Apa contoh penerapan big data dalam kehidupan sehari-hari?

Big Data mengolah data dari para pengguna yang kemudian diterapkan dalam beberapa teknologi, dimana data tersebut diubah terlebih dahulu menjadi informasi. Bisakah anda jelaskan tentang penerapan big data dalam kehidupan sehari-hari, apa saja yang bisa digunakan dari data data tersebut?

big-data-word-cloud
Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi informasi dimana memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dan pertambahan data yang sangat cepat. Pengolahan dan analisis data dalam jumlah sangat besar ini memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big Data dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya. database relational seperti MySQL.

Ciri-ciri data yang ditangani oleh Big Data:

  • Jumlah nya sangat besar (Volume). Biasanya ukuran total data dalam terabytes keatas.
  • Pertumbuhan data sangat cepat (Velocity) sehingga data bertambah dalam jumlah yang sangat banyak dalam kurun waktu relatif singkat.
  • Bentuk atau format datanya beraneka ragam (Variety). Format disini bisa berupa data dalam tabel-tabel relasional database seperti MySQL, file text biasa, File Excel atau bentuk apapun.

Sayangnya untuk Indonesia, berdasarkan survey beberapa perusaahn besar, penggunaan Big Data masih belum optimal. Teknologi ini masih dianggap asing dan belum dianggap akan memberikan hasil yang menguntungkan. Setiap perusahaan menghasilkan begitu banyak data setiap harinya. Dengan semua data yang mereka simpan, hanya sedikit dari mereka yang dapat mengolahnya menjadi informasi untuk pengambilan keputusan strategis bagi perusahaan,

Contoh skenario dimana Big Data digunakan misalnya adalah pemanfaatan data dari social media, twitter, facebook dsbnya dipadukan dengan data dari perusahaan sendiri misalnya data dari penjualan atau data pelanggan yang sudah ada di relasional database. Dengan demikian bisa didapatkan analisis untuk melakukan strategi marketing yang jitu. Misalnya dengan menganalisis orang-orang di social media yang berpengaruh untuk memasarkan produk.

Personalisasi aplikasi dan situs pencarian sesuai kecenderungan penggunanya merupakan salah satu bentuk penerapan big data. Tidak hanya menjadikan analisis yang bersifat deskriptif, big data juga memungkinkan untuk analisis prediktif dan kelak preskriptif. Sayangnya, big data masih terbilang baru di Indonesia.

Seiring penggunaan ponsel pintar yang makin meluas, itu artinya semakin banyak data personal pengguna yang bisa dikumpulkan, termasuk jenis situs yang biasa dibuka. Bagi Anda yang terbiasa menonton di Youtube misalnya, mestinya menyadari bahwa situs berbagi video tersebut memberikan rekomendasi video sesuai jenis yang sering ditonton sebelumnya.

Nama lengkap, nomor kartu tanda penduduk, alamat, dan jenis kelamin, merupakan informasi standar yang bisa dikumpulkan provider telepon setiap kali seorang pengguna meregistrasikan nomornya. Namun, pengumpulan data yang dilakukan tidak berhenti sampai di situ. Provider seperti Telkomsel bisa mencatat ke mana saja pengguna pergi, ke toko atau restoran seperti apa dia biasa masuk, bepergian untuk tujuan liburan atau bisnis, bahkan mencatat apakah percakapan telepon biasanya seputar kerjaan atau urusan personal.

Dalam kasus virus ebola contohnya, dengan melihat big data pun bisa membantu untuk melacak penyebarannya, Industri ini sangat menjanjikan, tapi kalau ada salah, juga bisa sangat memengaruhi industri tersebut. Di Indonesia sendiri, perangkat hukum untuk mengatur soal big data masih perlu dirumuskan untuk menghindari penyelewengan di kemudian hari, soal privasi termasuk salah satu di antaranya.


Big Data adalah data dengan ciri berukuran sangat besar, sangat variatif, sangat cepat pertumbuhannya dan mungkin tidak terstruktur yang perlu diolah khusus dengan teknologi inovatif sehingga mendapatkan informasi yang mendalam dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.

Keempat karakterik tersebut: berukuran sangat besar (high-volume), atau sangat bervariasi (high-variety), atau kecepatan pertumbuhan tinggi (high-velocity), dan sangat tidak jelas (high veracity) sering disebut dengan 4V’s of Big Data.

