Apa saja etika yang harus ditaati pendaki gunung?

Sebagai seorang pendaki gunung dan penikmat alam sebaiknya kita mempunyai etika yang harus kita junjung tinggi tidak hanya dalam kegiatan pendakian saja, namun juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Apa saja etika yang harus ditaati pendaki gunung?
etika pendaki

  1. Memohon ijin sebelum mendaki
    Selain mempersiapkan segala perlengkapan mendaki, logistik serta persiapan secara fisik dan mental sobat-sobat juga harus melakukan satu hal yang sangat penting ini, yaitu memohon ijin kepada aparat terkait mengenai lokasi gunung yang akan anda kunjungi. Biasakan untuk ijin dan melewati jalur yang telah ditetapkan, upayakan jangan mencari jalur sendiri yang malah nanti akan membuat anda tersesat di gunung. Meminta ijin pada aparat terkait juga berfungsi sebagai kontrol dan tindakan prefentif bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan menimpa kita. Dengan melakukan ijin sebelum mendaki kita akan cepat mendapatkan respon bila terjadi kecelakaan atau tersesat saat mendaki gunung.

  2. Menghormati etika setempat
    Sebagai seorang yang berkunjung ke suatu tempat, kita dihadapkan pada peraturan atau etika dari tuan rumah yang harus kita hormati dan kita taati. Begitu juga saat kita akan mendaki gunung, etika yang berlaku di masyarakat sekitar harus kita hormati dan kita taati sehingga akan tercipta situasi yang mendukung perjalanan kita. Bersikaplah sopan dan arif sehingga setiap orang segan dan juga menghargai anda, tidak mencela atau bahkan menghina tingkah laku anda saat berkunjung ke suatu daerah untuk mendaki gunung.

  3. Menjaga kelestarian gunung
    Mendaki gunung bukan hanya tentang menggapai sebuah puncak, namun lebih kepada bagaimana kita bisa tetap menjaga kelestarian alam serta ketenangan alam yang kita kunjungi, puncak adalah sebuah hadiah dari perjuangan keras kita. Untuk itu selama perjalanan mendaki ada baiknya sobat-sobat tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan digunung, tidak merusak segala apapun yang berada di alam, atau selalu bijak saat harus membuat api unggun agar tidak terjadi kebakaran hutan. Tidak hanya itu sobat-sobat juga harus menahan diri untuk tidak membuat kegaduhan yang mengganggu ketenangan flora dan fauna di hutan yang dikunjungi dan tetaplah menjaga kebersihan saat berada di sumber air.

  4. Jangan sombong dan takabur
    Mendaki gunung dan berada di alam bebas seharusnya membuat kita lebih mawas diri dan tidak sombong, mengingat begitu kecilnya diri kita di luasnya ciptaan Sang Pencipta kita. Namun sifat ini sering kali terabaikan oleh para pendaki sehingga mereka merasa sombong dan mampu menaklukkan gunung yang didaki. Ingatlah sobat bahwa mendaki gunung bukanlah menaklukkan tingginya sebuah gunung, mendaki gunung adalah seni untuk menaklukkan diri sendiri, menaklukkan kesombongan diri sendiri, dan mengendalikan diri sendiri. Untuk itu jangan pernah sombong dan takabur saat berada di gunung, karena alam dan gunung tidak bisa ditaklukkan, yang hanya bisa kita lakukan adalah bertahan di ganasnya alam dengan berupaya menyatu dengan alam.

Ringkasan

http://www.wisesatravel.com/2016/06/5-etika-mendaki-gunung.html