Apa saja fungsi dari Seni Musik ?

alat_musik

(Denta Kalla Nayyira) #1

Seni Musik

Apa saja fungsi dari Seni Musik, baik untuk pribadi maupun untuk sosial masyarakat ?


(Angelina Kyla Justina) #2

Keindahan musik dapat membangkitkan semangat atau memberikan gairah hidup, musik juga telah mendorong manusia untuk menciptakan perangkat lunak dan perangkat keras yang beraneka ragam saat ini, yang dengannya dunia menjadi hingar-bingar penuh dengan rona dan meningkatnya kesejahteraan hidup manusia. Berjuta materi dihasilkan, bermacam status diberikan, dan berbagai lapangan kerja dihadirkan yang demi kemaslahatan hidup manuisa. Jika ini tanpa musik, akan “sepi mencekam”, “dingin” dan “membeku”.

Musik sebagai Media Kritik Sosial


Bagi musisi tertentu, musik bisa dijadikan alat untuk menuangkan kritik sosial, politik, dan budaya yang mereka tuangkan dalam lirik-lirik lagu mereka. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian para musisi tanah air seperti Iwan Fals beserta teman-temannya di Kantata Taqwa, Ebiet G. Ade, Doel Sumbang, Slank, Rhoma Irama, serta para musisi lainnya. Dalam deretan lagu-lagunya mereka banyak mengungkapkan kritik, baik kritik sosial, politik maupun budaya.

Selain alat untuk menuangkan kritik sosial, politik, budaya dan sebagainya, musik juga sering dijadikan sebagai alat mempropagandakan sebuah “ideologi”. Bahkan, boleh jadi merupakan sarana yang cukup efektif untuk mengajak para pendengarnya mengikuti apa yang diinginkan oleh para musisi atau penciptanya. Bisa dipastikan seluruh negara di dunia ini, serta sebagian lembaga pendidikan memiliki lagu kebangsaan yang menjadi kebanggaan serta idealisme masing-masing.

Musik sebagai Terapi


Menurut Concetta Tomaino, Direktur program terapi musik pada Rumah Sakit New Yorker Abraham Amerika, musik diyakini dapat membantu penyakit Parkinson, sebab pada saat mendengarkan atau bermain musik tubuh si pasien bereaksi. Selain itu, Concetta Tomaino juga mengatakan bahwa musik mampu “menggali” ingatan yang hampir hilang sama sekali.

Musik juga diyakini dapat membantu merilekskan pasien yang akan menjalani operasi sehingga tidak dibutuhkan obat penenang yang berlebihan, serta mampu mengurangi ketegangan tim operasi yang biasa terjadi dan dialami di ruang operasi, sehingga operasi bisa dilaksanakan lebih cepat.

Musik sebagai Kecerdasan dan Kreativitas


Selain menyembuhkan berbagai penyakit, musik juga diyakini mampu meningkatkan kecerdasan dan kreativitas terutama anak-anak. Dalam sebuah tinjauan komprehensif terahadap ratusan studi berbasis empiris antara tahun 1972 sampai tahun 1992, tiga pendidik yang tergabung dalam Asosiasi Future of Musik Project menemukan bahwa pelajaran musik mampu meningkatkan kemampuan membaca, berbahasa (termasuk bahasa asing), matematika dan akademis lainnya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa musik mampu meningkatkan kreativitas, memperbaiki kepercayaan diri murid, mengembangkan keterampilan sosial, dan menaikkan keterampilan motorik persepsi dan perkembangan psiko motorik.

Utami Manundar guru besar psikologi Universitas Indonesia berpendapat:

Mendengarkan musik merupakan bagian dari beberapa stimulan yang dapat diberikan ibu hamil kepada bayinya dengan cara ditempelkan ke perut atau didengarkan langsung oleh si Ibu. Stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan mengelus-elus jabang bayi melalui kulit perut sang Ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara kepada janin, dan stimulasi aktif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur rangsangan tersebut diberikan, makin efektif pengaruhnya bagi perkembangan sel-sel otak pada janin. Rangsangan ini sangat penting karena masa pertumbuhan otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun.

