Apa saja keuntungan perusahaan yang menerapkan Business Case ketika melakukan investasi TI di perusahaannya?

“The purpose of business case is to provide senior management with all the information needed to make informed decision as to whether a specific project should be funded” (Schmidt 1999),

Tujuan dari business case adalah untuk memberikan semua informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen sehingga dapat membuat keputusan apakah suatu proyek harus didanai atau tidak dengan baik.

Apa keuntungan perusahaan yang menerapkan Business Case ketika melakukan investasi TI di perusahaannya?

Sebelum melakukan investasi, perusahaan tentunya dengan bijak akan menimbang dan menganalisa “Business Case” untuk menentukan apakah investasi yang dipertimbangkan membuat bisnis dan finansial perusahaan berjalan dengan baik.

Business Case diperlukan bagi perusahaan yang hendak melakukan investasi di bidang bisnis apapun, khususnya di bidang TI. Business Case merupakan langkah awal dalam perencanaan investasi proyek TI. Business Case berisi gambaran kebutuhan proyek untuk mencapai tujuan atau target tertentu. Business Case juga berisi analisis keuangan yang akan mendukung kebutuhan untuk perubahan tersebut. Business Case haruslah masuk akal untuk membantu perusahaan baik dalam pemecahan sebuah masalah, inovasi terbaru maupun pemberian sebuah peluang untuk kemajuan perusahaan tersebut.

Business case dapat memberikan manfaat yang sangat baik jika kita mengidentifikasi dan menguraikan secara jelas hal-hal yang akan di tingkatkan, kurangi, hilangkan ataupun perbaiki dalam sebuah proyek. Selain itu, kita juga harus menguraikan manfaat yang akan diperoleh – baik yang terlihat maupun tidak terlihat, yang dapat direalisasikan dengan baik.

Saat menguraikan manfaat-manfaat yang bisa di dapatkan, pastikan juga terdapat data pendukung yang akurat untuk memperkuat pengembangan proyek tersebut. Dengan begitu, kita bisa mendapat keuntungan dari perealisasian Business Case tersebut.

Keuntungan yang di dapat dari Business Case bervariasi. Dapat bersifat kuantitatif seperti penurunan biaya, peningkatan penghasilan, kenaikan pangsa pasar, atau penurunan risiko. Selain itu terdapat juga keuntungan yang bersifat kualitatif seperti, merek perusahaan yang lebih dikenal ataupun produktivitas karyawan yang meningkat.

Tipe-Tipe Keuntungan :

• Keuntungan yang dapat diukur nilainya, seperti :

  • Pengurangan kesalahan pemrosesan
  • Peningkatan throughput
  • Proses bisnis yang efisien
  • Peningkatan penghasilan
  • Penurunan biaya
  • Penurunan risiko bisnis
  • Kenaikan pangsa pasar
  • Peningkatan kepuasan pelanggan
  • Peningkatan pengunjung website atau jumlah download

• Keuntungan yang tidak dapat diukur nilainya. Keuntungan ini walaupun tidak dapat diukur ataupun dipantau, manfaatnya harus spesifik, dapat dicapai dan realistis.

Business Case yang dianalisa dengan baik sangat berguna untuk memutuskan apakah akan berinvestasi dalam sebuah proyek TI. Business Case yang layak dan akurat dapat menentukan manfaat dan keuntungan yang bisa diraih. Manfaat dan keuntungan baiknya dapat diukur dan dipantau agar dapat dibandingkan dengan keadaan perusahaan sebelum melakukan investasi di bidang TI.


Referensi :
http://dpconline.org/handbook/institutional-strategies/business-cases-benefits-costs-and-impact


http://www.insightfulsolutionsinc.com/Articles/Developing_a_Business_Case_for_Investment.htm

1 Like

sebelum membahas mengenai keuntungan dari business case ada baiknya untuk mengenal apa itu business case dan apa tujuan dari business case.

