Apa saja macam-macam gaya berpikir seseorang ?

berpikir_positif

(amrta ageng subarkah) #1

Gaya berpikir

Gaya berpikir adalah cara yang disenangi oleh seseorang dalam menggunakan kemampuannya untuk penerimaan informasi, pengolahan, penyimpanan, dan pengambilan kembali informasi
tersebut dari ingatan untuk menanggapi masalah yang dihadapinya.

Apa saja macam-macam gaya berpikir seseorang ?


(Debrilla Ivanadya Pang) #2

Penjelasan mengenai empat jenis gaya berpikir yaitu :

  1. Gaya Berpikir Sekuensial Konkret ( SK )

    Gaya berpikir sekuensial konkret merupakan gaya berpikir dimana sipemikir berpegang pada kenyataan dan proses informasi dengan cara yang teratur, linear, dan sekuensial. Bagi si pemilik gaya berpikir SK ini realitas terdiri dari apa yang mereka ketahui yang diperoleh melalui indra fisik mereka meliputi indra penglihatan, indra pendengaran, indra peraba, indra penciuman dan indra perasa mereka. Mereka memperhatikan dan mengingat realitas dengan mudah dan mengingat fakta-fakta, informasi, rumus-rumus, dan juga aturan-aturan khusus dengan mudah.

  2. Gaya Berpikir Acak Konkret ( AK )

    Gaya berpikir acak konkret atau AK ini memiliki sikap eksperimental yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstuktur. Sepeti hal nya pada gaya berpikir sekuensial konkret, mereka berdasarkan pada kenyataan, tetapi ingin melakukan pendekatan coba salah (trial and error).
    Oleh karena itu, mereka sering melakukan lompatan intuitif yang diperlukan untuk pemikirna yang kreatif yang sebenarnya. Si pemikir AK ini memiliki dorongan yang kuat untuk menemukn alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan cara dan keinginan mereka sendiri.

  3. Gaya Berpikir Pemikir Acak Abstrak (AA)

    Gaya berpikir pemikir gaya acak abstrak (AA) merupakan cara berpikir yang tertarik pada nuansa dan sebagian lagi cenderung kepada mistisime. Adapun gaya berpikir AA ini menyerap ide-ide atau informasi serta kesan dan mengaturnya dengan refleksi.

    Namun kadang-kadang hal ini memakan waktu yang lama sehingga ornag lain tidak menyangka bahwa orang gaya berpikir AA ini mempunyai reaksi ataupun pendapat terhadap Sesuatu yang sedang diperbincangkan. Si pemikir AA ini mengingat dengan baik jika informasi dipersonifikasikan. Perasaannya juga dapat meningkatkan atau memengaruhi gaya belajar mereka.

  4. Gaya Berpikir Sekuensial Abstrak ( SA )

    Gaya berpikir sekuensial abstrak atau SA ini merupakan agya berpikir yang bersifat dunia teori metafisis dan dunia abstrak. Gaya berpikir SA ini cenderung lebih suka berpikir secara konsep dan menganalisis informasi. Si pemikir SA ini sangat menghargai orang-orang serta peristiwa-peristiwa yang teratur dan rapi.

    Sangatlah mungkin bagi mereka untuk meneropong hal-hal yang bersifat sangat penting, seperti pada titik-titik kunci dan detail-detail yang sangat penting. Adapun proses dan cara berpikir si pemikir SA ini sangatlah logis , rasional dan intelektual. Dan bisanya proses atau cara berpikir mereka sering kali diatas cara berpikir ornag yang lainnya.


(Calandre Kei Ashana) #3

A style is a way of thinking. It is not an ability, but rather, a preferred way of using the abilities one has ”. Sternberg (2009)

Gaya adalah cara berpikir. Gaya bukan sebuah kemampuan, tetapi lebih pada sebuah kesenangan dalam menggunakan kemampuan yang dimiliki. Sebuah kemampuan berhubungan dengan seberapa baik seseorang dapat mengerjakan sesuatu. Gaya berhubungan dengan bagaimana seseorang suka menggunakan kemampuannya untuk mengerjakan sesuatu.

Ditinjau dari bentuknya, gaya berpikir dibedakan menjadi Monarchic, Hierarchic, Oligarchic, dan Anarchic . Masing-masing bentuk menghasilkan cara-cara yang berbeda dalam pendekatan terhadap masalahnya.

  • Seseorang dengan gaya Monarchic adalah pemikir dan pengendali tunggal. Mereka tidak menerima masalah lain selama masalah yang sedang dipecahkan belum selesai, enggan untuk melakukan hal yang tidak disukainya.

  • Seseorang dengan gaya berpikir Hierarchic mempunyai tujuan yang tersusun dan menghargai adanya prioritas, sadar bahwa semua tujuan tidak selalu dapat dipenuhi, atau setidaknya terpenuhi sama baiknya. Dia cenderung lebih menerima kerumitan dibandingkan dengan seorang dengan gaya berpikir Monarchic , serta dapat melihat masalah-masalah dari beberapa sudut pandang sehingga dapat menyusun prioritas dengan benar.

  • Sesorang dengan gaya berpikir Oligarchic seperti seorang Hierarchic yang mempunyai keinginan untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam satu waktu. Perbedaannya, seorang Oligarchic cenderung termotivasi oleh beberapa hal, beberapa tujuan sering bersaing berdasarkan kepentingannya. Sering, orang tersebut merasa tertekan dalam menghadapi tuntutan pada waktu dan akalnya (kemampuannya). Dia tidak selalu yakin apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, atau berapa banyak waktu yang diberikan pada masing-masing tugas yang perlu dilengkapinya.

  • Sesorang dengan gaya berpikir Anarchic cenderung menolak sistem, khususnya kaku atau disiplin, dan menyerang balik terhadap system dia anggap membatasinya. Walaupun seorang anarchic mungkin mempunyai adaptasi yang buruk terhadap dunia sekolah dan kerja, khususnya lingkungan yang mengekang, mereka sering mempunyai potensial yang besar dan lebih kreatif dibanding orang-orang lain yang tidak suka dengannya.