Apa saja yang menjadi pemicu seseorang memilih berselingkuh?

Menurut Hertlein, Wetchler, dan Piercy (2005), selingkuh adalah seluruh perilaku yang melanggar kontrak yang dimiliki antar pasangan. Selingkuh sebenarnya adalah masalah yang umum kita temui dalam hubungan zaman sekarang. Tidak hanya di public figure saja namun mungkin kita pernah menemui perilaku tersebut disekitar kita. Tentu saja, tiap-tiap dari kita memiliki 1 pendapat yaitu selingkuh adalah tindakan yang sangat sangat buruk, karena tidak jauh dari pengkhianatan.

Selingkuh sendiri ternyata memiliki 3 tipe. Menurut Hertlein, Wetchler, dan Piercy (2005) perselingkuhan terdiri dari perselingkuhan secara seksual, perselingkuhan secara emosional, dan kombinasi antara seksual dan emosional. Perselingkuhan secara seksual ditunjukkan dengan adanya hubungan seksual dengan orang lain. Sedangkan perselingkuhan secara emosional dicirikan dengan kedekatan emosional dengan pasangan selingkuh yang dapat meliputi perilaku saling berbagi, memahami, persahabatan, self-esteem yang layaknya pasangan. Perselingkuhan secara emosional dilakukan tanpa adanya perilaku berhubungan seksual antara pasangan selingkuh.

Nah, menurut teman-teman, apa sih faktor yang membuat orang memilih untuk selingkuh? Mari diskusi. :wink:

Referensi

Hertlein, K. M., Wetchler, J. L., & Piercy, F. P. (2005). Infidelity: An overview. Journal of Couple & Relationship Therapy , 4(2–3), 5–16.

Menurut penelitian psikologi, sebagian besar orang berselingkuh disebabkan karena beberapa aspek dalam hubungannya dengan pasangan utama tidak memenuhi ekspektasi atau dengan kata lain merasa tidak puas (Selterman, Garcia, & Tsapelas, 2019). Tidak terpenuhinya ekspektasi inilah yang kemudian mendorong perilaku seseorang untuk mencari kepuasan baik fisik maupun batin di luar pasangan utama.

Selain itu, menurut teori psikologi tentang perselingkuhan bernama deficit model of infidelity (Thompson, 1983), faktor utama yang mendorong seseorang untuk berselingkuh adalah rendahnya kepuasan dalam hubungan, timbulnya konflik , dan kurangnya komunikasi. Lemahnya komitmen untuk menjaga hubungan satu sama lain juga merupakan salah satu faktor yang mendorong seseorang untuk menjalin hubungan lain diluar hubungan dengan pasangan utama (Selterman, Garcia, & Tsapelas, 2020). Namun, dari beberapa pendapat tersebut faktor yang secara umum dapat mendorong seseorang untuk berselingkuh ialah ketidakpuasan dalam hubungan (contoh: merasa pasangan cenderung aromantik).

Kemudian, apabila dibandingkan antara pria dengan wanita. Ternyata pria lebih cenderung melakukan perselingkuhan karena nafsu seksual, keinginan variasi dalam seks , dan faktor situasional . Sedangkan, perempuan lebih sering melakukan perselingkuhan ketika dirinya merasa diabaikan oleh pasangan dan merasa kurang kasih sayang (Selterman, Garcia, & Tsapelas, 2019).

References: https://www.google.co.id/amp/s/kampuspsikologi.com/selingkuh-menurut-psikologi/