Apa saja amalan Nifsu Sya’ban?

Hikmah Puasa Sunnah adalah menahan diri dari kegiatan makan dan minum, serta segala hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga Waktu Buka Puasa yaitu terbenanmya matahari, dimana bagi yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala, dan bagi yang tidak melaksanakannya atau meninggalkannya tidak akan mendapatkan dosa.

Apa saja amalan Nifsu Sya’ban yang dapat dilakukan?

Pembahasan mengenai Puasa Nisfu Sya’ban di Ajaran Islam ialah salah satu puasa sunnah yang dapat dikerjakan dipertengahan Bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah (Kalender Islam) bagi setiap Muslim baik Pria maupun Wanita diseluruh Dunia yg sdh Berakal, Cukup Umur (Baligh) dan memenuhi Syarat Sah untuk mengerjakan Puasa karena tidak bisa dipungkiri bahwa Hukum Mengerjakan Puasa Nisfu Sya’ban ini Sunnah dan Hukum Puasa Nisfu Sya’ban Sunnah ini berarti akan mendapatkan Pahala Puasa Sunnah bagi setiap Muslim yang mengerjakannya dan tidak akan mendapatkan Dosa maupun Pahala bagi mereka yg tidak mengerjakan Puasa Nisfu Sya’ban di Bulan Sya’ban dlm Kalender Islam (Hijriah).

Namun perlu kalian ketahui bahwa Puasa Bulan Sya’ban dan Puasa Nisfu Sya’ban tidak ada perbedaan yang mencolok karena Puasa Bulan Sya’ban dikerjakan diawal Bulan Sya’ban hingga pertengahan Bulan Sya’ban, sedangkan untuk Puasa Nisfu Syaban dikerjakan hanya dipertengahan Bulan Syaban saja yaitu pada tanggal 15 dibulan Syaban. Adapun untuk rujukan mengapa disunnahkan mengerjakan Puasa Syaban dan Puasa Nisfu Syaban karena Nabi Muhammad Saw dahulu sering mengerjakan Puasa di Bulan Sya’ban, Bulan dimana Amal Ibadah bagi setiap Muslim akan diserahkan kpd Allah Swt dan tlah dijelaskan oleh Sabda Nabi Muhammad Saw dlm Hadist Shahih yg berbunyi.

” _Bulan Sya’ban ialah Bulan yg sering dilupakan oleh setiap Muslim, letak Bulan Sya’ban diantara Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan serta Bulan Sya’ban merupakan Bulan dimana seluruh amal akan dilaporkan kpd Alloh Swt tuhan semesta alam maka dari itu saya senang saat amal saya dilaporkan, saya dlm keadaaan puasa (HR. Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Khuzaimah menshahihkan Hadist ini) ”.

Sedangkan Hadist Ahmad no 26022 menyatakan

Dari Ummu Salamah Ra mengatakan, ” saya tak melihat Nabi Muhammad Saw melakukan puasa dua bulan secara berurutan kecuali beliau melanjutkan Puasa di Bulan Sya’ban dg Puasa Bulan Ramadhan (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)”.

Kemudian Keutamaan Puasa Nisfu Sya’ban antara lain akan mendapatkan Pahala Puasa Sunnah, menjadi lebih beriman kepada Alloh Swt karena selalu mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw dan Keistimewaan Puasa Nisfu Sya’ban tlah diterangkan didalam Sabda Nabi yg berbunyi,

” Apabila tlah datang malam Nisfu Sya’ban maka km Shalatlah pd malamnya dan kerjakanlah Puasa pd siangnya maka sesungguhnya Alloh akan turun pd malam itu sampai terbenamnya Matahari ke langit dunia, lalu Alloh Swt berfirman : Tidaklah seseorang yg memohon ampun kpdku kecuali aku (Alloh) akan mengampuni dia, tidaklah seorang hamba memohon Rizki kepadaku maka akan aku berikan Rezeki, tidaklah seseorang memohon dihindarkan dari balak kecuali akan ku berikan kesehatan dan tidaklah permohonan ini dan permintaan itu kecuali aku (Alloh) mengabulkannya hingga terbitnya Fajar (HR. Ibnu Majah) ”.

Referensi :

Hadis-hadis yang terdapat dalam kitab Fadhail al-Awqaat, yang berkiatan dengan keutamaan dari nisfu sya’ban antara lain :

Mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya

Dari Mu’adz ibn Jabal, dari Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memperhatikan malam nisfu sya’ban dimana Dia akan mengampuni dosa seluruh makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik atau orang yang bermusuhan.

