Apa saja bentuk dasar algoritma dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?

Algoritma adalah sebuah metode yang digunakan untuk memudahkan kita dalam membuat suatu program, program membutuhkan algoritma terlebih dahulu agar lebih mudah untuk di buat, tetapi bagaimana jika algoritma itu di terapkan kedalam kehidupan sehari-hari kita ? adakah pengaruh antara yang menerapkan itu dan tidak ?

stock-photo-algorithm-technical-poster-design-effective-solution-message-bsckground-115805053

  1. Algoritma Sekuensial (Sequence Algorithm)

Pada Algoritma ini susunan langkah-langkanya dibuat secara urut dan teratur dari awal hingga akhir. Contoh penerapan algoritma sekuensial dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti memasak air. Dalam memasak air algoritmanya adalah yang pertama mengambil wadah atau panci untuk menampung air terlebih dahulu. Yang kedua mengisi panci atau wadah tersebut dengan air. Yang ketiga meletakkanya diatas kompor dan menutup wadah atau panci tersebut. Terakhir kompor dinyalakan dan tunggu hingga air mendidih.

  1. Algoritma Perulangan (Looping Algorithm)

Pada algoritma ini terdapat perulangan langkah tertentu dalam menjalankannya. Contoh penerapan algoritma perulangan dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti menyetrika pakaian. Pada menyeterika pakaian algoritmanya adalah yang pertama menyiapkan alas untuk pakaian yang akan di setrika. Yang kedua menyiapkan setrika dan menghubungkan kabelnya ke stop kontak, selanjutnya setrika dinyalakan dan tunggu setrika sampai panas. Ketika setrika sudah panas lakukan penyetrikaan pada tiap sisi pakaian dan jangan lupa berikan pengharum. Jika pakaian tersebut sudah disetrika lipat dan lakukan perulangan langkah yang tadi pada pakaian yang lain. Jika sudah matikan setrika dan lepaskan kabel dari stop kontak. Pada langkah “…lakukan perulangan langkah yang tadi pada pakaian yang lain” merupakan algoritma perulangan.

  1. Algoritma Percabangan atau Bersyarat (Conditional Algorithm)

Pada algoritma bersyarat memerlukan sebuah syarat tertentu agar langkah berikutnya dapat dijalankan. Contoh penerapan algoritma bersyarat dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti mengisi baterai laptop. Ketika mengisi baterai algoritmanya adalah yang pertama hubungkan adaptor atau kabel charger dengan stop kontok. Kedua hubungkan adaptor atau kabel charger dengan laptop. Isi baterai hingga penuh. Jika baterai sudah penuh cabut atau lepaskan adaptor atau kabel charger dari stop kontak. Pada langkah “Jika baterai sudah penuh…” merupakan algoritma bersyarat. Sehingga ketika syarat ini terpenuhi maka akan dilanjutkan ke langkah berikutnya yaitu …lepaskan adaptor atau kabel charger dari stop kontak.

Referensi : http://woocara.blogspot.com/2016/02/pengertian-algoritma-contoh-algoritma.html#ixzz4uJx2gksk

Selain algoritma dikenal sebagai metode untuk memudahkan dalam membuat sebuah program, algoritma juga memiliki bentuk-bentuk dasar yang mungkin kalian belum ketahui, bentuk-bentuk dasar algoritma ada 3 macam, antaranya Algotirma sekuensial, Algoritma Pelurangan, dan Algoritma Percabangan, berikut penjelasannya,

1. Algoritma Sekuensial (Sequence Algorithm)

Sequence algorithm atau algoritma sekuensial merupakan algoritma yang langkah-langkahnya urut dari awal hingga akhir. Bentuk dari algoritma sekuensial ini salah satu contohnya seperti algoritma membuat kopi. Langkah demi langkah yang dijalankan harus urut dari atas sampai bawah. Mulai dari memanaskan air hingga mendidih sampai kopi itu bisa dihidangkan. Jika terdapat salah satu step saja dihilangkan, maka akan berdampak pada hasil algoritmanya itu sendiri, dapat berupa contohnya, kopi itu kemanisan, kurang air, kurang manis dan sebagainya.

2. Algoritma Perulangan (Looping Algorithm)

Looping algorithm atau algoritma perulangan merupakan suatu algoritma yang menjalankan beberapa langkah tertentu secara berulang-ulang atau looping. Pada masalah yang kita hadapi, ada pula sebuah langkah yang harus kita lakukan secara berulang-ulang. Contoh dari algoritma looping ini jika diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari adalah algoritma mengepel lantai, stepnya :

  1. Ambil alat pel
  2. Cuci kain pel menggunakan air bersih.
  3. Peras kain pel.
  4. Lalu pel lantai secara urut.
  5. Setelah dirasa kain pel sudah kotor.
  6. Lakukan step 2-5 secara berulang-ulang.

