Apa saja yang Harus diperhatikan agar dapat Menjadi Pendengar yang Obyektif?

pendengar obyektif

Objective listening adalah kemampuan untuk mendengarkan secara objektif. Maksud dari arti tersebut adalah kemampuan untuk mendengarkan, menerima, serta menafsirkan informasi yang didapatkan dari banyak sudut pandang tanpa berprasangka.

Mendengarkan adalah sebuah proses yang dinamis. Dengan mendengarkan, maksud seseorang ketika berbicara dapat dipahami dengan lebih mudah, apakah pembicaraannya serius atau hanya gurauan. Dengan mendengarkan, bahkan dapat diketahui kesungguhan seseorang dalam menyatakan pendapatnya. Sehingga dapat dikatakan mendengarkan adalah hal yang penting dalam proses komunikasi.

Dalam hal ini, mendengarkan berbeda dengan mendengar, dimana mendengar hanya mempersepsikan suara yang didengar, sedangkan mendengarkan adalah sebuah proses ketika tubuh dan pikiran fokus terhadap apa yang disampaikan orang lain. Mendengar adalah sebuah kegiatan tanpa usaha, sedangkan mendengarkan merupakan tindakan yang membutuhkan kesadaran, konsentrasi dan rasa ketertarikan.

Untuk bisa menjadi pendengar yang mampu menilai dari banyak sudut pandang secara objektif, mulailah dengan menjadi pendengar yang efektif. Pahami apa yang sedang dibicarakan, catat inti permasalahan yang diutarakan dan terbukalah terhadap segala informasi yag diterima, kemudian berikan umpan balik sebagai tanda bahwa apa yang mereka utarakan benar benar didengarkan. Selain itu terdapat karakter yang bisa dikembangkan seseorang untuk menjadi pendengar yang efektif :

  • Penuh perhatian
    Seorang pendengar yang baik haruslah dapat mendengar dengan penuh perhatian, mendengarkan dengan perasaan dan sebisa mungkin menghindari segala gangguan.

  • Tidak terlalu cepat berasumsi
    Pendengar yang baik akan mendengarkan dengan seksama hingga pembicaraan selesai, untuk menghindari kesalahpahaman.

  • Dengarkan dengan perasaan namun tetap berpegang dengan fakta yang ada
    Pendengar yang baik harus proyektif (mencoba memahami pandangan dari pembicara) dan empatik (berkonsentrasi tidak hanya pada makna pesan tetapi mencoba untuk menyelidiki perasaan dan emosi dari pembicara). Disamping itu, pendengar juga tetap mengevaluasi apa yang dismapaikan dengan tetap bepegang dengan fakta sebenarnya, sehingga kualitas informasi yang didapatkan tetap objektif.

Mendengarkan dengan efektif memerlukan kesadaran dan pikiran yang tajam. Pendengar yang baik akan menghargai setiap ide dan informasi baru. Mendengarkan dengan efektif akan meningkatkan kualitas komunikasi seseorang dan mendorong sikap optimistik sehingga dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik didalam organisasi.

Tanpa kemampuan menjadi pendengar obyektif, akan mudah salah paham dalam menangkap maksud dari pesan yang disampaikan. Ketrampilan mendengarkan itu penting memang, maka tidak heran bahwa dengan kita memiliki ketrampilan tersebut, kita dapat dengan mudah mendapatkan kepuasan pelanggan. Banyak pemimpin dan pengusaha sukses yang memiliki kemampuan menjadi pendengar baik.

“Cara yang paling dasar dan tepat untuk menghubungkan orang lain adalah dengan mendengarkan. Dengarkan saja. Mungkin hal yang paling penting yang pernah kita berikan satu sama lain adalah perhatian kita.”