Abu Musa al-Asy’ari berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tuhan kita turun ke langit dunia pada malam nisfu sya’ban untuk memberi ampunan kepada seluruh penduduk bumi kecuali orang musyrik dan orang yang meninggalkan persatuan umat.”

Memberi ampunan, rezeki dan mengabulkan segala permintaannya

Dari Ali ibn Abu Thalib berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apabila malam nisfu Sya’ban tiba, dirikanlah shalat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah SWT berseru, ‘Siapa yang meminta ampun pada malam ini, niscaya Aku akan mengampuninya; siapa yang meminta rezeki (pada malam ini), niscaya Aku akan memberinya rezeki; siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku (pada malam ini), niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya; siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberinya apa yang ia minta, hingga terbit fajar.”

Amalan Nisfu Sya’ban

Dikutip dari nu.or.id, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan pada nisfu Syakban. Meski sejatinya amalan-amalan ini dapat dikerjakan pada bulan-bulan lainnya.

Sya’ban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah.

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadits mengatakan bahwa Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari).

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban).

Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban.

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa.

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.

Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia.

Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, memperbanyak istighfar.

Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun.

Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.

Cara menghidupkan malam Nifsu Sya’ban adalah dengan memperbanyak amal-amal yang diajarkan oleh Rosulullah SAW seperti melakukan sholat sunnah hajat, sholat sunnah tasbih, sholat sunnah witir atau dengan bersholawat, berdzikir, beristighfar dan membaca Al-Qur’an atau membaca ilmu yang menjadikan kita semakin dekat kepada Alloh SWT.

Cara Berdo’a :


1. Bisa dengan langsung memohon kepada Alloh SWT

2. Bisa dengan bertawassul dengan amal-amal sholih seperti membaca Al-Qur’an seluruhnya atau sebagian atau hanya surat Yasin seperti yang telah dilakukan kebanyakan kaum muslimin atau bersedekah dan sholat kemudian memohon kepada Alloh SWT.

Cara ini sesuai kisah yang diceritakan Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Bukhori meriwayatkan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam gua, kemudian mereka memohon kepada Alloh dengan bertawassul dengan amal-amal sholeh mereka yang akhirnya dikabulkan hajat mereka. Maksudnya mereka memohon kepada Alloh agar pintu gua dibuka dengan membawa sesuatu yang dicintai oleh Alloh yaitu amal sholeh

“Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab r.a. beliau berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu mereka berpergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Alloh Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.

Seorang dari mereka berkata : "Ya Alloh, Saya mempunyai dua orang tua yang sudah tua-renta serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak. Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya saya pun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula di tangan saya, sehingga fajarpun menyingsing, Anak-anak kecil sampai menangis karena kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Alloh, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaan-Mu, maka lapanglah kesulitan yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini." Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.

Yang lain berkata: "Ya Alloh, sesungguhnya saya mempunyai sepupu wanita yang merupakan manusia yang paling aku cintai. Dalam sebuah riwayat disebutkan : Saya mencintainya sebagai kecintaan orang-orang lelaki yang amat sangat kepada wanita. Kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu tahun ia menghadapi kesulitan. Ia pun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus dua puluh dinar padanya dengan syarat ia mau menyendiri denganku. Ia pun berjanji. Setelah aku dapat menguasai dirinya. Dalam sebuah riwayat lain disebutkan : Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya. Sepupuku itu lalu berkata: "Takutlah engkau pada Alloh dan jangan membuka cincin, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kehormatanku ini - melainkan dengan haknya - yakni dengan perkawinan yang sah -, lalu saya pun meninggalkannya, padahal ia adalah orang yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Alloh, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan ridho-Mu, maka lapangkanlah kesulitan yang sedang kami hadapi ini." Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.

Orang yang ketiga lalu berkata: “Ya Alloh, saya mengupah beberapa kaum buruh dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu aku kembangkan sehingga bertambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangiku, kemudian berkata: “Hai hamba Alloh, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Akupun berkata: “Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Alloh, janganlah engkau mengolokku. Aku menjawab: “Aku tidak mengolokmu”. Kemudian orang itu pun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak seekorpun yang ditinggalkan. Ya Alloh, jikalau aku mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan ridho-Mu, maka lapangkanlah kami dari kesulitan yang sedang kami hadapi ini.” Batu besar itu lalu membuka lagi dan mereka pun keluar dari gua itu. (Muttafaq 'alaih)

Inilah yang banyak diamalkan oleh kaum Muslimin yaitu dengan membaca ayat suci Al-Qur’an (seperti Surat Yasin, Tabarak dan lain sebagainya), sholat dan berdzikir yang semua itu adalah amal sholih kemudian setelah itu memohon kepada Alloh SWT.

