Apa saja penyebab bau mulut pada Kucing?

Kucing

Ini adalah fakta umum bahwa napas kucing mungkin tidak selalu segar dan menyenangkan. Hal ini disebabkan jenis makanan yang mereka makan dan sistem pencernaan mereka lamban.

Apa saja penyebab bau mulut pada Kucing?

Secara umum, kucing memiliki bau mulut sedikit dan hanya jika ternyata tak tertahankan, menyinggung dan gigih, bahwa Anda harus menganggap itu sebagai tanda beberapa kondisi medis yang mendasari. Jadi, bau mulut yang parah pada kucing mungkin karena beberapa sebab mendasar yang harus didiagnosis dan diobati di awal. Artikel ini berkaitan dengan berbagai aspek bau mulut pada kucing.

Penyebab bau mulut di Kucing

Bau mulut pada kucing ringan mungkin bukan penyebab khawatir, jika tidak disertai dengan gejala, seperti, tidak makan makanan, muntah, air liur, debit lisan, mengais-ngais di mulut, dll Tapi, jika menjadi parah atau berkelanjutan , maka, Anda harus mendapatkan kondisi didiagnosis dan diobati. Hal ini sangat diperlukan, seperti bau mulut yang parah pada kucing mungkin merupakan tanda penyakit yang mendasarinya. Mari kita melihat kemungkinan penyebab napas kucing yang buruk.

Seperti dalam kasus manusia, bau mulut pada kucing bisa disebabkan oleh masalah kesehatan mulut. Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit periodontal, seperti, gingivitis, periodontitis, gigi lesi resorptive, dll tumor dan kanker mulut Bahkan bisa menjadi penyebab bau mulut pada kucing. Feline stomatitis (radang mulut) juga bisa menjadi penyebab masalah ini.

Dalam hal apapun benda asing, seperti, potongan tulang, terjebak di antara gigi, kemudian juga, bau mulut bisa terjadi pada kucing. Broken gigi atau membusuk kadang-kadang dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis. Bahkan deposito tartar pada gigi dapat menyebabkan bau mulut.

Penyebab paling umum dari bau mulut pada kucing tumbuh gigi. Sebagai gigi baru muncul, gusi berdarah dan darah ini akan mengering dan menempel di gusi itu sendiri. darah kering seperti di mulut dapat menyebabkan bau mulut dan kucing yang terkena mungkin juga menunjukkan tanda-tanda seperti, merah dan bengkak gusi, nyeri, longgar atau hilang gigi, dll

Penyebab lain bau kucing buruk adalah penyakit pernapasan. Ini mungkin termasuk infeksi virus atau bakteri dari paru-paru tenggorokan, infeksi dll Bahkan dari sinus dan amandel dapat menyebabkan bau mulut. Penyebab lain yang mungkin adalah kanker paru-paru.

Diabetes, meskipun tidak umum di kucing, bisa terjadi pada kucing yang lebih tua. kucing tersebut dapat memiliki napas dengan bau, fruity manis. Mereka juga ditemukan memiliki haus berlebihan dengan peningkatan frekuensi buang air kecil.
penyakit ginjal dapat menyebabkan bau mulut pada kucing. Dalam kasus penyakit ginjal, nafas kucing bisa terkena tajam, dengan bau air seni atau amonia. Dalam hal ini juga, kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda, seperti, rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil.

Jika kucing anda terpengaruh dengan penyakit hati, napas dapat benar-benar menyinggung dan kucing juga mungkin mengalami gejala, seperti, mata bengkak dan nyeri, perut kuning dan gusi, kehilangan nafsu makan, dll

Kucing bau mulut dapat disebabkan oleh masalah gastrointestinal juga. Hal ini dapat karena pembesaran kerongkongan, pendarahan tukak lambung, gangguan pada, tumor usus, kanker, infeksi, dll

Pengobatan untuk Nafas Buruk di Kucing

Singkatnya, ada banyak penyebab yang berbeda bau mulut pada kucing. Yang paling penting adalah untuk mendiagnosis tujuan yang benar dan mendapatkannya dirawat di awal. Anda harus melihat gejala yang ditunjukkan oleh kucing, selain bau mulut. Hal ini akan membantu dalam diagnosis penyebabnya. Misalnya, kucing dengan bau mulut dan gejala lain, seperti, mengais-ngais di mulut, kesulitan makan, gusi bengkak, dll, mungkin memiliki beberapa masalah kesehatan mulut.

