Apa saja tipe - tipe risiko dalam dunia bisnis?

manajemen_risiko
identifikasi_risiko

(miranda kerr) #1

Risiko

Dalam menjalankan sebuah bisnis, pastilah terdapat hal yang dinamakan risiko. Beberapa risiko yang akan datang berpotensi untuk menghancurkan bisnis yang dijalankan ataupun menyebabkan kerusakan yang serius. Dan berdampak memakan biaya serta waktu yang lama untuk diperbaiki.

Apa saja tipe - tipe risiko dalam dunia bisnis?


(Rivalno Al Fath Ismu) #2

Tipe-tipe risiko yang ada di dunia bisnis antara lain :

  1. Physical Risks
    Physical risks adalah risiko yang berbentuk fisik seperti menyangkut masalah bencana alam dan kejadian tak terduga seperti adanya api atau ledakan dalam gedung. Sebuah rencana harus dibuat dan diterapkan untuk menangani efek langsung dari risiko ini. Instansi pemerintah dan pemadam kebakaran lokal dapat membantu memperoleh informasi untuk mencegah kecelakaan ini, serta memberikan saran tentang bagaimana mengendalikannya dan meminimalkan kerusakannya jika terjadi.

  2. Location Risks
    Di antara bahaya lokasi yang dihadapi bisnis adalah kebakaran di dekatnya, kerusakan akibat badai, banjir, angin topan atau tornado, gempa bumi dan bencana alam lainnya. Karyawan harus terbiasa dengan jalan-jalan yang mengarah masuk dan keluar dari lingkungan sekitar di semua sisi tempat bisnis.

  3. Human Risks
    Risiko bisa juga datang dari manusia itu sendiri. Contohnya adalah pencurtian dan penipuan. Melindungi pegawai dari kejadian seperti ini mungkin sulit namun ini adalah kejahatan yang sering terjadi ditempat kerja.

  4. Technology Risks
    Pemadaman listrik mungkin yang paling umum dari risiko teknologi. Generator tenaga yang digerakkan oleh bahan bakar tambahan adalah sistem back-up yang baik untuk menyediakan energi listrik untuk pencahayaan dan fungsi lainnya sampai daya listrik dipulihkan. Di pabrik manufaktur, beberapa generator tambahan besar dapat menjaga operasional pabrik sampai daya listrik dipulihkan.

  5. Strategic Risks
    Lembaga keuangan seperti bank atau serikat kredit mengambil risiko strategi melalui pinjaman kepada konsumen, sementara perusahaan farmasi terkena risiko strategi melalui penelitian dan pengembangan obat baru. Masing-masing risiko terkait strategi ini melekat pada tujuan bisnis sebuah organisasi. Ketika terstruktur secara efisien, penerimaan risiko strategi dapat menciptakan operasi yang sangat menguntungkan.

Reference