saja yang bisa masak melainkan pria juga bisa. Dan juga alasan lain kenapa wanita maupun pria harus bisa memasak, karena dengan memasak membantu kita untuk hidup lebih irit dan tentunya kesehatan lebih terjamin ketimbang selalu beli makanan dari luar.

1 Like

Wanita bisa memasak itu baik, namun tidak menjadi suatu keharusan/kewajiban. Karena jika saya lihat realitas masyarakat saat ini, stereotip tersebut justru menjadi beban tersendiri bagi kaum perempuan sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Beberapa diantaranya menjadi kurang percaya diri karenanya. Lalu mengapa stereotip ini masih berkembang dimasyarakat? Menurut saya karena, satu: kehidupan rumah tangga dipandang akan lebih hemat pengeluaran jika seorang istri mampu memasak sendiri untuk keluarganya, dua: belenggu budaya patriarki terhadap kesetaraan gender, yaitu tempat istri adalah di dapur (ibu rumah tangga) sedangkan suami adalah di kantor (bekerja mencari nafkah). Jika dilihat dari sejarahnya, memang perempuan sejak dulu dominan dengan pekerjaan domestik seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mencuci, mengatur keuangan dll, namun bukan berarti laki-laki tidak perlu memiliki kemampuan dalam melakukan pekerjaan domestik tersebut, justru dibutukan keselarasan dan sinergitas antara perempaun dan laki-laki dalam menahkodai bahtera rumah tangganya…