Dalam kasus penyakit hati, kucing bisa memiliki mata kekuningan dan gusi, bersama dengan muntah dan kehilangan nafsu makan. Jadi, melihat gejala-gejala ini dapat membuktikan bermanfaat, sementara mendiagnosis kondisi tersebut. Setelah penyebabnya adalah didiagnosis, kucing diperlakukan dan jika bau mulut disebabkan oleh penyebab yang mendasari, Anda mungkin menemukan bahwa itu hilang. Jadi, obat untuk bau mulut pada kucing terletak pada mengobati penyebab yang mendasari, dan modus pengobatan mungkin berbeda dengan masalah tertentu. Jika karena deposito tartar, gigi kucing itu harus dibersihkan oleh para profesional.

Dalam beberapa kasus, kucing dapat mengembangkan bau mulut akibat konsumsi makanan. Dalam kasus tersebut, menghindari makanan tersebut dapat mengatasi masalah. Anda dapat mencegah kondisi ini pada kucing Anda, dengan secara rutin membawanya ke dokter hewan. pemeriksaan rutin selalu bermanfaat dalam mendeteksi masalah kesehatan di awal, sehingga bisa diobati sesegera mungkin, dengan demikian menghindari kemungkinan komplikasi.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mulut anjing dan kucing bau :

1. Perhatikan banyak nya liur yang keluar
Bau mulut disertai dengan pengeluaran liur yang berlebih terutama jika penyebab bau mulutnya adanya infeksi, radang, dan luka pada mulut. Normalnya kucing dan anjing tidak akan mengeluarkan air liur berlebih. Pada anjing, pengeluaran air liur berlebih bisa terjadi saat kondisi lingkungan panas.

2. Perhatikan nafsu makannya
Anjing dan kucing yang mengalami gangguan pada rongga mulut, akan kesulitan makan terutama jika pakan yang diberikan pakan kering (dryfood) karena teksturnya keras. Biasanya pemilik akan melihat kucing dan anjingnya tidak nafsu makan dan menghindari makanan kering tersebut. Tapi, jika diberikan makanan basah yang teksturnya lebih lembut akan mudah untuk makan.

3. Perhatikan keluarnya darah dari mulut
Gangguan rongga mulut bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus, bakteri, radang gusi, radang sekitar gigi, serta trauma benda tajam yang menyebabkan luka. Kondisi seperti ini menyebabkan mudahnya pembuluh darah pecah sehingga akan timbul pendarahan.

4. Mulut yang sulit menutup, bahkan tidak mau membuka mulut
Anjing dan kucing yang mengalami kesakitan atau bengkak daerah mulut akan cenderung menutup mulutnya. Namun jika sudah kesakitan dan ada bengkak yang besar bisa juga mulut terus terbuka dan sakit saat ditutup.

5. Perhatikan adanya penumpukan kotoran pada gigi
Bau mulut pada anjing dan kucing bisa juga diawali karena banyaknya plaque dan karang gigi pada gigi. Pada usia muda memang terlihat gigi akan baik-baik saja, biasanya hanya perubahan warna saja menjadi kuning. Namun seiring bertambahnya usia, tanpa diimbangi dengan jenis makanan yang sesuai dan tindakan pembersihan gigi, biasanya akan mulai menumpuk kotoran pada gigi. Makanan kering maupun makanan basah bisa menjadi salah satu faktor penyebab penumpukkan kotoran gigi. Karena anjing dan kucing saat ini sangat jarang memakan makanan alami seperti daging, ayam, serta berburu hewan untuk membuat kotoran ikut terangkat dengan gerakan mengoyak daging. Biasanya plaque ini akan terlihat sangat tebal bahkan menyebabkan gigi goyang karena adanya bakteri yang membuat integritas gigi dan gusi terganggu.

image

6. Perhatikan warna gusi
Normalnya gusi yang sehat akan berwarna pink, namun pada anjing dan kucing yang mengalami bau mulut kemungkinan akan terlihat adanya warna kemerahan pada gusi. Warna kemerahan ini menandakan adanya radang pada gusi, pada kasus yang ringan warna kemerahan terjadi pada sekitar gigi saja. Namun, kondisi radang yang parah bisa menyebabkan kemerahan pada seluruh gusi dan bagian dalam rongga mulut. Tentu cukup menyakitkan bagi anjing dan kucing.

image

7. Perhatikan gejala lain yang mengikuti
Kondisi bau mulut yang disebabkan infeksi akan memperlihatkan gejala lain selain penurunan nafsu makan. Diantaranya yaitu kucing dan anjing cenderung diam, lemas, tidak aktif, bahkan mengalami demam.

