Apa Saja Manfaat Dari Doa?

Doa
Sudah menjadi kewajiban bagi umat beragama untuk berdoa memohon kepada sang pencipta agar dilancarkan dan diberkahi kegiatan dan perbuatan baik yang dilakukannya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan doa. Dengan berdoa kita mengakui bahwa kita hanyalah manusia biasa yang butuh pertolongan dari-Nya. Dengan berdoa kita sadar dan menundukan hati bahwa dengan kuasa-Nya segala sesuatu bisa dimudahkan. Dengan berdoa, seseorang bisa mendekatkan diri dengan Tuhan. Berikut adalah manfaat dari doa:

  • Pertama: Do’a adalah ibadah dan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479, At Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari An Nu’man bin Basyir)

  • Kedua: Do’a adalah sebab untuk mencegah bala’ bencana.

  • Ketiga: Do’a itu amat bermanfaat dengan izin Allah. Manfaat do’a ada dalam tiga keadaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut,

    “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid)

  • Keempat: Do’a adalah sebab kuat dan semakin mendapatkan pertolongan menghadapi musuh.

  • Kelima: Do’a merupakan bukti benarnya iman dan pengenalan seseorang pada Allah baik dalam rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya. Do’a seorang manusia kepada Rabbnya menunjukkan bahwa ia yakini Allah itu ada dan Allah itu Maha Ghoni (Maha Mencukupi), Maha Melihat, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Mampu, Rabb yang berhak diibadahi semata tidak pada selainnya.

  • Keenam: Do’a menunjukkan bukti benarnya tawakkal seseorang kepada Allah Ta’ala. Karena seorang yang berdo’a ketika berdo’a, ia berarti meminta tolong pada Allah. Ia pun berarti menyerahkan urusannya kepada Allah semata tidak pada selain-Nya.

  • Ketujuh: Do’a adalah sebagai peredam murka Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sumber

Doa juga sangat dianjurkan oleh agama-agama lain selain islam. Ambil contoh dalam agama Hindu, umatnya dibiasakan untuk membaca doa setiap pagi, saat matahari berada diatas kepala dan ketika matahari terbenam yang di sebut PUJA TRISANDHYA. Matraman atau sembahyang tersebut dapat diartikan sebagai persembahyangan yang dilakukan tiga kali sehari di saat terjadinya pergantian waktu dari malam ke pagi, pagi ke siang dan siang ke malam hari. Menurut Svami Sathya Narayana yang merupakan seorang guru kerohanian di India persembahyangan Tri Sandhya dilakukan pada :

  1. Pagi hari di saat matahari terbit (Brahma Muhurta) disebut Pratasewana bertujuan menguatkan guna sattwam untuk menempuh kehidupan dari pagi hingga siang hari.
  2. Siang hari sebelum jam 12 disebut Madyasewana bertujuan untuk mengendalikan guna rajas agar tidak menjurus ke hal-hal negatif.
  3. Sore hari sebelum matahari tenggelam disebut Sandyasewana bertujuan untuk mengendalikan guna tamas yaitu sifat bodoh dan malas.

Setiap sembahyang tersebut juga diakhiri dengan ucapan “Om Santih Santih Santih Om”. Kata santih dari ucapan tersebut memiliki makna sebagai berikut:

  1. Santih yang pertama, memohon agar manusia terhindar dari sifat/sikap tidak bijaksana (Avidya).
  2. Santih yang kedua memohon agar manusia terhindar dari bencana yang berasal dari mahluk ciptaan Hyang Widhi : manusia, binatang, tetumbuhan (Adi Bhautika).
  3. Santih yang ketiga memohon agar manusia terhindar dari bencana alam

Jadi dapat disimpulkan bahwa makna dalam melakukan Puja Tri Sandya yaitu untuk proses penyucian diri agar dapat menghilangkan sifat-sifat negatif yang disebabkan oleh pengaruh guna dan meningkatkan sifat-sifat positif (Sattwam) dalam diri manusia sehingga tercipta kehidupan yang lebih baik, tercipta keharmonisan dan keseimbangan baik dengan sesama makhluk maupun dengan alam semesta.

Referensi:
-http://inputbali.com/budaya-bali/makna-dan-manfaat-puja-tri-sandya-dalam-hindu)
-Pengalaman pribadi

Ada banya keutamaan yang bisa kita peroleh dari memanjatkan doa. Menurut al- Ghazali, faedah doa walaupun doa tidak dapat menolak qadha Tuhan, ialah melahirkan khudhu‟ dan hajat kepada Allah. Disini ada beberapa keutamaan doa:

  • Keutamaan doa di sisi Allah melebihi dari segala keutamaan.

