Apa saja Manfaat Dan Tujuan Menulis?

Menulis

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dapat dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik tersebut.

Apa saja manfaat dan tujuan dari menulis ?

Menulis sangat penting dan besar kegunaannya bagi kehidupan seseorang terutama pelajar, karena setiap pelajar tidak akan lepas dari kegiatan menulis. Manfaat menulis, menurut Akhadiah (1996), adalah sebagai berikut :

1. Menulis Menyumbang Kecerdasan

Menurut para ahli psikolinguistik, menulis adalah suatu aktivitas yang kompleks. Kompleksitas menulis terlihat pada kemampuan mengharmonikan berbagai aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi pengetahuan mengenai topik yang akan dituliskan, menuangkan pengetahuan mengenai topik yang akan dituliskan, menuangkan pengetahuan ke dalam racikan bahasa yang jernih, yang disesuaikan dengan corak wacana dan kemampuan penulisan, untuk sampai pada sesanggupan seperti itu seseorang perlu memiliki kekayaan dan keluwesan pengungkapan, kemampuan mengendalikan emosi, serta menata dan mengembangkan daya nalarnya dalam berbagai tingkat berfikir, dari tingkat mengingat sampai evaluasi.

2. Menulis Mengembangkan Daya Inisiatif dan Kreativitas

Dalam kegiatan membaca, segala hal telah tersedia dalam bacaan itu untuk dimanfaatkan. Sebaliknya dalam menulis seseorang harus menyiapkan sendiri segala sesuatunya. Unsur mekanik tulisan yang benar seperti ejaan, diksi, kalimat, pewacanaan,bahasan topik, serta pertanyaan dan jawaban yang harus diajukan dan disempurnakannya sendiri agar hasilnya baik untuk dibaca, maka yang dituliskan harus ditata dengan runtut, jelas, dan menarik.

3. Menulis Menumbuhkan Keberanian

Ketika menulis, seseorang penulis harus berani menunjukan pemikirannya, perasaan, dan gaya atau ciri tertentu serta menawarkannya kepada publik. Konsekuensi sebagai penulis harus siap dan mau dilihat dengan jernih penilaian dan tanggapan dari pembaca, baik yang bersifat positif maupun negatif.

4. Menulis Mendorong Kemauan dan Kemampuan Mengumpulkan Informasi.

Seseorang menulis karena memunyai ide, gagasan, pendapat, atau sesuatu hal yang menurutnya perlu disampaikan dan diketahui orang lain, tetapi sesuatu yang akan disampaikan itu tidak selalu dimiliki saat itu.kondisi ini akan memacu seseorang untuk mencari, mengumpulkan dan menyerap informasi untuk dijadikan bahan tulisannya dengan cara membaca, mendengar, mengamati, atau wawancara. Informasi yang telah didapat akan dijaga sumbernya dan diorganisasikan sebaik mungkin. Upaya ini dilakukan agar ketika diperlukan informasi itu dapat dengan mudah dikemukakan dan digunakan.

Tujuan menulis (the writer’s intention) adalah “responsi” atau jawaban dari pembaca kepada penulisnya.

Berdasarkan batasan di atas, dapatlah dikatakan bahwa :

  • Tulisan yang bertujuan untuk memberitahukan atau mengajar disebut wacana informatif (informative discourse);

  • Tulisan yang bertujuan untuk meyakinkan atau mendesak disebut wacana persuasif (persuasive discourse);

  • Tulisan yang bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan yang mengandung tujuan estetik disebut tulisan literer atau wacana kesastraan (literary discourse);

  • Tulisan yang mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat atau berapi-api disebut wacana ekspresif (eksfressive discourse).

Sedangkan, menurut D‟Angelo, bahwa tujuan penulisan suatu tulisan adalah :

  • Tujuan Penugasan (assignment purpose)
    Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak memunyai tujuan sama sekali. Penulisan menuliskan sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misalnya siswa yang diberi tugas merangkum buku, sekretaris yang ditugaskan membuat laporan atau notulen rapat).

  • Tujuan Altruistik (altruistic purpose)
    Penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca, menghindarkan perasaan duka para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan, dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Seseorang tidak akan dapat menulis secara tepat guna kalau dia tidak percaya, baik secara sadar maupun tidak bahwa pembaca atau penikmat karyanya “lawan” atau “musuh”. Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu tulisan.

  • Tujuan Persuasif ( persuasive purpose)
    Tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.

  • Tujuan Informasional atau tujuan penerangan (informational purpose)
    Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada pembaca.

  • Tujuan Pernyataan Diri (self-exsfressive purpose)
    Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada pembaca.

  • Tujuan Kreatif (creative purpose)
    Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri, tetapi “keinginan kreatif” di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai- nilai artistik, nilai-nilai kesenian.

  • Tujuan Pemecahan Masalah (problem solving purpose)
    Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Penulis ingin menjelaskan, menjernihkan, menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapatdimengerti dan diterima oleh pembaca.

