© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apa makna yang terkandung di dalam Surat Al Qamar?

Surah Al-Qamar

Surah Al-Qamar (“Bulan”) adalah surah ke-54 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 55 ayat. Dinamakan Al-Qamar yang berarti Bulan berasal dari kata Al-Qamar yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW. Apa makna yang terkandung di dalam Surat Al Qamar?

Surat Al-Qamar


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


1. اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

iqtarabatis-sā’atu wansyaqqal-qamar

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.

2. وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

wa iy yarau āyatay yu’riḍụ wa yaqụlụ siḥrum mustamirr

Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”

3. وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

wa każżabụ wattaba’ū ahwā’ahum wa kullu amrim mustaqirr

Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.

4. وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ

wa laqad jā’ahum minal-ambā’i mā fīhi muzdajar

Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),

5. حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ

ḥikmatum bāligatun fa mā tugnin-nużur

(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),

6. فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ

fa tawalla 'an-hum, yauma yad’ud-dā’i ilā syai’in nukur

maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

7. خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

khusysya’an abṣāruhum yakhrujụna minal-ajdāṡi ka’annahum jarādum muntasyir

pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,

8. مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

muhṭi’īna ilad-dā’, yaqụlul-kāfirụna hāżā yaumun 'asir

dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”

9. ۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ

każżabat qablahum qaumu nụḥin fa każżabụ 'abdanā wa qālụ majnụnuw wazdujir

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman.

10. فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

fa da’ā rabbahū annī maglụbun fantaṣir

Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

11. فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ

fa fataḥnā abwābas-samā’i bimā’im mun-hamir

Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,

12. وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ

wa fajjarnal-arḍa 'uyụnan faltaqal-mā’u 'alā amring qad qudir

dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan.

13. وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ

wa ḥamalnāhu 'alā żāti alwāḥiw wa dusur

Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,

14. تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ

tajrī bi’a’yuninā, jazā’al limang kāna kufir

yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

15. وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqat taraknāhā āyatan fa hal mim muddakir

Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

16. فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kāna 'ażābī wa nużur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

17. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fa hal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

18. كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

każżabat 'ādun fa kaifa kāna 'ażābī wa nużur

Kaum ‘Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

19. اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ

innā arsalnā 'alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,

20. تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ

tanzi’un-nāsa ka’annahum a’jāzu nakhlim mungqa’ir

yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

21. فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kāna 'ażābī wa nużur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

22. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fa hal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

23. كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ

każżabaṡ ṡamụdu bin-nużur

Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu.

24. فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓ ۙاِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ

fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi’uhū innā iżal lafī ḍalāliw wa su’ur

Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

25. ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ

a ulqiyaż-żikru 'alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong.”

26. سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ

saya’lamụna gadam manil-każżābul-asyir

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.

27. اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ

innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqib-hum waṣṭabir

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh).

28. وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ

wa nabbi’hum annal-mā’a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar

Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum.

29. فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ

fa nādau ṣāḥibahum fa ta’āṭā fa 'aqar

Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.

30. فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa kaifa kāna 'ażābī wa nużur

Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!

31. اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ

innā arsalnā 'alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānụ kahasyīmil-muḥtaẓir

Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.

32. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fa hal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

33. كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ

każżabat qaumu lụṭim bin-nużur

Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan itu.

34. اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍ ۗنَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ

innā arsalnā 'alaihim ḥāṣiban illā āla lụṭ, najjaināhum bisaḥar

Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,

35. نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ

ni’matam min 'indinā, każālika najzī man syakar

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

36. وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur

Dan sungguh, dia (Lut) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku.

37. وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

wa laqad rāwadụhu 'an ḍaifihī fa ṭamasnā a’yunahum fa żụqụ 'ażābī wa nużur

Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

38. وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ

wa laqad ṣabbaḥahum bukratan 'ażābum mustaqirr

Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap.

39. فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

fa żụqụ 'ażābī wa nużur

Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!

40. وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fa hal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

41. وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ

wa laqad jā’a āla fir’aunan-nużur

Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir‘aun.

42. كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ

każżabụ bi’āyātinā kullihā fa’akhażnāhum akhża 'azīzim muqtadir

Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Mahaperkasa, Mahakuasa.

43. اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ

a kuffārukum khairum min ulā’ikum am lakum barā’atun fiz-zubur

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab
terdahulu?

44. اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ

am yaqụlụna naḥnu jamī’um muntaṣir

Atau mereka mengatakan, “Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang.”

45. سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ

sayuhzamul-jam’u wa yuwallụnad-dubur

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

46. بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ

balis-sā’atu mau’iduhum was-sā’atu ad-hā wa amarr

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

47. اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ

innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su’ur

Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).

48. يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

yauma yus-ḥabụna fin-nāri 'alā wujụhihim, żụqụ massa saqar

Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.”

49. اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

innā kulla syai’in khalaqnāhu biqadar

Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

50. وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ

wa mā amrunā illā wāḥidatung kalam-ḥim bil-baṣar

Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.

51. وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

wa laqad ahlaknā asy-yā’akum fa hal mim muddakir

Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

52. وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ

wa kullu syai’in fa’alụhu fiz-zubur

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

53. وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ

wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar

Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.

54. اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar

Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,

55. فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍ

fī maq’adi ṣidqin 'inda malīkim muqtadir

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.

Sumber : https://litequran.net/al-qamar