Apa saja ciri-ciri nasionalisme?


Tahukah kamu apa saja ciri-ciri yang menggambarkan nasionalisme?

Ciri nasionalisme:

  • Sudah ada persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Sifat perjuangan bersifat nasional.
  • Tujuannya untuk mencapai kemerdekaan yang nantinya ingin mendirikan suatu negara merdeka yang kekuasaannya ditangani rakyat.
  • Sudah ada organisasi modern dan bersifat nasional.
  • Mengandalkan kekuatan otak (pikiran), dimana pendidikan sangat berperan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. (Drs. Sudiyo, 2002 : 4)

Semangat kebangsaan (nasionalisme) ditampung dalam Pancasila sila ke 3, yakni “Persatuan Indonesia” yang mempunyai ciri-ciri:

  • Mencintai bangsa dan tanah air Indonesia.
  • Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  • Bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia.
  • Menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Nasionalisme sebagai suatu ideologi, memerlukan aktualisasi sesuai perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi. Musuh nasionalisme tidak lagi terbatas pada imperialisme, kolonialisme, separatisme atau ideologi-ideologi lain, namun meluas kepada hal-hal di luar itu, seperti kemiskinan, keterbelakangan, penindasan hak asasi dan sebagainya (Rachmat, 1996). Hal ini mengacu pada esensi dasar dari nasionalisme yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan, yang menyiratkan suatu keadilan yang menyeluruh, yang harus mampu dirasakan semua anggota bangsa. Kemiskinan, keterbelakangan dan penindasan menandakan adanya ketimpangan dan ketidakmerataan dalam suatu masyarakat bangsa, yang berarti bertentangan dengan esensi dasar nasionalisme.

Berdasarkan teori Inkeles dan beberapa ahli kebangsaan lainnya yang terangkum dalam tulisan Martaniah (1990), terdapat enam karakter yang mewakili sikap nasionalisme, yakni:

  1. Cinta terhadap tanah air dan bangsa dengan lebih mengutamakan kepentingan bangsa,
  2. Berpartisipasi dalam pembangunan,
  3. Menegakkan hukum dan menjunjung keadilan sosial,
  4. Memanfaatkan iptek, menghindari sikap apatis, terbuka pada pembaharuan dan perubahan, serta berorientasi pada masa depan,
  5. Berprestasi, mandiri dan bertanggung jawab dengan menghargai diri sendiri dan orang lain, dan
  6. Siap berkompetisi dengan bangsa lain dan terlibat dalam kerjasama internasional.
Referensi

Kusumawardani, Anggreini dan Faturochman. 2004. Nasionalisme. Buletin Psikologi, Tahun XII, No. 2.