Contoh Manfaat Big Data di Berbagai Bidang

  • Perusahaan ritel dapat menggunakan informasi dari social media seperti Facebook, Twitter, Google+ untuk menganalisis bagaimana perilaku, persepsi pelanggan terhadap suatu produk atau brand dari perusahan.

  • Perusahan manufaktur dapat memantau kondisi peralatan setiap saat (real-time), sehingga dapat memperkirakan waktu terbaik untuk mengganti peralatan. Karena mengganti terlalu cepat akan merugikan/buang-buang uang atau kalau terlambat akan menyebabkan produksi terganggu karena kerusakan peralatan.

  • Perusahaan manufaktur juga bisa memantau produk yang baru launching melalui social sedia untuk mengetahui apakah ada isu after-sales sehingga dapat mencegah kegagalan garansi yang menyebabkan publikasi besar yang dapat merusak citra produk dan perusahaan.

  • Perusahaan periklanan dapat menggunakan informasi dari social media untuk mengetahui tanggapan terhadap promosi/iklan yang baru diluncurkan.

  • Rumah sakit dapat merekam catatan medis pasien sehingga big data tersebut bisa digunakan untuk menganalisis kecenderungan sakit pasien

  • Pemerintahan dapat menggunakan informasi dari social media untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah

  • Jasa Keuangan dapat menggunakan analisis big data untuk melihat aplikasi asuransi yang dapat segera diproses, dan mana yang perlu divalidasi dengan dilakukan kunjungan oleh agen asuransi

  • Jasa Perbankan dapat menggunakan rekaman transaksi nasabah untuk mengetahui kemungkinan adanya kegiatan kejahatan seperti pencucian uang, atau juga untuk merekam catatan kebiasaan karyawan dalam rangka mendeteksi kemungkinan fraud.

  • Tim olahraga dapat menggunakan big data untuk tracking penjualan tiket, mengetahui kondisi pemain dan probabilitas akan mengalami cedera dan bahkan strategi bermain dari tim.

Referensi

http://www.apaitubigdata.com/p/apa-itu-big-data.html
http://noviardisyamsuir.blogspot.co.id/2016/03/contoh-big-data-di-berbagai-bidang.html

Big Data merupakan istilah untuk data elektronik, yang tidak hanya sangat besar, tapi juga sangat cepat berubah, dan sangat banyak jenisnya.Big Data menjadi sangat populer di jagad teknologi setelah miliaran manusia menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan.Sangat banyak data berkeliaran dan tersimpan di komputer-komputer di internet berupa teks, gambar, suara, video, animasi, blog, buku, cuaca, posisi tempat di bumi, suhu, penerbangan, belanja di supermarket, dan lain-lain.

Perusahaan “Super Big” pengguna Big Data, antara lain adalah :

  • Facebook
  • Google
  • Twitter
  • Yahoo.

Banyak orang membutuhkan pengolahan Big Data, antara lain untuk mengetahui topik yang sedang hangat saat ini di Twitter, mencari teman lama secara cepat melalui Facebook, dan lain-lain

.Perusahaan perlu mengolah Big Data untuk pengambilan keputusan bisnis yang harus cepat.Misal, untuk mengetahui kebiasaan dan kesukaan pelanggan tanpa harus bertanya, mengetahui selera pembaca portal berita di web untuk disesuaikan dengan iklan yang ditampilkan, mengatur perjalanan pesawat agar tidak delay, mengendalikan wabah penyakit, dan sebagainya.

Untuk mengolah Big Data menjadi informasi yang lebih berguna, perlu program “big” yang artinya bukan program “biasa”.Jika data konvensional selama ini hanya berisi teks dan angka biasa seperti data keuangan, maka cukup diolah dengan database biasa pula, misal MS Access, MS SQL Server, dan lain-lain yang selama ini hanya untuk mengolah data terstruktur.Big Data tidak dapat diolah hanya dengan program database konvensional yang disebut SQL (Structured Query Language) atau RDBMS (Relational Database Management System).Big Data membutuhkan program database yang mendukung NoSQL (Not only SQL), yang mampu mengolah data tidak terstruktur.