Apa saja gejala penyakit pada burung hantu?

Mengenali gejala penyakit pada burung hantu bisa mengurangi sakit yang berlanjut pada burung tersebut. Sebagai penghobi burung hantu pastinya tidak ingin burung peliharaan kesayangan jatuh sakit.

image

  1. Mata yang tertutup baik pada siang hari ataupun malam hari. Karena burung hantu yang sehat, pasti sorot matanya tajam dan melotot. Untuk mengobatinya berikan makanan jangkrik setiap hari dengan sebelumnya jangkrik tersebut diberi minyak ikan yang berkualitas baik. Diharapkan dengan memberikan jangkrik dengan campuran minyak ikan akan membuat keadaan burung hantu peliharaan kamu membaik dan membuka matanya yang besar itu.

  2. Burung hantu tidak mau berdiri dan kepala tertunduk. Ketika burung hantu mengalami gejala ini, dapat dipastikan burung hantu mengalami sakit. Dan perlu di ketahui penyakit seperti ini bisa mendatangkan kematian. Gejalanya sangat tiba tiba, paginya sehat, siangnya muntah-muntah, tidak mau makan, kepala tertunduk, berdiri tidak stabil, tidak berada di tangkringan
    (dibawah kandang). Perlu diketahui burung hantu memang muntah ketika ia makan makanan yang tidak dapat dicerna oleh lambungnya. Contoh saja tulang, paruh tengkorak, dll. Tetapi jika makanan lembut seperti jangkrik di muntahkannya berarti burung hantu tersebut sedang sakit dan harus segera diberi perawatan yang serius.

  3. Badan yang menggigil atau bergetar menandakan burung hantu peliharaan kamu sedang sakit. Cara untuk mengobatinya dengan membuat hangat tempat burung hantu beristirahat dan setiap jam 6-7 pagi diberi sinar matahari agar badannya kembali segar.

  4. Mengenali gejala penyakit tetelo atau Newcastle disease. Newcastle disease yaitu kejang-kejang yang disebabkan oleh virus. Untuk menanggulanginya, setelah membeli atau mendapat burung hantu, segera beri vaksin yang bisa didapat di toko burung. Umumnya obat vaksin tetes ini dalam bentuk seperti botol tetes mata dan harganya juga tidak terlalu mahal. Sumber penyebaran penyakit ini sendiri yaitu melalui udara, minuman dan pakan burung hantu yang kotor dan tercemar. Penyakit ini menular dengan sangat cepat sehingga jika kamu memiliki banyak burung hantu dan salah satunya mengidap penyakit ini maka langsung isolasi burung hantu yang terjangkit penyakit ini agar tidak menular kepada burung hantu yang lainnya.

  5. Gejala stress menjadi masalah setiap burung peliharaan khususnya burung hantu. Ciri stres pada burung antara lain adalah burung hantu terlihat murung, mata sering terpejam/merem, serta nafsu makan yang berkurang atau tidak mau makan sama sekali. Cara untuk mengatasi gejala stress adalah:

• Jika dana sedikit maka berikan jangkrik selama 4 hari setiap hari, jika punya dana lebih maka berikan tikus putih yang bersih dan sehat selama 4 hari juga.
• Burung hantu adalah tipe burung penyendiri, mereka berburu dalam sepi dan sunyi. Jadi biarkan saja burung hantu sendiri di ruang yang sedikit gelap bersama dengan beberapa tikus putih untuk memancing sifat predatornya sehingga bisa mengurangi tingkat stressnya.
• Selama dalam keadaan stress, jangan pernah masukkan ke sangkar. Lebih baik biarkan di tenggeran saja.