Apa saja jenis-jenis inflasi?

inflation

Inflasi merupakan momok yang menakutkan bagi suatu negara, karena menyebabkan nilai mata uang menjadi turun.

Jenis - jenis inflasi berdasarkan sifatnya, yaitu :

  1. Inflasi Ringan : Inflasi yang besarnya dibawah 10% dalam setahun. Inflasi seperti ini dibutuhkan dalam perekonomian untuk mendorong produsen dapat memproduksi banyak barang dan jasa.

  2. Inflasi Sedang : Inflasi yang besarnya antara 10% - 30% dalam setahun. Inflasi seperti ini terjadi saat harga barang dan jasa mengalami kenaikan yang cepat.

  3. Inflasi Berat : Inflasi yang besarnya antara 30% - 100% dalam setahun.

  4. Hiperinflasi : Inflasi yang besarnya di atas 100% dalam setahun.

Referensi

http://www.materipraktis.com/2016/07/pengertian-inflasi-deflasi-penyebab-dan.html

Inflasi yang terjadi dapat dikelompokkan berdasarkan sifat, sebab terjadinya, dan berdasarkan asalnya.

  • Inflasi Berdasarkan Sifatnya
    Berdasarkan sifatnya, inflasi dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu

    1. Inflasi Rendah (Creeping Inflation), yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun. Inflasi ini dibutuhkan dalam ekonomi karena akan mendorong produsen untuk memproduksi lebih banyak barang dan jasa.

    2. Inflasi Menengah (Galloping Inflation), yaitu inflasi yang besarnya antara 10-30% per tahun. Inflasi ini biasanya ditandai oleh naiknya harga-harga secara cepat dan relatif besar. Angka inflasi pada kondisi ini biasanya disebut inflasi 2 digit, misalnya 15%, 20%, dan 30%.

    3. Inflasi Berat (High Inflation), yaitu inflasi yang besarnya antara 30-100% per tahun.

    4. Inflasi Sangat Tinggi (Hyperinflation), yaitu inflasi yang ditandai oleh naiknya harga secara drastis hingga mencapai 4 digit (diatas 100%). Pada kondisi ini, masyarakat tidak ingin lagi menyimpan uang, karena nilainya turun sangat tajam sehingga lebih baik ditukarkan dengan barang.

  • Inflasi Berdasarkan Sebabnya

    1. Demand Pull Inflation.
      Inflasi ini terjadi sebagai akibat pengaruh permintaan yang tidak diimbangi oleh peningkatan jumlah penawaran produksi. Akibatnya sesuai dengan hukum permintaan, jika permintaan banyak sementara penawaran tetap, harga akan naik. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus, akan mengakibatkan inflasi yang berkepanjangan. Oleh karena itu, untuk mengatasinya diperlukan adanya pembukaan kapasitas produksi baru dengan penambahan tenaga kerja baru.

    2. Cost Push Inflation.
      Inflasi ini disebabkan kerena kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan biaya input atau biaya faktor produksi. Akibat naiknya biaya faktor produksi, dua hal yang dapat dilakukan oleh produsen, yaitu langsung menaikkan harga produknya dengan jumlah penawaran yang sama atau harga produknya naik karena penurunan jumlah produksi.

    3. Bottle Neck Inflation.
      Inflasi ini dipicu oleh faktor penawaran (supply) atau faktor permintaan (demand). Jika dikarenakan faktor penawaran maka persoalannya adalah sekalipun kapasitas yang ada sudah terpakai tetapi permintaannya masih banyak sehingga menimbulkan inflasi. Adapun inflasi kerena faktor permintaan disebabkan adanya likuiditas yang lebih banyak, baik itu berasal dari sisi keuangan (monetary) atau akibat tingginya ekspektasi terhadap permitaan baru.

  • Inflasi Berdasarkan Asalnya

    1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation). Inflasi ini timbul karena terjadinya defisit dalam pembiayaan dan belanja negara yang terlihat pada anggaran belanja negara. Untuk mengatasinya, biasanya pemerintah melakukan kebijakan mencetak uang baru.

    2. Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation). Inflasi ini timbul karena negara-negara yang menjadi mitra dagang suatu negara mengalami inflasi yang tinggi. Kenaikan harga-harga di luar negeri atau di negara-negara mitra dagang utama (antara lain disebabkan melemahnya nilai tukar) yang secara langsung maupun tidak langsung akan menimbulkan kenaikan biaya produksi biasanya akan disertai dengan kenaikan harga-harga barang

Ada beberapa cara yang dikemukakan untuk menggolongkan jenis-jenis inflasi. Menurut Sukirno (2005), ada beberapa inflasi yaitu :

  • Inflasi merayap ( inflasi yang terjadi sekitar 2-3 persen per tahun ).

  • Inflasi sederhana ( inflasi yang terjadi sekitar 5-8 persen pertahun).

  • Hiperinflasi ( inflasi yang tingkatnya sangat tinggi yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua kali lipat atau lebih dalam waktu setahun).

Ada tiga kategori dalam inflasi dari tingkat keparahannya :

  • Inflasi sedang (Moderate Inflation). Inflasi sedang adalah inflasi yang ditandai dengan harga yang meningkat secara perlahan atau lambat dan tidak terlalu menimbulkan ketidaksempurnaan pasar pada pendapatan dan harga relatif.

  • Inflasi ganas (Galloping Inflation). Inflasi ganas adalah inflasi yang mencapai dua atau tiga digit seperti 20, 100, atau 200 persen per periode dapat menimbulkan gangguan parah.

  • Hyperinflation. Yaitu tingkat inflasi yang sangat parah, bisa mencapai ratusan, ribuan pertahun, ini merupakan jenis yang berbahaya, merugikan dan mematikan.

Apabila dilihat dari faktor-faktor penyebab timbulnya, inflasi dapat dibedakan ke dalam tiga macam yaitu :

  • Inflasi Tarikan permintaan (Demand Full Inflation).
    Inflasi tarikan permintaan adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat (AD) yang terlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi agregat. Barang-barang menjadi berkurang dikaenakan pemanfaatan sumber daya yang telah mencapai tingkat maksimum atau karena produksi tidak dapat ditingkatkan secepatnya dengan mengimbangi permintaan yang semakin meningkat atau bertambah.

  • Inflasi Dorongan Biaya (Cost-push inflation)
    Inflasi dorongan biaya adalah inflasi yang terjadi sebab akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan produktivitas dan efisiensi, yang menyebabkan perusahaan mengurangi supply barang dan jasa mereka ke pasar. Dengan perkataan lain, inflasi sisi penawaran adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya restriksi dan pembatasan terhadap penawaran dari satu atau atau lebih sumberdaya, atau inflasi yang terjadi apabila harga dari satu atau lebih sumberdaya mengalami kenaikan atau dinaikkan.

  • Inflasi Struktural
    Yaitu inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya berbagai kendala atau kekuatan struktural yang menyebabkan penawaran didalam perekonomian menjadi kurang atau tidak responsif terhadap permintaan yang meningkat.