© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja prinsip-prinsip dalam sistem politik otoriter?

politik otoriter

Sistem politik otoriter disebut juga kediktatoran atau sistem politik nondemokrasi. Sistem politik ini mempunyai bentuk pemerintahan yang kekuasaan tertingginya dipegang oleh sekelompok kecil elit atau oleh satu orang saja.

Prinsip-prinsip yang dijalankan dalampemerintahan otoriter adalah sebagai berikut :

  1. Pemusatan kekuasaan, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif menjadi satu, ketiganya dipegang dan dijalankan oleh satu lembaga;

  2. Satu partai politik, yaitu partai pemerintah, atau ada beberapa partai, tetapi hanya ada sebuah partai yang memonopoli kekuasaan;

  3. Pemerintahan tidak konstitusional, yaitu pemerintahan dijalankan berdasarkan kekuasaan di mana konstitusinya memberi kekuasaan yang besar pada negara atau pemerintah;

  4. Rule of power atau prinsip negara kekuasaan yang ditandai dengan supremasi kekuasaan dan ketidaksamaan di depan hukum;

  5. Pembentukan pemerintahan tidak berdasar musyawarah, tetapi melalui dekrit;

  6. Pemilihan umum yang tidak demokratis, pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah;

  7. Badan peradilan yang tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa;

  8. Tidak ada kontrol atau pengendalian terhadap administrasi dan birokrasi, birokrasi pemerintah sangat besar dan menjangkau seluruh wilayah kehidupan bermasyarakat;

  9. Mekanisme dalam kehidupan politik dan sosial tidak dapat berubah dan bersifat sama;

  10. Penyelesaian perpecahan atau perbedaan dengan cara kekerasan dan penggunaan paksaan;

  11. Manajemen dan kepemimpinan yang tertutup dan tidak bertanggung jawab;

  12. Menekan dan tidak mengakui hak-hak minoritas warga negara;

  13. Tidak ada kebebasan berpendapat, berbicara, dan kebebasan pers (pers sangat dibatasi);

  14. Tidak ada perlindungan terhadap hak asasi