Apa saja kandungan berbahaya dalam miras oplosan?

Minuman keras (miras) oplosan baru-baru ini telah menelan banyak korban jiwa. Mirisnya, kasus tersebut tidak pernah usai dari tahun ke tahun. Agar kamu dan orang terdekatmu tidak terkena imbasnya, cobalah pahami bahaya miras oplosan yang ternyata tidak langsung menjurus pada kematian. Apa saja kandungan berbahaya dalam miras oplosan?

Berbeda dengan bir ataupun minuman beralkohol lainnya. Miras oplosan mengandung senyawa kimia yang tidak layak masuk ke dalam saluran cerna kamu.

Pada faktanya, obat nyamuk cair, obat tetes mata, hingga methanol dicampurkan pihak tidak bertanggung jawab ke dalam minuman ini.

Miras oplosan memang menawarkan harga yang lebih murah dengan efek memabukkan yang lebih kuat. Hal yang sangat menggiurkan bagi para pecandu alkohol hingga tidak menyadari bahaya di balik miras oplosan.

Untuk mengetahui besarnya bahaya tersebut, berikut rincian jenis senyawa yang secara curang dicampurkan ke dalamnya:

  1. Methanol
    Pembuat minuman ini sering kali menambah spiritus methanol. Meskipun sama-sama golongan alkohol, methanol sangat berbeda dengan ethanol yang terkandung dalam minuman seperti bir dan wine.

Methanol dibuat sebagai bahan bakar dan tidak boleh dikonsumsi karena sifatnya yang sangat beracun.

Sebenarnya, kamu tidak akan mengalami kematian jika terpapar methanol dalam batas aman. Di rumah, kamu mungkin terpapar zat ini karena penggunaan cat tembok, cat semprot, lem perekat, produk pestisida seperti pembasmi nyamuk dan kecoa, hingga penggunaan cairan pembersih mesin mobil.

Namun, berbeda halnya jika kamu menenggak miras oplosan dengan kadar methanol yang tinggi. Gejala keracunan yang diawali dengan muntah-muntah hebat, sakit kepala, muncul napas cepat, kejang hingga kematian akibat gagal napas bisa terjadi kepadamu.

  1. Tetrahydrozoline HCl 0.05%
    Tetrahydrozoline HCl 0.05% adalah salah satu kandungan obat tetes mata. Senyawa ini memiliki efek dalam meredakan kemerahan atau iritasi pada mata. Sayangnya, beberapa pihak menyalahgunakan obat dengan mencampurkannya ke dalam miras oplosan.

Bila terminum, obat ini dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh yang drastis, kesulitan bernapas hingga gagal napas, tekanan darah yang tidak stabil, kejang serta mengalami koma.

  1. Transflutrhin
    Senyawa transflutrhin terkandung dalam obat nyamuk cair yang biasanya juga ditambahkan ke dalam miras oplosan. Pada pestisida, kandungan ini berguna untuk meracuni sel-sel saraf nyamuk sehingga nyamuk sulit bernapas dan mati secara perlahan.

Manusia jarang mengalami keracunan akibat terkena semprotan obat nyamuk. Hal tersebut karena senyawa ini sulit melewati kulit. Selain itu, jika terhirup, tubuh akan memecahnya dengan cepat menjadi senyawa yang tidak beracun.

Berbeda ceritanya jika senyawa ini kamu telan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghirup atau menelan senyawa ini dalam kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sel-sel saraf.