Dikutip dari laman http://liveboldandbloom.com/02/relationships/how-to-be-a-good-listener, beberapa cara agar kemampuan mendengarkan anda menjadi lebih baik adalah sebagai berikut:

1. Hindari gangguan
Jika anda akan melakukan suatu percakapan, baik itu terhadap seseorang ataupun beberapa orang, lakukan terlebih dahulu antisipasi untuk menjauhkan situasi dari gangguan yang mungkin bisa terjadi. Matikan suara telepon anda, atau jauhkan dari anda. Matikan notifikasi email anda, televisi, atau apapun yang bisa mengganggu anda. Jika anda sedang melakukan sesuatu, mintalah mereka untuk menunggu anda selesai mengerjakan pekerjaan anda, atau hentikan sejenak pekerjaan anda untuk mendengarkan mereka. Anda tidak dapat melakukan dua atau lebih pekerjaan sekaligus untuk menjadi pendengar yang baik.

2. Perhatikan komunikasi non-verbal dan intonasi berbicara
Saat anda sedang mendengarkan mereka, perhatikan secara hati-hati apa yang sedang mereka ucapkan dan bagaimana sikap mereka. Apakah mereka menyilangkan lengan mereka, atau duduk dengan sikap penuh percaya diri? Bisa saja mereka berkata bahwa semuanya baik-baik saja, namun raut wajah mereka tampak cemas. Perhatikan juga intonasi berbicara mereka. Apakah mereka bergumam, berbicara terlalu keras, atau menyatakan ucapan mereka seolah-olah apa yang mereka sampaikan adalah pertanyaan. Mulailah belajar untuk membaca apa yang sebenarnya orang maksud melebihi apa yang mereka dapat sampaikan. Hal ini dapat meningkatkan kepekaan anda dan lebih memahami orang.

3. Berkacalah
Salah satu teknik yang baik yaitu berkaca (atau dalam hal ini meniru gerakan) kepada orang yang anda dengarkan. Cobalah untuk merefleksikan balik nada serta pola bicara mereka. Anda juga dapat meniru gerakan serta bahasa tubuh mereka.
Berkaca membantu anda membangun hubungan dengan orang lain dan hal itu dapat membantu mereka untuk berbagi ide dan sikap terhadap anda. Anda juga dapat memahami maksud dari komunikasi dengan mereka lebih baik. Hal ini cukup penting dalam membangun hubungan atau dalam suatu konflik.

4. Berempati, bersimpati, dan tunjukkan ketertarikan
Anda dapat menunjukkan ketertarikan dan hubungan anda melalui ekspresi, bahasa tubuh, dan rangkaian kata. Anggukkan kepala untuk menunjukkan anda mendengarkan mereka. Perhatikan lawan bicara anda. Tersenyumlah untuk menunjukkan kepedulian anda. Ucapkan kata-kata yang baik. Berikan sentuhan ringan di bahu untuk menunjukkan empati anda.

5. Berlatih untuk diam
Maksudnya disini, terkadang cara terbaik untuk mendengarkan adalah diam dan memerhatikan lawan bicara kita. Respon verbal tidak selalu diperlukan, ketika kita diam dan memerhatikan mereka, mereka akan merasa kita memberikan ruang kepada mereka untuk menceritakan lebih banyak apa yang mereka rasakan dan pikirkan.

6. Ajukan pertanyaan menyelidik
Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu mereka mengungkap jawaban untuk diri mereka sendiri. Pertanyaan terbuka yang memerlukan lebih dari sekedar jawaban “ya” atau “tidak”. Pertanyaan-pertanyaan menyelidik seperti itu dapat menunjukkan kepada mereka bahwa anda memerhatikan dan tertarik dengan mereka.
Namun pastikan pertanyaan yang anda ajukan bukan seperti sebuah interogasi. Anda ingin mendengarkan lebih dari yang ingin anda tanyakan, tapi saat anda bertanya pastikan pertanyaan itu tidak menyudutkan. “Apakah anda bisa menceritakan lebih jauh lagi tentang itu?” sudah cukup untuk menunjukkan bahwa anda memerhatikan mereka.