3. Dengan mendahulukan Istighfar sebanyak-banyaknya sebagai pelaksanaan Firman Alloh SWT :

“Kemudian Aku berkata : Mintalah kalian pengampunan kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Dia menurunkan hujan dari langit untuk kalian, dan memberikan kalian dengan harta dan anak keturunan serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untuk kalian”. QS. Nuh ayat 10-12.

Dan masih banyak cara-cara berdo’a seperti yang sering dilakukan oleh para ulama dengan istilah Istighotsah yang intinya kembali kepada satu makna yaitu :

“Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan ibadah-ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW”.

Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan di Malam Nishfu Sya’ban :

Qoidahnya adalah semua amalan yang bisa dilakukan di luar bulan Sya’ban adalah sangat sunnah untuk dilakukan di malam Nishfu Sya’ban.

1. Memperbanyak sholat sunnah di antaranya :

  • Shalat Hajat 2 rakaat, niatnya adalah :

    “Aku berniat sholat Hajat dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

  • Shalat Istikharah 2 rakaat, niatnya adalah:
    ُ
    “Aku berniat sholat Istikhoroh dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

  • Shalat Witir 3 rakaat dengan 2 salam. Sholat witir ini dianjurkan dikerjakan sebagai penutup sholat sunnah.

    • Salam yang pertama dengan dua rakaat niatnya:

      “Aku berniat sholat witir dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

    • Salam yang kedua dengan satu rakaat niatnya adalah: ِ ِ

      “Aku berniat sholat witir satu rakaat karena Alloh ta`ala.”

    Bagi yang mempunyai kesempatan bisa melkukan sholat witir sampai 11 rokaat

  • Sholat Tasbih. Sholat tasbih adalah sholat yang diajarkan Rasululah SAW kepada paman beliau Sayyidina Abbas Ra, agar mendapatkan pengampunan dari Alloh SWT.

    Sholat tasbih ini dilakukan empat rokaat dengan 300 kali (tiga ratus) tasbih dan bisa dilakukan dengan dua rakaat-dua rakaat (dua salam). Caranya :

    Sholat ini dilakukan sebagaimana sholat biasa hanya ditambahkan bacaan tasbih,

    • 15 kali sebelum membaca al-fatihah
    • 10 kali setelah membaca surat sebelum ruku’
    • 10 kali disaat ruku`
    • 10 kali disaat i`tidal
    • 10 kali disaat sujud yang pertama
    • 10 kali disaat duduk diantara dua sujud
    • 10 kali disaat sujud yang kedua

    Maka genaplah 75 tasbih dalam satu raka’at, 150 tasbih dalam dua raka’at dan 300 tasbih dalam empat raka’at. Kalau tidak bisa dilakukan setiap hari maka hendaknya dilakukan setiap minggu, kalau tidak bisa dilakukan setiap minggu maka hendaknya dilakukan setiap bulan, kalau tidak bisa dilakukan setiap bulan, maka hendaknya dilakukan setiap tahun, kalau tidak bisa jangan sampai tidak melakukannya sepanjang umurnya. Yang penting jangan sampai tidak dilakukan sepanjang umurnya

    Keterangan :
    Untuk pembacaan tasbih yang 15 kali sebelum membaca fatihah, bisa ditiadakan dan dipindah setelah sujud kedua, sebelum berdiri atau sebelum tasyahud.

2. Memperbanyak membaca Istighfar

3. Memperbanyak membaca Sholawat

4. Memperbanyak membaca Al-Qur’an

5. Memperbanyak membaca Dzikir

6. Memperbanyak berdo’a dengan do’a sebebas-bebasnya

7. Bersedekah baik dalam bentuk uang, sandang dan pangan ataupun makanan yang siap dihidangkan.

8. Silaturahmi

Nisfu syaban itu pertengahan bulan sya’ban. Kebesaran hari ini di terangkan oleh Rasulullah saw.

”Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit.”

Rasulullah saw bertanya,

”Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab.

”Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadudomba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”

Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu Maka bagi-Mu lah segala pujian-pujian itu Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Jadi ibadah2 yang bs dilakukan pada hari itu adalah:

  1. Puasa sunnat sya’ban
  2. Sholat malam (taubah dan tasbih)
  3. Memperbanyak istighfar dan sholawat, baca Al-Qur’an, dsb…

Menurut cerita sejarahnya, pada nisfu syaban juga terjadi peristiwa penting.

  1. Perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha) ke Ka’bah (Masjidil Haram).
  2. Turunnya Ayat Sholawat Nabi

Mursyid Syech Muhammad Zuhri