Apa sajakah warna-warna dasar?

warna

Warna merah, biru, dan hijau adalah warna dasar untuk cahaya, sedangkan warna merah, kuning, dan biru adalah warna dasar untuk benda. Mengapa keduanya bisa memiliki sistem warna yang berbeda?

Perlu diketahui bahwa sebenarnya untuk bisa melihat semua warna, mata kita memiliki tiga sel penerima cahaya warna. Masing-masing sel tersebut hanya peka terhadap satu warna. Satu sel peka terhadap cahaya merah, satu sel lainnya peka terhadap cahaya biru, dan satu sel lagi peka terhadap cahaya hijau. Kombinasi dari hasil penerimaan ketiga sel warna ini akan menghasilkan warna-warna lainnya, sehingga kita bisa melihat berbagai macam warna.

Nah, konsep inilah yang digunakan dalam layar untuk bisa menampilkan gambar dalam berbagai warna. Sebuah layar terdiri dari ribuan bahkan jutaan pixel. Masing-masing pixel akan memancarkan cahaya merah, biru, dan hijau (sesuai dengan tiga sel warna mata kita) dengan berbagai intensitas sehingga terbentuklah satu warna tertentu. Coba saja lihat layar TV atau komputer kamu dengan kaca pembesar. Kamu akan melihat kotak-kotak warna merah, biru, dan hijau. Itulah mengapa layar (dan juga benda-benda lain yang memancarkan cahaya warna) menggunakan warna dasar merah, hijau, dan biru.

Akan tetapi, lain halnya dengan warna benda-benda di sekitar kita. Sebuah benda bisa terlihat berwarna karena sebenarnya benda tersebut menyerap sebagian cahaya. Sisa dari cahaya yang tidak diserap itulah yang dipantulkan ke mata kita, dan terbaca oleh otak kita sebagai warna benda tersebut. Nah, tiga warna yang paling baik dalam menyerap cahaya biru, hijau, dan merah masing-masing adalah warna kuning, merah (lebih tepatnya merah keunguan atau magenta), dan biru (lebih tepatnya biru kehijauan atau cyan). Tiga warna ini yang kemudian digunakan sebagai warna dasar untuk benda. Campuran ketiga warna ini digunakan pada pembuatan cat dan alat pewarna lainnya untuk menghasilkan berbagai warna. Contoh yang paling jelas adalah tinta warna printer kita.

Sumber:

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran dari warna–warna lain. Menurut teori warna pigmen dari Brewster, warna primer adalah warna–warna dasar (Ali Nugraha, 2008). Warna–warna lain terbentuk dari kombinasi warna–warna primer. Menurut Prang, warna primer tersusun atas warna merah, kuning, dan hijau (Ali Nugraha, 2008, Sulasmi Darma Prawira, 1989). Akan tetapi, penelitian lebih lanjut menyatakan tiga warna primer yang masih dipakai sampai saat ini, yaitu merah seperti darah, biru seperti langit/laut, dan kuning seperti kuning telur. Ketiga warna tersebut dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam seni rupa.

Secara teknis, warna merah, kuning, dan biru bukan warna pigmen primer. Tiga warna pigmen primer adalah magenta , kuning, dan cyan. Oleh karena itu, apabila menyebut merah, kuning, biru sebagai warna pigmen primer, maka merah adalah cara yang kurang akurat untuk menyebutkan magenta , sedangkan biru adalah cara yang kurang akurat untuk menyebutkan cyan.

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna- warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau.

Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer yaitu :

  1. Merah seperti darah
  2. Kuning seperti warna tengah telur
  3. Biru seperti warna langit atau permukaan air laut.

Adapun Warna primer terbagi atas 2 jenis, yaitu warna primer additif dan subtraktif.

Yang termasuk di dalam warna primer additif yaitu :

  • Merah
  • Hijau
  • Biru.

Campuran warna merah dan hijau, menghasilkan warna kuning atau oranye. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa biru kehijau-hijauan, sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu. Jika ketiga warna ini disatu penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue/merah, hijau, biru).

Campuran kuning dan biru kehijau-hijauan (cyan) menghasilkan warna hijau, campuran kuning dengan ungu kemerah-merahan (magenta) menghasilkan warna merah, sedangkan campuran ungu kemerah-merahan dengan biru kehijau-hijauan menghasilkan warna biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya dicampur secara penuh. Namun, jika dipraktekkan hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan. Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari biru kehijau-hijauan, ungu kemerah-merahan, dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan kemudian disebut dengan CMYK ( Cyan, Magenta, Yellow, Black ).

1 Like