Apa dampak dari terjadinya inflasi?

inflation

Inflasi merupakan sebuah fenomena ekonomi yang akan membawa pengaruh yang cukup luas terhadap kegiatan perekonomian suatu negara, ada beberapa pihak yang sangat dirugikan dan bahkan ada yang diuntungkan akibat dari terjadinya inflasi.

Inflasi mempunyai dampak yang besar terhadap perekonomian suatu negara, dampak tersebut yaitu :

  1. Berkurangnya Investasi
    Inflasi akan berakibat pada penurunan nilai mata uang sebuah negara, akibatnya penurunan mata uang ini akan mengurangi minat para investor untuk menanamkan modalnya di negara yang bersangkutan. Selain itu juga minat dalam masyarakat menabung juga akan menurun sehingga dana untuk diinvestasi akan berkurang, akibatnya pertumbuhan dalam output nasional akan menurun.

  2. Mendorong Tingkat Suku Bunga
    Ketika inflasi terjadi mau tidak mau semua lembaga keuangan harus menambah tingkat bunga pinjaman mereka agar tidak terjadi penurunan pada nilai mata uang. Tetapi disisi lain, hal tersebut juga tentu saja tidak akan menguntungkan terhadap pengembangan usaha karena dapat mengurangi minat investor untuk mengembangkan usahanya.

  3. Mendorang Tingkat Spekulatif
    Para pemilik modal (investor) cenderung akan menyimpan kekayaannya dalam bentuk investasi spekulatif, yakni dengan membeli tanah, dollar, rumah, dan barang-barang lainnya yang berharga yang dianggap akan lebih menguntungkan pada saat nanti dijual karena nilainya tidak menurun karena inflasi.

  4. Kegagalan Pembangunan
    Inflasi yang tidak bisa teratasi pada saat tahap perencanaan pembangunan atau perencanaan produksi dapat menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan pembangunan dan investasi karena membengkaknya biaya.

  5. Ketidakpastian Ekonomi Masa yang Akan Datang
    Infalasi yang tidak dapat diatasi atau lambat dikendalikan akan menyebebkan ketidakpastian dalam kegiatan ekonomi di masa yang akan datang. Keadaan tersebut tentu saja akan mengurangi semangat dunia usaha sehingga terjadi pengurangan produksi.

  6. Daya Saing Produk Nasional Berkurang
    Inflasi akan menyebabkan terjadinya pembengkakan terhadap biaya produksi sehingga harga barang akan melambung tinggi, apabila harga terlalu tinggi maka akan menyulitkan produk dalam negeri dalam persaingan di pasar internasional, sehingga ekspor barang akan terhambat. Jika sudah seperti itu, pengembangan pada sektor industri yang berorientasi pada ekspor bisa terganggu. Kondisi demikian secara langsung akan memperburuk keadaan perekonomian nasional.

  7. Defisit Neraca Pembayaran
    Produk nasional yang tidak bisa bersaing dengan produk negara lain di pasar internasional yang diakibatkan karena adanya harga barang impor yang lebih murah dibandingkan harga barang dalam negeri, akan menyebebkan impor berkembang lebih cepat
    dibandingkan dengan ekspor. Hal tersebut akan mengakibatkan arus modal yang masuk ke luar negeri lebih besar dibandingkan dengan arus modal yang masuk ke dalam negeri. Keadaan yang demikian lama kelamaan akan berakibat pada neraca pembayaran yang defisit dan penurunan nilai mata uang dalam negeri.

  8. Kesejahteraan Masyarakat Menurun
    Menurunnya produktivitas dunia usaha yang ditopang dengan kebijakan pemerintah yang memiliki sifat kontradiktif dalam menanggulangi inflasi akan menyebabkan peningkatan pengangguran yang akan menimbulkan berbagai macam masalah baru pada masyarakat serta penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat banyak.

Referensi

http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/11/penyebeb-inflasi-dan-dampak-inflasi.html

Kenaikan harga yang tinggi dan terus-menerus dapat menimbulkan beberapa efek dalam kegiatan ekonomi, antara lain:

  1. Efek Terhadap Pendapatan (Equity Effect)

    Efek terhadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan tetapi ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi. Inflasi akan menurun pendapatan orang-orang yang berpendapatan tetap, mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang dan memperburuk pembagian kekayaan. Contoh lain yang dirugikan dengan adanya inflasi adalah orang atau pihak yang memberikan pinjaman uang dengan bunga lebih rendah daripada laju inlflasi.
    Sebaliknya, pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dengan adanya inflasi adalah mereka yang memperoleh kenaikan pendapatan dengan potensi yang lebih besar laju inflasi, atau mereka yang mempunyai kekayaan buukan uang dimana nilainya naik dengan prosentase lebih besar dari laju inflasi. Adanya srikat buruh yang kuat kadang kala berhasil dalam menuntut kenaikan upah dengan prosentase lebih besar dari laju inflasi.

  2. Efek Terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)

    Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor-faktor produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan akanberbagai macam barang yang kemudian mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu. Dengan adanya inflasi permintaan akan barang tertentu mengalami kenaikan yang lebih besar dari barang lain, yang kemudian mendorong kenaikan produksi barang tersebut. Kenaikan produksi barang ini pada gilirannya akan merubah pola alokasi faktor produksi yang sudah ada. Memang tidak ada jaminan bahwa alokasi faktor produksi itu lebih efisien dalam dalam keadaan tidak ada inflasi. Namun, kebanyakan ahli ekonomi berpendapat bahwa inflasi dapat mengakibatkan alokai faktor produksi menjadi tidak efektif.

  3. Efek Terhadap Output (Output Effects)

    Inflasi mungkin dapat menyebapkan kenaikan produksi. Alasnya dalam keadaan inflasi biaya kenaikan harga barang mendahului kenaikan upah sehingga keuntungan pengusaha naik. Kenaikan keuntungan ini akan mendorong kenaikan produksi. Namuna apabila laju inflasi itu cukup tinggi (hyper inflation) dapat mempunyai efek sebaliknya, yakni penurunan otput. Dalam keadaan inflasi yang tinggi, nilai uang rill turung dengan drastis, masyarakat cenderung tidak menyukai uang cas, transaksi lebeih mengarah ke barter, yang biasanya diikuti dengan turunnya produksi barang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan langsung antara inflasi dan otput. Inflasi bisa dibarengi dengan kenaikan output, tetapi bisa juga dibarengi dengan penurunan output.

Intensitas efek inflasi berbeda-beda tergantung apakah inflasi dibarengi dengan kenaikan produksidan employment atau tidak. Apabila produksi barang ikut naik, maka kenaikan produksi ini sedikit banyak dapat mengerem laju inflasi. Tetapi apabila ekonomi mendekati kesempatan kerja penuh (full empyment) intensitas efek inflasi makin besar. Inflasi dalam keadaan kesempatan kerja penuh ini sering disebut dengan inflasi murni (pure inflation)