Suriamiharja (1997:2) berpendapat bahwa menulis ialah suatu kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan. Menulis merupakan kegiatan berkomunikasi mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak orang lain. Sedangkan menurut Zaenurrahman, Aceng Hasani (2002:5), kemampuan menulis adalah kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam mengungkapkan perasaan yang berkenaan dengan suatu pokok masalah secara jelas, lugas, dan tuntas dengan menggunakan bahasa tulis.

Menulis bisa dinyatakan sebagai sebuah kegiatan yang produktif karena memproduksi bahasa demi menyampaikan makna. Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur.

Adapun manfaat menulis menurut Dr. Pennebaker diantaranya sebagai berikut :

1. Menulis menjernihkan pikiran

Saat memulai tugas yang rumit, cobalah untuk menuliskan pikiran dan perasaan yang dialami. Para ahli hipnotis professional seringkali menggunakan teknik ini untuk mempercepat proses hipnotis. Mereka meminta klien untuk menulis pikiran dan perasaan yang dialami, lalu ketika tulisan sudah selesai, para ahli itu meminta klien untuk merobek kertas yang berisi tulisan itu dan membuangnya. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan simbolis bagi penjernihan pikiran.

2. Menulis mengatasi trauma

Ketika seseorang mengalami sebuah kemelut yang besar, seseorang cenderung dihantui kejadian tersebut meskipun dalam upaya untuk tidak memikirkannya. Ia akan menggunakan kapasitas pikirannya yang terbesar. Oleh sebab itu, sulit untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan-pekerjaan baru yang besar/lebih penting. Menulis tentang trauma akan membantu mengelola trauma sehingga bisa membebaskan pikiran untuk menangani tugas-tugas lainnya.

3. Menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru

Menulis bisa membantu memberikan suatu kerangka yang bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari orang lain. Bahkan, menulis tentang hal tersebut akan membuat gagasan-gagasan semakin jelas dan mudah untuk diingat.

4. Menulis membantu memecahkan masalah

Menulis bisa memecahkan masalah-masalah yang rumit karena menulis mendorong proses integrasi informasi. Ketika seseorang menulis dengan bebas tentang masalah rumit yang sedang dihadapi maka ia akan lebih mudah untuk mendapatkan pemecahannya. Salah satu alasan dalam hal ini ialah bahwa menulis memaksa orang-orang untuk memusatkan perhatian mereka lebih panjang pada satu topik tertentu daripada hanya memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih terperinci. Menulis lebih bersifat “linier” daripada berpikir, yaitu bahwa menulis memaksa gagasan untuk ditranskripsikan sebelum gagasan lainnya terpikirkan.

5. Menulis-bebas membantu kita ketika kita terpaksa harus menulis

Kebanyakan orang terkadang terpaksa menulis tentang sesuatu, baik sebuah laporan hukum, pandangan media, dan lain sebagainya. Menulis secara formal bisa menjadi hambatan yang serius. Kalimat bisa menjadi kaku, setiap kata bisa tidak kena. Menuliskan dengan bebas pikiran dan perasaa sebelum menulis secara formal bisa membebaskan kemampuan menulis seseorang. Bahkan, penulisan bebas bisa berguna sebagai landasan bagi sebuah rancangan kasar sebuah tulisan formal.

Adapun tujuan dari menulis secara umum menurut Semi (2003:14) adalah sebagai berikut :

1. Menceritakan sesuatu

Menceritakan sesuatu dimaksudkan agar pembaca tahu mengenai apa yang diimpikan, dikhayalkan, dialami, maupun dipikirkan si penulis. Dengan begitu akan terjadi kegiatan berbagi pengalaman, perasaan dan pengetahuan.

2. Memberikan petunjuk atau pengarahan

Memberikan petunjuk atau pengarahan yaitu ketika seseorang mengajari cara mengerjakan maupun memberi pengarahan tahapan-tahapan yang benar.

3. Menjelaskan sesuatu

Disini penulis berusaha menyampaikan gagasannya melalui tulisan kepada pembaca sehingga pengetahuan pembaca menjadi bertambah dan pemahamannya menjadi lebih baik pada topik yang dibahas.

4. Meyakinkan

Ada saat-saat tertentu bahwa orang yang menulis itu perlu menulis untuk meyakinkan orang lain tentang pendapat, buah pikirannya atau pandangan terhadap sesuatu.

5. Merangkum

Dengan menuliskan rangkuman, pembaca akan merasa terbantu karena lebih mudah mempelajari isi buku yang panjang dan tebal.

Sedangkan menurut Keraf (2005:34), tujuan menulis ialah untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada para pembaca. Menurutnya, tujuan menulis dapat juga dilakukan untuk memberitahukan atau mengajar; meyakinkan atau mendesak; menghibur atau mengandung tujuan estetik; mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat, sehubungan dengan tujuan menulis.

Referensi

Rohilah dan Rachmat Hardiyana. 2018. Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Metode Karyawisata Terhadap Keterampilan Menulis. Jurnal Membaca, 3 (1), 51-64
Hernowo, ed. 2015. Quantum Writing : Cara Cepat Nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis. Bandung : Penerbit Kaifa