  • Doa adalah senjata bagi orang-orang mukmin: doa adalah ibadah, kedudukan doa dalam ibadah. Berdoa berarti menghadapkan hati kepada Allah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

  • Doa adalah dzikir kepada Allah Swt. Merupakan obat bagi jiwa, menghilangkan kesusahan, dan menjauhkan manusia dari dosa. Dengan doa manusia akan mendapat pengampunan Allah sehingga jiwanya lebih tenang. Allah memberikan pujian dengan begitu gomblang bagi hamba-hamba yang selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya.

    Berdoa berarti mengingat Allah, sehingga orang yang tak pernah lupa berdoa adalah orang yang selalu ingat akan Allah. Sedangkan Allah pun ingat pula pada hamba yang berdoa.

Berdasarkan berbagai keutamaan doa di atas, menurut Syekh Sayyid Tantawi, manfaat doa bisa disimpulkan tiga poin utama sebagai berikut:

  • Pertama, doa bertujuan untuk menunjukkan keagunggan Allah Swt. Kepada hamba-hamba-Nya yang lemah. Seorang hamba yang berdoa pasti menyadari bahwa hanya Allah-lah yang bisa memberikan nikmat kepadanya, mewujudkan harapannya, dan menerima tobatnya. Allah berfirman Q.S. An-Naml 27/ 62:

    “Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah dibumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya.”

  • Kedua, agar manusia merasa malu kepada Allah Swt. Ketika seorang hamba mengetahui bahwa Allah Swt. Akan mengabulkan doa-doanya, tentu saja ia akan malu untuk menginginkan nikmat-nikmat-Nya. Bagi hamba Allah Swt, yang sudah berada dalam keimanan yang kuat, berdoa akan membuat ia lebih banyak lagi mensyukuri nikmat-Nya.

  • Ketiga, sebagai sarana pencarian ketenangan diri dan hati dari hiruk pikuk kehidupan dunia. Sebagaimana diketahui bersama, pada hakikatnya, doa adalah ikhtiar manusia untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhannya. Jadi, hendaknya pada saat berdoa, seorang hamba haruslah bisa melepaskan segala hal yang bersifat duniawi untuk sementara dengan beralih menuju kekhidmantan dan kekusyukkan bermunajat ke hadirat sang pemilik Alam Semesta, Allah Azza wa jalla. Saat berdoa, pada hakikatnya, seorang hamba sedang berkomunikasi langsung kepada penciptanya sehingga ia bisa mengadukan segala hal kepada Allah Swt, agar hatinya bisa tenang dan tenteram.10

Selain itu, manfaat dari aktivitas berdoa, antara lain :

  • Berdoa bukanlah perbuatan sia-sia. Segala keinginan yang kita mohonkan dalam doa akan dikabulkan oleh Allah Swt. Doa dapat mengurangi stress dan berbagai tekanan hidup. Mereka yang malas berdoa dapat di duga akan mudah mengalami stres.

  • Berdoa dapat meleyapkan rasa putus asa. Dengan berdoa seseorang akan termotivasi dalam menghadapi cobaan hidup dan bersikap positif menanggapi kegagalan, sebab Allah Swt yang jadi sandaran akan selalu membantunya bangkit.

  • Berdoa membuat kondisi psikologis seseorang terjamin stabil. Berdoa dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan penyakit fisik maupun psikis. Ketekunan berdoa membuat seorang memiliki daya tahan tubuh yang baik karena dia selalu menatap kehidupan dengan pikiran jernih, dan tubuhnya tidak mudah lemah karena beban pikiran.

  • Berdoa sang hamba untuk mengembangkan potensi-potensi yang diberikan Allah Swt untuk dirinya.

  • Doa dapat menghindarkan manusia dari kericuhan dan kekacauan hidup.

  • Doa dapat menolak bala.

  • Doa dapat menyembuhkan suatu penyakit.

  • Doa adalah agar diberikan jalan keluar, kesulitan dan sukses dalam hidup.

Referensi :

  • Hasan Bin Ahmad Hammam, Terapi Dengan Ibadah “Istighfar, Sedekah, Doa, Al-Qur’an, Shalat, Puasa” (Solo: Aqwam,2010).
  • Abidin Ja‟far, Peranan Sholat Tahajjud & Doa dalam Kesehatan Mental (Yogyakarta: Robait Usman, 2012).
  • Hariz Priyatna, Lisdy Rahayu. Amalan Pembuka Rezeki Mengungkap Amalan Dahsyat dan Kisah Para Pengamalnya, cet 1 (Yogyakarta: PT Bintang Pustaka, 2014).
  • Mawardi Labay El-Sulthani, Zikir Dan Doa dalam Kesibukan “Membawa Umat Supaya Sukses dan Selamat (Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2011).