Suharwan Hadisuharno juga berpendapat

Mendengarkan musik terutama musik klasik bisa membebaskan ibu hamil dari stres akibat kehamilannya. Ini sangat berguna, karena stress yang tidak dikelola dengan baik, akan berdampak negatif bagi ibu yang bersangkutan, dan perkembangan janin pada rahimnya. Stres pada ibu hamil akan meningkatkan kadar Renin Angiotensin, yang memang sudah meningkat pada waktu hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim plasenta janin. Penurunan sirkulasi ini menyebabkan pasokan nutrisi dan oksigen pada janin berkurang, sehingga perkembangan janin menjadi terhambat. Hambatan seperti ini bisa dihilangkan atau dikurangi dengan cara mendengarkan musik klasik.

Musik sebagai Alat dalam Melaksanakan Ibadah.


Manfaat lain yang dihadirkan musik bagi kehidupan manusia adalah digunakannya musik dalam rangkaian ritual keagamaan (ibadah). Sejak awal kelahirannya, musik sudah identik dengan agama atau kepercayaan, dimana saat itu musik sering dikaitkan dengan dewa-dewa yang mereka yakini dan dimainkan dalam rangkaian ritual penyembahan terhadap dewa-dewa tersebut.

Hal ini sebagaimana yang biasa dilakukan oleh umat Kristiani. Musik dalam agama Kristen merupakan hal penting dan mendapat tempat mulia yang tidak bisa dipisahkan dari ritual ibadah mereka. Selain dalam kegiatan ibadah, musik juga digunakan dalam acara-acara lain seperti; perkawinan, pemakaman, pembaptisan, pengurapan orang sakit, dan dalam upacara pertobatan.

Umat Kristiani percaya bahwa bernyanyi dan bermain musik merupakan karunia dari Tuhan, dan melantunkan suara untuk bernyanyi dapat mendatangkan kebahagiaan bagi manusia dan pencipta. Melalui nyanyian seseorang dapat mengungkapkan perasaan (emosi), susah atau senang, menyuarakan kasih sayang, kekaguman dan pujian terhadap Yehuwa sang pemrakarsa musik dan nyanyian.

Selain umat Kristiani, penggunaan musik dalam kegiatan ibadah juga dilakukan oleh sebagian umat Islam, terutama oleh mereka yang terjun ke dunia sufisme. Dalam dunia sufi dikenal adanya apa yang disebut musik spiritual (sama’), yaitu musik yang dijadikan sarana untuk menimbulkan keindahan dan menggerakkan hati dalam perjalanan menuju yang maha kuasa dan menggapai cintanya.

Musik spiritual atau sama’ adalah arus dari Allah swt yang dengannya Dia membangkitkan hati dan mendorong mereka untuk mencari-Nya. Siapa pun yang mendengarnya dengan al-Haq akana menemukan jalan menuju al-Haq , dan siapa pun yang mendengarnya melalui ego akan terjerumus dalam kekufuran.

Referensi :

  • Don Campbell, Efek Mozart , “Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreatifitas, dan Menyehatkan Tubuh”, Alih Bahasa, T. Hermaya, Cet. I (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001).
  • Mary Bassao, Penyembuhan Melalui Musik dan Warna , Alih Bahasa, Dinamika Interlingua, Cet. I (Yogyakakarta: Penerbit Putra Langit, 2001).
  • Kate dan Richard Mucci, The Healing Sound of Musik, “Manfaaat Musik Untuk Kesembuhan dan Kesehatan, dan Kebahagian Anda” , Cet. 1 (Jakarta: PT. Gramedia, 2003)
  • Ernes Mariyanto, “Musik Dalam Ibadah Katolik”, Spektrum , No. I Th ke-XXVI (Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1998), hlm. 36-37.