© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa saja penyebab anemia pada kucing?

anemia pada kucing

Apa saja penyebab anemia pada kucing?

Umumnya, anemia pada kucing merupakan salah satu menifestasi klinis dari suatu penyakit yang mempengaruhi produksi sel darah merah / eritrosit, atau menurunkan jumlah eritrosit yang beredar dalam sirkulasi darah. Sedikitnya eritrosit yang bertugas akan menghambat kelancaran distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh, apabila hal ini berlarut larut, tidak lama kemudian biasanya pasien akan menjadi lemah, kolaps, bahkan tutup usia.

Kucing dengan indikasi anemia dapat dikenali dengan melihat gusi, bagian mukosa rongga mulut dan konjungtiva mata. Beberapa bagian tersebut akan telihat pucat, sedangkan normalnya berwarna merah muda segar. Kucing juga akan nampak lemah, letih, lesu, lebih banyak berbaring, malas beraktifitas dan nafsu makannya berkurang drastis. Selain itu, jika diamati dengan seksama, nafas kucing cenderung pendek-pendek. Pada beberapa kasus juga disertai gejala kram otot.

Penyebab anemia pada kucing dapat beragam, baik dari internal atau faktor sistemik, maupun faktor eksternal. Gangguan organ seperti penyakit ginjal, perdarahan, leukimia dan kanker biasanya menunjukkan adanya anemia. Ginjal sendiri merupakan organ yang berperanan penting dalam pembentukan eritrosit baru, organ tersebut menghasilkan hormon eritropoetin sebagai inisiator regenarasi sel darah merah secara reguler.

Disamping itu, perdarahan juga menyebabkan anemia secara tiba-tiba, apabila jumlah darah yang keluar diatas ambang kemampuan tubuh untuk mentolerir. Perdarahan pada organ dalam dapat menjadi pemicu terjadinya anemia yang paling berbahaya, karena owner tidak dapat melihat langsung adanya luka berdarah, hanya saja si kucing menjadi lemas, dan seketika kolaps. Perdarahan tersebut dapat disebabkan adanya luka luar maupun di dalam tubuh akibat kerusakan organ.

Faktor eksternal penyebab anemia pada kucing adalah sebagai berikut:

  1. Nutrisi yang diberikan tidak seimbang, terutama bagi pemilik kucing yang memberikan peliharaannya pakan komersial curah, tanpa merk, dan tanpa tabel kecukupan gizi. Biasanya pakan tersebut hanya mengedepankan rasa yang disukai kucing, tanpa mempertimbangkan nutrisi basal yang dibutuhkan tubuh kucing.

  2. Defisiensi zan besi (Fe), dari pakan komersial yang tidak terkontrol, atau kucing yang dipaksa menjadi vegetarian. Anda harus paham, bahwa kucing adalah karnivora obligat yang mutlak membutuhkan protein hewani setiap hari demi mempertahankan hidupnya.

  3. Infeksi bakteri dan virus, terutama saat fase bakterimia atau viremia, dimana angen patogen tersebut berada dalam darah, memicu pecahnya sel-sel darah merah dalam sirkulasi. Biasanya juga akan terjadi peningkatan suhu pada kucing.

  4. Infestasi parasit, seperti prorozoa darah, cacing, dan ektoparasit. Sel darah merah merupakan sumber makanan utama mereka. Semakin banyak jumlah parasit yang menginfestasi, maka semakin besar pula derajat anemia yang terjadi

  5. Zat beracun yang bersifat hepatotoksi dan renotoksik.