Apa saja yang harus diperhatikan saat mendaki gunung


(Wina Pujianri) #1

Bukan anak milenial Indonesia namanya kalau tidak mendeklarasikan naik gunung sebagai salah satu hobinya. Tidak sulit sebenarnya untuk mengetahui apa yang menjadi pesona naik gunung sebagai alternatif hiburan yang sangat populer belakangan ini. Mendaki gunung menjelajahi alam terbukti memberikan efek relaksasi yang bisa meredakan stress dan membuat kita lebih bahagia. Namun meski terlihat mudah, ada sejumlah persiapan naik gunung yang yang harus diperhatikan


(Meirina Fatima) #2

1. Tentukan lokasi dan level mendaki: mengingatkan, tidak semua jalur hiking sama seperti jalur hiking lainnya. Maka harus mengetahuinya terlebih dahulu sebelum kita melakukan hiking.

2. Hiking bersama teman atau sendiri? kebanyakan para pendaki gunung melakukan hiking dengan cara sendirian tanpa membawa teman-temannya. Mendaki gunung sendirian biasanya menjadi suatu pelarian untuk mencapai ketenangan batin. Namun, ternyata hiking sendiri lebih berbahaya jika terjadi sesuatu saat kita lengah dan keluar jalur. Agar kita aman dalam mendaki gunung, maka kita mengajak teman-teman.

3. Cek lokasi dan cuaca : sebelum mendaki lebih baik kita mengecek lokasi melalui internet atau bertanya dengan petugas pengawas di lokasi tentang cuaca hari itu juga. Jika di perkirakan akan ada kabut tebal, hujan besar, ada badai seperti petir, dan siaga merapi, maka kita dapat mengubah rencana untuk mendakinya jangan sampai kita tetap mendaki dengan cuaca yang tidak bersahabat.

4. Beri tahu ke keluarga tentang jadwal kita saat hiking: selalu memberitahu ke keluarga tentang jadwal hiking kita seperti kapan kita hiking, dimana kita hiking, berapa lama kita hiking, kapan kita harus kembali, lokasi hiking, dan siapa saja yang ikut hiking bersama kita. Kabari seseorang sebelum kita benar-benar menuju ke hutan. Luangkan waktu untuk memberi tahu mereka setiap rincian penting dari perjalanan kita. Sehingga ketika kita tidak ada kabar dari kurun waktu yang telah ditentukan, maka mereka bisa memberi tahu ke pihak berwenang di tempat.

5. Persiapan fisik dari jauh-jauh hari: naik gunung membutuhkan fisik yang prima. karena tubuh bisa membakar energi yang besar selama mendaki kurang lebih 8 jam. Selain itu, olahraga juga menyimpan berbagai risiko kesehatan yang wajib di hindari. Untuk menjamin kebugaran fisik kita menjelang hari naik gunung, kita perlu membangun keseimbangan, fleksibilitas serta kekuatan pada kaki dan otot punggung kita untuk dapat melewati jalur.

6. Perhatikan asupan makanan sebelum mendaki gunung: makanan untuk persiapan naik gunung yang ideal harus mengandung tinggi karbohidrat dan protein. Misalnya bubur dengan campuran greek yogurt atau topping telur rebus, atau seporsi nasi putih hangat dengan lauk daging pilihan kita serta sayuran. Jika kita masih lapar, lipat gandakan porsinya (dari jenis makanan yang sama dengan yang kita makan tadi). Camilan pisang atau jeruk sebelum dan selama mendaki juga sangat disarankan supaya menggantikan kadar kalium yang hilang saat kita berkeringat. Minumlah minimal 2 liter cairan (air, jus, susu, minuman olahraga) sehari sebelum pendakian kita. Minum 1 liter air putih atau minuman olahraga sebelum mulai mendaki. Mulailah minum segera setelah kita bangun dari tempat tidur di hari itu.

7. Membawa barang yang perlu saja: Tidak peduli lokasi, waktu, atau tingkat kesulitan pendakian, kita harus selalu membawa barang-barang ini dalam perjalanan kita:

  • Peta dan kompas atau GPS
  • Kotak P3K
  • Filter air
  • Tabir surya dan lotion anti serangga
  • Pisau serbaguna
  • Kabel nilon
  • Senter (senter genggam atau senter kepala) plus baterai cadangan
  • Kacamata hitam
  • Korek api/pemantik api
  • Cadangan makanan — Terdiri dari sarapan, makan siang, dan makan malam per hari pendakian; camilan di sela-sela mendaki; cadangan air, dan peralatan masak serta perlengkapan makan (piring, mangkuk, gelas, sendok) jika hiking selama lebih dari 1 hari
  • Pakaian cadangan — Terdiri dari lapisan dasar (atas dan bawah), lapisan tengah (isolasi hangat), dan lapisan luar (jaket/padding mendaki); jas hujan; Kaus kaki ekstra; Topi dan sarung tangan; handuk kecil; Hindari pakaian yang berbahan kapas, karena memerangkap keringat tetap dekat dengan kulit kita
  • Tempat berlindung (tenda/kantung tidur) — Jika hiking lebih dari satu hari
  • Alas kaki yang tepat untuk mendaki — Untuk pendakian singkat, sandal gunung atau sepatu olahraga biasa sah-sah saja digunakan. Tapi untuk pendakian jarak jauh yang lebih lama, direkomendasikan untuk memakai sepatu boots khusus mendaki yang menawarkan lebih banyak dukungan.
  • Identitas diri; salinan itinerari perjalanan; uang tunai secukupnya
  • Ponsel atau radio 2 arah