Dari algoritma mengepel lantai di atas, dapat diketahui bahwa dari step 2 sampai 5 harus dilakukan secara berulang-ulang hingga lantai benar-bersih seluruhnya.

3. Algoritma Percabangan atau Bersyarat (Conditional Algorithm)

Conditional algorithm atau algoritma bersyarat merupakan algoritma yang menjalankan langkah berikutnya apabila terdapat syarat yang sudah dapat dipenuhi. Contoh dari algoritma bersyarat ialah algoritma dalam mamasak nasi :

  1. Siapkan wajan.
  2. Masukkan minyak secukupnya.
  3. Masukkan telur dan garam secara bergantian.
  4. Jika telur sudah setengah matang, masukkan nasi.
  5. Masukkan bumbu nasi goreng serta tambahan lainnya.
  6. Apabila sudah matang, matikan kompor.
  7. Angkat nasi dari wajan kemudian siapkan piring
  8. Angkat nasi goreng ke piring.

Algoritma bersyarat atau contional algorithm yang terdapat pada langkah ke 4 dan 6. Langkah nomer 4 Apabila telur sudah setengah matang, masuukkan nasi, Sehingga apabila telur tersebut belum setengah matang, nasi jangan di masukkan terlebih dahulu. Sama halnya dengan langkah nomer 6 Apabila sudah matang, matikan kompor, maka apabila nasi goreng belum matang jangan matikan kompor. Jadi Lagoritma bersyarat dapat terjadi apabila suatu kondisi telah terpenuhi maka akan melakukan kondisi yang lain, sebaliknya jika suatu kondisi belum terpenuhi maka kondisi yang lain tidak boleh dilakukan.

Sumber :man_technologist: :


Bentuk Dasar Algoritma dan Penerapannya


image

Algoritma sendiri mempunyai tiga 3 bentuk dasar, antara lain:

1. Algoritma Sekuensial (Sequence Algorithm)
Sequence algorithm atau algoritma sekuensial merupakan algoritma yang langkah-langkahnya secara urut dari awal hingga akhir. Bentuk dari algoritma sekuensial ini salah satu contohnya seperti algoritma memasak air. Langkah demi langkah yang dijalankan harus urut dari atas sampai bawah.

2. Algoritma Perulangan (Looping Algorithm)
Looping algorithm atau algoritma perulangan merupakan suatu algoritma yang menjalankan beberapa langkah tertentu secara berulang-ulang atau looping. Pada masalah yang kita hadapi, ada pula sebuah langkah yang harus kita lakukan secara berulang-ulang. Contoh dari algoritma looping ini adalah algoritma menjemur pakaian:

  1. Siapkan jemuran.
  2. Ambil satu pakaian yang nantinya akan dijemur.
  3. Peras pakaian tersebut terlebih dahulu.
  4. Letakkan pakaian tersebut pada tiang jemuran.
  5. Ulangi langkah dari 2 sampai 4 hingga pakaian habis.

Dari algoritma di atas, dapat diketahui bahwa dari langkah 2 sampai 4 harus dilakukan secara berulang-ulang hingga pakaian habis.

3. Algoritma Percabangan atau Bersyarat (Conditional Algorithm)
Conditional algorithm atau algoritma bersyarat merupakan algoritma yang menjalankan langkah berikutnya apabila terdapat syarat yang sudah dapat dipenuhi. Berikut salah satu contoh dari algoritma bersyarat :

Membuat Mie Goreng

  1. Siapkan mie goreng instant
  2. Apakah mie instant ada?
  3. Jika tika tidak, beli di warung
  4. Jika ada buka kemasan mie instant
  5. Keluarkan mie beserta bumbu-bumbunya
  6. Siapkan piring
  7. Lihat kondisi piring, jika kotor dicuci dulu
  8. Jika bersih siap digunakan
  9. Buka bumbu-bumbunya
  10. Letakkan didalam piring
  11. Siapkan panci
  12. Lihat kondisi panci, jika kotor dicuci dulu
  13. Jika bersih panci dengan air secukupnya
  14. Letakkan panci diatas kompor
  15. Nyalakan kompor
  16. Tunggu hingga air mendidih
  17. Jika sudah mendidih, masukkan mie
  18. Tunggu hingga mie matang
  19. Setelah mie matang, matikan kompor
  20. Siapkan saringan, lihat kondisi saringan jika kotor dicuci dulu
  21. Tuang mie ke saringan, tunggu sampai airnya tiris
  22. Masukkan kedalam piring
  23. Siapkan sendok dan garpu, lihat kondisinya jika kotor dicuci duu
  24. Jika bersih aduk mie menggunakan sendok dan garpu
  25. Mie goreng siap dihidangkan

Source :