© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa perbedaan tool Fault Tree Analysis (FTA) dengan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) pada Qualitative Risk Analysis?

Analisis risiko kualitatif mengevaluasi dan mendokumentasikan kemungkinan dan dampak risiko proyek yang berpotensi terhadap skala yang ditentukan sebelumnya. Skala dapat didefinisikan dari rendah ke tinggi, dari 1 hingga 5, ataupun dari 0% hingga 100%. Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) merupakan dua contoh tool yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko secara kualitatif. Namun apa perbedaan dari kedua tool tersebut?

Failure mode and effects analysis (FMEA) merupakan sebuah Kualitatif dan sistematik tool penilaian risiko yang mengurangi potensi kegagalan dalam sistem, proses, desain atau layanan dan telah digunakan dalam berbagai industri.

Fault Tree Analysis merupakan tool manajemen risiko yang mengambil peristiwa atau kesalahan yang tidak diinginkan dan mewakili mereka dalam struktur seperti pohon dengan proses logika sederhana. Ini akan membantu anda untuk menentukan akar permasalahan atau kejadian pada tingkat yang lebih rendah dengan demikian memungkinkan anda untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan tujuan menghindari ataupun mengurangi dampak risiko yang terjadi. Dan berikut adalah perbedaan penggunaan FMEA dan FTA:

  • FMEA merupakan teknik “Bottom-Up” yang akan mengecek kegagalan komponen pada suatu sistem dari bawah, dan menelusuri ke atas efek potensial dari setiap kegagalan komponen terhadap kinerja suatu sistem. Atau dapat dibilang FMEA merupakan metode CAUSE->EFFECT.

    Sedangkan FTA merupakan kebalikan dari FMEA. Karena FTA berkaitan dengan identifikasi dan analisis kondisi (termasuk kegagalan komponen) yang mengarah pada terjadinya efek yang ditentukan. Karena itu FTA merupakan teknik “Top-Down”, dan dapat dibilang FTA merupakan metode EFFECT->CAUSE.

  • FMEA akan lebih tepat digunakan daripada FTA ketika anda menduga bahwa sebagian besar kondisi sistem yang berbeda berada pada konsekuensi yang tidak dapat diterima. Sedangkan penggunaan FTA dapat digunakan ketika anda memfokuskan tentang satu atau hanya beberapa kondisi sistem yang menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diterima.

  • FTA sangat baik dalam menunjukkan seberapa kuat sistem akan menjadi satu atau memulai kesalahan yang lebih. Jadi untuk sebuah sistem dengan tingkat redundancy dan/atau diversity yang tinggi, FTA akan lebih tepat. Sedangkan FMEA lebih cocok untuk menganalisis sistem yang berisi sedikit atau bahkan tidak ada redundancy dan tidak memeriksa efek dari kegagalan pada tingkat sistem.

Semoga bermanfaat :smile:

Referensi