Apa saja yang bisa menyebabkan bau mulut pada anjing dan kucing ?

1. Infeksi : infeksi bakteri, virus bisa menyebabkan bau mulut pada anjing dan kucing

2. Radang mulut : radang umumnya disertai oleh infeksi, karena pada kondisi radang sangat rentan terpapar agen penyakit. Radang mulut pada gigi bisa bersifat kronis salah satunya periodontitis (radang sekitar mulut) biasanya diawali oleh penumpukan plaque yang menyebabkan berkembangnya bakteri, lalu membuat kerusakan pada gusi, akhirnya daerah gusi berdarah dan mulai membuat gigi goyang karena integritas gigi dan gusi sudah rusak.

3. Trauma benda asing

Trauma benda asing seperti adanya luka akibat tulang yang menyangkut d daerah mulut, kayu, maupun benda lain yang melukao gusi dan gigi. Benda ini kalau dibiarkan bisa menyebabkan radang dan infeksi pada gusi.

4. Gangguan ginjal

Gangguan ginjal pada anjing dan kucing berlangsung tidak sebentar, perjalanan penyakitnya cukup lama sehingga disebut penyakit kronis. Anjing dan kucing yang mengalami gangguan organ ini akan menyebabkan pengeluaran amonia (urea) terganggu sehingga bisa masuk lagi ke pembuluh darah dan menyebabkan juga bau mulut pada anjing dan kucing. Amonia yang dibiarkan di dalam tubuh sangat berbahaya karena meracuni tubuh dan menyebabkan kematian.

Kalau anjing dan kucing bau mulut, bagaimana pencegahannya?

Sedari dini perlu rajin diperhatikan kebersihan giginya, jika kitten sudah mulai makan ada baiknya dibiasakaan untuk dibersihkan giginya. Cara yang paling sederhana dengan menggunakan handuk dan air hangat d gosokkan pada gigi. Selain itu, perlu juga diberikan makanan berupa daging, maupun ayam, untuk melatih gigi mengoyak makanan. Jadi akan terangkat kotoran giginya. Pada anjing, bisa juga diberikan tulang yang cukup besar supaya kotoran gigi terangkat saat mengigiti tulang.

Kalau sudah terlanjur memiliki karang gigi yang cukup tebal dan menyebabkan gangguan mulut, sebaiknya dilakukan scaling atau pembersihan karang gigi. Biayanya cukup tinggi diatas 500.000 rupiah, hal ini dikarenakan teknik yang cukup sulit serta dilakukan pada kondisi bius total. Jadi perlu juga diperhatikan kondisi kesehatannya sebelum dilakukan dental scaling.

Kondisi mulut anjing dan kucing perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemilik dan segera konsultasikan kondisi nya ke dokter hewan. Pembersihan gigi pun penting dilakukan sejak dini disertai dengan pemberian makanan yang bisa membantu membersihkan gigi. Kondisi mulut anjing kucing yang baik bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesehatannya.

Referensi: https://tanyadokterhewan.com/2018/03/09/‚Äčkenapa-mulut-anjing-dan-kucing-bau/

Kemungkinan kucing tersebut mengalami masalah dengan rongga mulutnya, yaitu bau mulutnya yang tidak enak. Gejala ini menunjukkan adanya infeksi di daerah rongga mulut, bisa disebabkan oleh trauma benda tajam ataupun masalah gigi dan gusi.

Selain itu bisa disebabkan adanya infeksi oleh virus ataupun bakteri, infeksi oleh virus calici virus, mempunyai gejala yang sama yaitu adanya ulkus atau sariawan pada bagian mulut yang meyebabkan hewan jadi malas makan, kemudian disertai dengan adanya hypersalivasi/ air liur banyak, mulut menjadi bau, dan disertai gejala lain, seperti demam tinggi, sesak nafas, bahkan suara menjadi serak. Apabila kucing mengalami gejala seperti di atas, sebaiknya lekas bawa ke dokter hewan terdekat, agar di berikan penanganan lebih lanjut.

Pemberian obat untuk rongga mulutnya bisa ditanyakan langsung ke dokter hewan setempat. Tips berikutnya pisahkan kucing yang sakit dengan yang masih sehat. Jangan lupa cuci tangan anda setelah kontak dengan kucing yang sakit. Coba berikan makanan basah (wetfood) agar makanan tetap masuk ke dalam tubuh si kucing.