Apa saja jenis-jenis plankton?

Menurut Suthers dan Rissik (2009), jenis-enis plankton dapat dibagi menjadi fitoplankton dan zooplankton

Menurut Suthers dan Rissik (2009), jenis-enis plankton dapat dibagi menjadi fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton bersifat seperti tanaman, sedangkan zooplankton bersifat seperti hewan. Selain itu fitoplankton dan zooplankton memiliki peran penting dalam rantai makanan diperairan laut maupun perairan tawar, serta pada semua saluran air. Fitoplankton (diatom dan dinoflagellata) umumnya tumbuh dengan baik bila tercukupi kebutuhan sinar matahari dan nutriennya (nitrogen dan fosfor). Namun jika terjadi kelebihan nutrien akan menyebakan blooming fitoplankton dan berkurangnya jumlah zooplankton di perairan. Ukuran dari fitoplankton dan zooplankton sendiri berbeda, umumnya fitoplankton memiliki ukuran yang lebih kecil daripada zooplankton.

Menurut Garmo (2012), fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopik yang hidup melayang-layang dalam air. Fitoplankton terdiri dari divisi chrysophyta (diatom), chlorophyta dan cyanophyta. Pada umumnya chlorophyta dan cyanophyta mudah ditemukan pada komunitas plankton perairan tawar sedangkan chrysophyta dapat ditemukan diperairan tawar dan asin. Di perairan umum, komunitas fitoplankton umumnya didominasi oleh jenis fitoplankton yang berukuran lebih kecil dari 10 um. Keberadaan dan kelimpahan suatu jenis fitoplankton di perairan umum sangat ditentukan oleh sifat fisik dan kimia air khususnya kandungan nutrien badan air tersebut. Nutrien merupakan unsur kimia yang diperlukan alga (fitoplankton) untuk pertumbuhannya.