Business case adalah alat bantu operasional yang merupakan suatu gambaran umum suatu proyek sebagai konsumsi dari high level management untuk menentukan disetujui tidaknya suatu proyek. business case memuat organizational value, feasibility, biaya, manfaat, dan risiko dari proyek dan bukan merupakan anggaran atau perencaanan proyek.

Business memiliki 3 tujuan utama yang dapat membuat suatu perusahaan menjadi jauh lebih baik yang pertama yaitu dapat Memfasilitasi terciptanya pengetahuan dan pembelajaran perusahaan, yang kedua yaitu mempunyai Kesempatan untuk memperoleh komitmen penuh dari pemangku kepentingan utama yang harus berperan dalam memastikan keberhasilan investasi TI. Dan tujuan yang terahir yaitu dengan Memahami risiko yang terlibat dalam pembuatan sistem informasi memberikan manfaat yang dapat diantisipasi.

Dengan adanya business case, maka perusahaan dapat mengevaluasi seberapa besar penciptaan nilai atas suatu proposal bisnis. Keuntungan lainnya yaitu Bermanfaat untuk meyakinkan pihak-pihak penentu kebijakan penganggaran, bahwa investasi TI akan membawa manfaat optimal dengan resiko yang terkendali, yang dimana biasanya Manfaat dicocokkan dengan IT BSC (Balanced Scorecard) atau BSC organisasi dan biasanya Satu proyek TI memiliki satu business case.

Selain itu keuntungan lain dari business case yaitu dapat menciptakan proses bisnis yang efisien, Kenaikan pangsa pasar, Peningkatan kepuasan pelanggan, Penurunan biaya, Peningkatan penghasilan, Peningkatan throughput serta Pengurangan kesalahan pemrosesan

Dengan menerapkan business case, sebuah perusahaan akan memperoleh beberapa keuntungan seperti berikut:

  • Lebih mudah merencanakan, mengukur dan memonitor investasi teknologi informasi
  • Lebih mudah untuk mengevaluasi kinerja proyek secara keseluruhan, dari mulai fase awal hingga investasi tersebut di anggap tidak diperlukan lagi
  • Pimpinan perusahaan atau manager teknologi informasi mendapat gambaran secara lengkap tentang manfaat suatu investagi teknologi informasi
  • Lebih mudah dalam membuat keputusan yang tepat atas investasi teknologi informasi tersebut.

Dalam Business case tidak hanya menjelaskan mengenai asumsi saja, tetapi menjabarkan hasil data daftar fakta, analisa keselarasan, manfaat finansial dan non finansial, analisa resiko, optimasi resiko dan dokumentasi Business case perusahaan.

Keuntungan Businnes Case pada perusahaan

Inti komponen dari suatu saat ini bisnis mengidentifikasi manfaat bisnis bisa berharap sebagai akibat dari investasinya .Alamat tujuan yang tersebut seharusnya pada awal pelaksanaan diidentifikasi .
Keuntungan dibagi ke dalam dua kategori yaitu: nyata/tangible dan manfaat tidak berwujud/intangible.

Contoh keuntungan tangible/terwujud:

  • Mengurangi biaya yang harus dikeluarkan melalui perbaikan manajemen inventoris
  • Mengurangi pemborosan melalui manajemen pengadaan dan material
  • Mengurangi biaya untuk memperbaiki kinerja pegawai karena penjadwalan dan pengurangan lembur
  • Mengurangi duplikasi sumber daya

Contoh manfaat tidak berwujud

  • Merencanakan secara akurat
  • Meningkatkan kontrol keuangan
  • Meningkatkan kinerja karyawan untuk kepuasan pelanggan
  • Meningkatkan aset management
  • Standarisasi proses dan prosedur
  • Meningkatkan kepatuhan Hukum dan peraturan

Referensi:
book of Quick guide: Developing a Business Case for IT investment