7. Jangan menyela atau ganti topik pembicaraan
Jika ingin menjadi pendengar yang baik, anda harus membiarkan lawan bicara anda menyelesaikan apa yang sedang mereka bicarakan tanpa menyelanya. Mungkin anda sering menemukan orang-orang yang suka menyela pembicaraan lawan bicaranya dan mengambil alih percakapan. Bahkan walaupun hal itu dilakukan secara tidak sadar. Hal itu menunjukkan bahwa mungkin mereka tidak tertarik atau tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang dibicarakan lawan bicara mereka.
Sebelum anda memberikan saran, pastikan lawan bicara anda menyelesaikan percakapannya. Juga, jangan tinggalkan begitu saja lawan bicara anda dengan mengganti topik pembicaraan. Tawarkan respon atau pemikiran tambahan topik lain sebelum anda beralih ke sesuatu yang ingin anda bicarakan.

8. Pikirkan sebelum memberi tanggapan
Ketika tiba giliran anda untuk berbicara, gunakan kata-kata yang mencerminkan anda mendengarkan lawan bicara anda baik-baik. Daripada anda melontarkan respon yang pertama kali terbesit di pikiran anda, lebih baik luangkan waktu sejenak untuk memikirkan tanggapan dan apa yang ingin anda tawarkan.

Menjadi pendengar yang baik adalah sebuah keahlian yang perlu anda latih. Latih pula kemampuan untuk untuk membaca ekspresi serta bahasa tubuh orang lain. Jika anda sudah mulai terlatih, orang-orang akan mulai tertarik pada anda dalam meminta opini dan umpan balik dari anda.

Mendengarkan adalah keterampilan penting dalam semua aspek kehidupan kita untuk menjaga hubungan pribadi kita memahami mendengar lebih dari sekedar kata-kata yang ditujukan pada kita. Mendengarkan adalah proses kita memahami menilai dan menanggapi apa yang kita dengar.
Proses mendengarkan ada 5 tahap :

  1. Penerima
    2.Pengertian
    3.Mengevaluasi
    4.Mengingat
    5.Meresespons

Menjadi seorang pendengar seolah-olah sangat mudah dan tidak memiliki banyak risiko, akan tetapi menjadi seorang pendengar yang biasa-biasa saja mampu membuat pola pikir menjadi salah, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap apa yang akan atau yang telah kita dengar, oleh karena itu ada yang dinamakan mendengar dengan obyektif

Pendengar yang obyektif mampu memilah informasi dari apa yang dia dapatkan dari si pembicara, dikarenakan pemikirannya untuk mencari kebenaran ataupun fakta dari apa yang di sampaikan oleh pembicara tersebut, sehingga membuat ia tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang kebanyakan di bicarakan

Sumber : https://www.skillsyouneed.com/ips/listening-skills.html

How to Become a Good Listener

oleh Caleb Storkey dari calebstorkey

Handal dalam berbicara merupakan keinginan semua orang, tetapi menjadi seorang pendengar yang baik itu jauh lebih penting. Menjadi pendengar yang baik membuat anda lebih memahami situasi seseorang dan membantu anda untuk mengetahui kata-kata apa saja yang pantas untuk diucapkan ke orang tersebut.

Ada beberapa tips untuk menjadi seorang pendengar yang baik

  1. Pendengar yang baik selalu memperhatikan lawan bicaranya

  2. Pendengar yang baik tidak membuka gadget atau handphone ketika lawan bicaranya sedang berbicara

  3. Pendengar yang baik menggunakan gestur tubuh yang positif

  4. Pendengar yang baik tidak boleh memulai pembicaraan dengan memiliki prasangka buruk

  5. Seorang pendengar yang baik itu peduli dengan lawan bicaranya.

  6. Seorang pendegar yang baik mengetahui dan memahami bahwa mereka harus bisa menyimpan rahasia lawan bicara mereka dengan baik.